Keutaamaan Bulan Muharram sebagai Tahun Baru Islam

Tanggal 10 Agustus 2021 yang akan datang, merupakan tahun baru Islam. Mungkin banyak kalangan dari orang-orang yang terkadang lupa akan kemulian bulan yang satu ini, yakni bulan Muharram. Ya, bulan Muharram merupakan bulan yang ke-satu dalam kalender hijriyah. Berbeda dengan tahun baru masehi yang sudah pasti bahwa bertepatan pada tanggal 1 Januari yang merupakan tanda dari awal tahun tersebut, maka tak heran banyak orang-orang yang merayakan dengan senang hati. 

Begitu juga semestinya, dalam bulan muharram ini juga merupakan pertanda bahwa awal dari tahun baru hijriyah atau sering disebut dengan tahun baru Islam yang harus disambut juga dengan sukacita. Namun dari konteks merayakan antara tahun baru dari keduannya berbeda. Mengapa? Karena dalam bulan mulia ini (Muharram) banyak  amalan dan pahala  berlimpah yang diberikan oleh Allah SWT. 

Bulan Muharram merupakan bulan Allah SWT yang dimuliakan dan yang paling utama dari bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulhijjah, Dzulqoidah, Muharram, Rajab). Bulan muharram juga merupakan bulan yang mulia untuk berpuasa setelah Ramadhan, kemudian Rojab, Dzulhijjah, Dzulqoidah dan kemudian Sya’ban.



Dalam hadits yang diriwayatkan dari Hafsha, yang disebutkan oleh Al-Hafidz ibnu Hajar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda "Barang siapa yang berpuasa pada hari terakhir dari bulan Dzulhijjah, dan hari pertama di bulan Muharram, maka Allah SWT menjadikan puasa itu baginya tebusan untuk lima tahun. Sedangkan puasa sehari dari bulan Muharram sama dengan puasa tiga puluh hari."

Nah, salah satu amalan, ketika menyambut tahun baru Islam ini adalah dengan berpuasa pada hari pertama dan membaca ayat kursi sebanyak 360 kali serta setiap kalinya disertai basmalah. Bacaan tersebut memiliki faedah agar terhindar dari godaan syaitan dan sebagai benteng perlindungan dari Nya selama tahun itu.

 Adapun doa yang dapat dipanjatkan ketika datang bulan mulia ini adalah dengan bacaan doa dibawah ini, yang mana dibaca sebanyak 3 kali:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 

اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلاَ بَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرَمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ اَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ أوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. 

Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul- awwalu, wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilaina nas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.

Artinya:

“Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.  Ya Allah! Engkau Dzat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah tiba, kami mohon kepada-Mu pada tahun ini agar terjaga dari godaan syetan dan semua temannya serta pasukannya, dan kami mohon pertolongan dari godaan nafsu yang selalu mendorong berbuat kejahatan, serta kami mohon agar kami disibukkan dengan segala yang mendekatkan diriku kepada-Mu dengan sedekat-dekatnya. Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih!  Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat Beliau."

Dengan mengamalkan apa yang dijelaskan di atas bahwa, semoga kita mendapatkan kelimpahan pahala dari-Nya dan sebagai harapan semoga dengan menyambut datangnya tahun baru ini semoga perilaku kita dan perbuatan selama setahun yang lalu diampuni oleh-Nya dan lebih baik untuk kedepannya. 

Wallahu'alam bisshowab

#Sumber: Kitab Kanzun Najah Was Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Ali bin Abdul Qodir Qudsi al-Makkiy asy-Syafi'i


PROFIL SINGKAT

Nama : Nahdiyatul Ummah

TTL          : Surabaya, 28 Sep 1996

Nomor WA : 089688091773

Medsos          : https://www.instagram.com/nahdiya.u/

Email : nanadh28@gmail.com

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Keutaamaan Bulan Muharram sebagai Tahun Baru Islam"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.