Pengaruh Pola Tidur Yang Buruk Bagi Kesehatan

Menurut kementerian kesehatan, setiap usia seseorang memiliki pola tidur masing-masing. Contohnya untuk orang dewasa yang berusia 18 sampai 40 membutuhkan waktu tidur sekitar 7-8jam dalam seharinya. Sedangkan untuk lansia di atas 60 tahun membutuhkan waktu tidur cukup 6 jam per harinya. 

Pada saat seseorang tidur, otot-otot akan ikut beristirahat, saat itu juga tubuh kita akan mengalami detoksifikasi atau mengeluarkan racun dalam tubuh, tidur juga dapat meningkatkan daya ingat dan mencegah stres. Namun untuk sebagian besar orang bahaya tidur terlalu larut sering sekali diabaikan. Hal ini disebabkan karena seseorang memiliki pekerjaan yang mengharuskan dirinya untuk selalu terjaga. Bahkan adapun yang memilih untuk tidur terlalu larut karena kebiasaan buruk seperti lebih memilih menonton film atau bermain game. Jika seseorang memiliki pola tidur yang buruk, hal ini membuat seseorang mendapatkan masalah kesehatan yang serius.



Ada pun keadaan-keadaan lain yang dapat berpengaruh dalam kualitas atau kuantitas tidur seseorang; penyakit penyebab distress fisik, adanya faktor lingkungan, terlalu lelah, pola hidup, stress, bersifat terlalu emosional, mengkonsumsi alkohol dan juga merokok, sedang melakukan diet, dan motivasi (Hidayat, 2008). Adanya kebiasaan yang memiliki pola tidur yang buruk terus menerus dapat mengganggu kesehatan seseorang, di antaranya:

1. Menyebabkan penyakit tifoid

Seseorang dengan pola tidur yang tidak sehat akan menyebabkan penyakit, salah satunya adalah tifoid. Dengan pola tidur yang buruk, sistem imun tubuh akan menurun yang hasilnya akan mempermudah bakteri Salmonella Typhii untuk menyerang tubuh dengan sistem imun yang lemah tersebut.

2. Meningkatkan risiko terkena hipertensi

Meskipun bukan merupakan penyakit yang menular, namun hipertensi terkenal dengan sebutan silent killer. Karena, hal ini disebabkan dengan gejala para penderita yang tidak diperlihatkan (Sudarth, 2002). Penyakit ini disebabkan karena adanya perubahan susunan atau struktur pada pembuluh darah manusia, sehingga pembuluh darah seseorang menjadi sempit dan juga kaku. Hipertensi dapat kita cegah dengan mengurangi faktor perilaku kebiasaan hidup yang buruk, salah satunya adalah memperbaiki pola tidur.

3. Meningkatkan risiko diabetes melitus

Pada penelitian epidemiologi, seseorang dengan pola tidur yang buruk (kurang dari 7 jam/malam) dapat menunjukkan peningkatan risiko diabetes. Kurangnya waktu tidur seseorang dapat memicu turunnya toleransi glukosa dan menurunkan sesitivitas unsulin seseorang yang akhirnya akan menjadi diabetes.

4. Daya ingat yang menurun

Kekurangan jam tidur akan akan mengurangi kualitas daya ingat seseorang. Pola tidur sangat berpengaruh pada fungsi kognitif salah satunya adalah penurunan daya ingat memori. Kemampuan daya ingat seseorang yang buruk akan mempengaruhi efektifitas seseorang dalam pekerjaan dan pembelajarannya sehingga hal ini dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka.

5. Salah satu penyebab obesitas

Kurangnya waktu tidur seseorang akan menyebabkan obesitas. Dalam penelitian Adamkova dkk (2009) terhadap masyarakat dengan jangkauan usia sekitar 18 sampai dengan 65 tahun terlihat bahwa adanya responden yang tidur kurang dari 7 jam dalam perharinya. Keadaan ini menunjukkan indeks masa tubuh (IMT) mereka lebih tinggi. Namun, selain kurang tidur seseorang yang tidur lebih lama tanpa adanya aktivitas fisik juga dapat menaikkan IMT.

Adapun bagi saudara yang muslim, tidur terlalu larut juga merupakan hal yang dibenci oleh Rasullulah SAW. Sebagaimana pernah disebutkan dalam sebuah hadist riwayat, “Nabi SAW membenci tidur sebelum isya dan beliau tidak menyukai obrolan setelah isya,” Hadits riwayat Ahmad, no.19781 dan Ibn Khuzaimah, no.1339. Dalam hal ini, Rasullulah SAW melarang tidur yang terlalu larut tanpa kepentingan apapun. Tidur larut diperbolehkan dengan alasan dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang banyak.

Terdapat banyak sekali kegiatan yang dapat kita lakukan untuk menghindari tidur terlalu larut. Yang pertama adalah menjadikan tidur sebagai prioritas utama kita. Adapun hal lain yang bisa kita lakukan dalam memperbaiki pola tidur ialah sebagai berikut:

  1. Mematikan gadget sebelum tidur. National Sleep Foundation menyarankan seseorang untuk tidak menatap layar hp 1-2 jam sebelum tidur. Hal ini dikarenakan menggunakan ponsel sebelum tidur dapat menunda timbulnya tidur dengan gerakan mata cepat dan mengurangi jumlah total tidur REM;
  2. Hindari hal-hal yang membuat tubuh terjaga. Seperti menghindari minum kaf3in sebelum tidur dan juga alk0h0l;
  3. Mulai membiasakan tubuh untuk beristirahat malam di waktu yang sama dalam setiap harinya. Mendisiplikan waktu tidur akan membuat tubuh kita merasa terbiasa sehingga kita otomatis akan tertidur dan bangun di waktu yang sama;
  4. Rutin berolahraga. Berolahraga dengan rutin dapat membuat seseorang nyaman ketika tidur. Walaupun hanya dengan olahraga ringan, namun olahraga sebelum kita tidur dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga membuat banyak energi yang terbakar. Hal itu akan membuat seseorang mudah mengantuk.

Nama: Faadhilah F. Gobel
Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang
Email: faadhilahfgobel@gmail.com
No: 0811468977

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pengaruh Pola Tidur Yang Buruk Bagi Kesehatan"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.