SEJARAH PEMBENTUKAN HUKUM ISLAM

Banyak sekali orang-orang di luar sana yang berpikir bahwa Islam itu terlahir langsung dengan sempurna, tidak ada cacat atau mereka berpikir Islam itu ada langsung seperti saat ini. Pemikiran seperti itu adalah salah adanya, karena apa? Karena sebenarnya Islam ada tidak langsung seperti saat ini.

Hukum-hukum yang ada saat ini, dahulunya bahkan bukan langsung seperti sekarang, ada tahap-tahap dimana hukum itu menjadi sempurna. 

Islam memanglah agama yang sempurna, tapi di balik kesempurnaannya ada sejarah perjuangan yang jarang di ketahui khalayak umum.

Contoh pertama yang sudah masyhur (terkenal) di masyarakat umum adalah Isra’ mi’raj. Sebenarnya apa itu Isro mi’raj? 

Isra’ adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha.



Sedangkan mi’raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha (langit ketujuh). mi’raj ini adalah salah satu perjuangan Nabi untuk meringankan umatnya tentang sholat. Dalam hadist riwayat Muslim di ceritakan bahwa:

“Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian aku turun menemui Musa AS. Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?” Aku menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Israil”.

Beliau bersabda :“Maka akupun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 shalat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”.

Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman: “Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan”. Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa AS seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka aku pun berkata: “Sungguh aku telah kembali kepada Tuhanku sampai aku pun malu kepada-Nya”. (HR. Muslim)

Perjuangan Nabi Muhammad untuk umatnya, sholat lima waktu saja banyak yang meninggalkan, apalagi sholat 50 waktu. Nabi telah memikirkan umatnya sejak dulu.

Contoh yang kedua, adalah perihal khamr. Saat itu ada seorang sahabat yang sedang dalam keadaan m4buk, tapi ia maju untuk menjadi imam, sebab itulah bacaan yang ia bacakan menjadi ngelantur. 

Dari surat An-Nahl ayat 67 yang masih memubahkan khamr. Lalu ke surat Al-Baqarah ayat 219, yang dimana surat itu turun karena para sahabat meminta kejelasan tentang khamr. Lalu menuju ke surat an-nisa ayat 43, hanya mengharamkan khamr ketika hendak mendekati sholat, surat ini turun karena ada seorang pemuda yang menjadi imam dalam keadaan mabuk dan membuat bacaan nya kurang fasih. Lalu di finish surat Al-Maidah ayat 90-91 yang mutlak mengharamkan khamr dalam keadaan apapun.

Pengharaman khamr ini ada karena Umar bin Khattab menjelaskan kepada Nabi tentang hal-hal negatif yang akan terjadi ketika seseorang mengkonsumsi alk0h0l.

Dua contoh di atas hanyalah sebagian contoh kecil yang mana bisa kita lihat bahwa hukum Islam ini ada juga karna adanya perjuangan. Nabi telah berjuang untuk umatnya agar kita di beri keringanan untuk beribadah. Perlu di ingat, bahwa di ilmu kedokteran pun khamr sangat tidak baik untuk di konsumsi oleh tubuh. 

Bayangkan saja jika khamr sampai sekarang di perbolehkan, pasti banyak orang Muslim yang menjadikan khamr sebagai pelarian ketika ada masalah, mereka akan melakukan hal-hal yang tidak masuk akal ketika m4buk. Maka dari itulah kita harusnya bersyukur dengan adanya hukum tersebut.

Semoga apa yang telah saya pelajari ini juga bermanfaat bagi yang lain. Aamiin.

Penulis : Ririn Meylia Putri
Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "SEJARAH PEMBENTUKAN HUKUM ISLAM"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.