Urgensi Zakat Dalam Penanngulangan Pandemi Covid 19

Hingga saat ini pandemi covid-19 masih melanda Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah yang mematikan ini seperti strategi lockdown, karantina wilayah, PPKM, sosial distancing dan lain sebagainya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kebijakan tersebut dapat berdampak pada banyak aspek-aspek ekonomi. Pembatasan kegiatan telah berdampak buruk bagi masyarakat pada kegiatan sosial ekonomi karena hanya tinggal dirumah sehingga tidak bisa mendapatkan penghasilan dan rentan terjadi kelaparan serta dapat memperbanyak angka pengangguran.

Gelombang PHK secara besar-besaran dilakukan oleh banyak perusahaan, bahkan diperoleh data 1,5 juta karyawan dirumahkan dan di PHK, hal ini tentu mengakibatkan jumlah pengangguran di Indonesia semakin tinggi. Akibat pandemi ini, diperkirakan 49 juta orang akan merasakan kemiskinan ekstrem. Bahkan jumlah penduduk miskin yang ada di Indonesia bertambah yaitu sebesar 9,78 persen pada Maret 2020, dimana ini meningkat 0.37 persen terhadap persentase sebelumnya. Besarnya dampak wabah covid-19 terhadap sosial ekonomi, diperlukan upaya yang mampu mengatasi permasalahan tersebut.



Salah satu alternatif yang ditawarkan Islam melalui filantropi zakat. Kewajiban zakat merupakan suatu kewajiban yang tidak hanya berhubungan dengan amal ibadah mahdhah saja, melainkan merupakan amal sosial yang berkaitan dengan masyarakat luas, sehingga dalam hal ini ada dua kewajiban yaitu kewajiban terhadap Allah dan terhadap sesama manusia. Secara fundamental, zakat bukan hanya dapat memenuhi legal dan substansi dari syariat melainkan juga relatif lebih mudah untuk mempromosikan wajah sosial dan keberpihakan pada sektor-sektor yang membutuhkan seperti penanggulangan covid-19. 

Penanggulangan covid-19 sangat penting sejalan dengan tujuan Islam sehingga memberikan kemaslahatan pada berbagai aspek. Konsepsi penggunaan zakat untuk kegiatan ekonomi produktif terumuskan dari sasaran zakat yang diarahkan untuk mengatasi ketenagakerjaan atau pengangguran serta kemiskinan. Zakat berperan sebagai mekanisme jaminan sosial yang memainkan peran penting dalam membangun kembali kehidupan masyarakat pasca bencana.

Zakat sebagai sebuah model instrumen filantropi yang membantu pemulihan musibah, memelihara standar kemanusiaan dan keadilan serta memaksimalkan penggunaan sumber daya yang terbatas di tengah kekacauan pada saat bencana dan pasca bencana. Pada situasi inilah, peran zakat dibutuhkan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terkena dampak covid-19.

Pada masa pandemi yang banyak berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat, sangat relevan jika zakat menjadi alternatif permasalahan ekonomi. Zakat merupakan penyeimbang melalui distribusi pendapatan antara orang kaya dan orang miskin. Distribusi zakat memungkinkan orang miskin untuk melakukan kegiatan ekonomi. 

REFERENSI:

Gautam, Sneha and Luc Hens, ‘COVID-19: Impact by and on Environment, Health and Economy’, Environment, Development and Sustainability, 2020.

Hanoatubun, Silpa and Kristen, ‘DAMPAK COVID – 19 TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA’, Edu PsyCouns Journal, 2.1 (2020), 146–53.

Kanduri, Tharun, ‘Influence of Socio-Economic Status on ?Nancial Stability of the General Public during the Covid-19 Pandemic: Prospective Cross-Sectional Study’, International Economic Journal, 1.2 (2021), 1–6.

BPS, Data Kemiskinan (Jakarta, 2020).

Wahid, Muhd Imram Abd Razak and Muhammad Izzul Syahmi Zulkepli Habibah Abdul, Mohd Anuar Ramli, ‘Determinants of Zakat Recipient to Flood Victims’, International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 7.12 (2017), 1289–1304.


Ikhwanul Fitra Isman
Program Studi Tarjamah
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Urgensi Zakat Dalam Penanngulangan Pandemi Covid 19"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.