Pengertian Riba , Jenis dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Pernahkah kalian mendengar istilah riba? pasti hampir semua orang pernah mendengar kata riba. Lalu, apa yang dimaksud dengan riba? Riba menurut bahasa berarti ziyadah atau tambahan. Sedangkan menurut istilah riba adalah penambahan bayaran atau harga yang harus dibayarkan dari sebuah hutang atau transaksi yang merugikan salah satu pihak. Sistem seperti ini kita kenal dengan sebutan hutang berbunga atau bunga utang. Islam mengharamkan riba secara tegas melalui alqur’an. Berikut firman allah terkait pengharaman riba

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوا۟ ٱلرِّبَوٰٓا۟ أَضْعَٰفًا مُّضَٰعَفَةً ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون َ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

Riba memiliki beberapa jenis dalam Islam. Riba tidak hanya menyangkut dengan hutang piutang,tetapi riba juga mencakup jual beli. Riba hutang piutang sendiri dibagi menjadi dua yakni riba qardh dan riba jahiliyah. Sedangkan riba jual-beli dibagi mejadi dua juga yakni riba fadhl dan riba nasi’ah dan riba yad. 



Riba qardh adalah riba yang diperoleh dari transaksi (hutang piutang) yang disyaratkan. Yakni seorang pemberi hutang meminjami orang lain dengan syarat dikembalikan dengan diberi ziyadah atau tambahan. Padahal ziyadah tersebut tidak jelas apa faedah dan tujuan. Contoh, seorang saudagar kaya meminjami karyawannya emas 30 gr dengan kewajiban mengembalikan 50gr. Padahal tidak jelas apa tujuannya. 

Riba jahiliyah adalah riba yang didapat karena seseorang tidak membayar hutangnya tepat waktu. Riba jenis ini adalaah riba yang paling banyak dan paling sering terjadi di sekitar kita. Ziyadah dari hutang diadakan karena sang peminjam tidak bisa membayar hutang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Praktek riba ini banyak terjadi di bank-bank konvensional, dealer, showroom, bahkan di beberapa oknum atau orang pribadi.

Riba fadhl adalah riba yang terjadi ketika dua barang ribawi yang sama jenis saling ditukar namun memiliki beda ukuran, takaran atau kadarnya. Hal ini biasanya terjadi karena perbedaan kualitas barang ribawi yang ditukar. Contoh, seseorang menukar gandumnya yang berkualitas tinggi sebesar 1kg dan dia meminta tukaran kepada temannya dengan beras berkualitas biasa sebanyak 3 kg.

barang-barang ribawi yang dimaksud disini adalah yang termasuk dalam hadis

“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1584)

Riba nasi’ah adalah riba yang terjadi karena pertukaran dua barang ribawi namun salah satu pihak meminta tempo atau salah satu pihak memberikan barang terlebih dahulu dibandingkan pihak lainnya. Contoh, seorang ibu membeli emas sebesar 5gr kepada temannya dengan harga Rp.200.000/gram. Namun,si ibu meminta tempo untuk membayarnya dua bulan lagi. Nah, hal-hal seperti ini termasuk dalam riba nasi’ah karena pertukaran barang ribawi disini menggunakan tempo. Praktek riba seperti ini diharamkan karena harga barang ribawi di contoh bisa saja berubah sewaktu-waktu dan ini akan merugikan pihak yang memberikan emas dan menguntungkan pihak peminjam.

 Riba yad adalah riba yang terjadi ketika pertukaran barang-barang ribawi maupun non ribawi diadakan tawar menawar harga namun akhirnya tidak ditegaskan atau ditetapkan berapa harga yang harus dibayarkan dari pertukaran tersebut. Contoh, seorang pemilik showroom menjual mobilnya seharga 500jt apabila cash dan 700jt secara kredit. Tapi akhirnya tidak ditegaskan berapa yang harus dibayarkan sang pembeli. Transaksi ini disebut riba yadh.

Jadi, riba bukan hanya bunga pada hutang namun ada jenis-jenisnya yang lain. Sebagai umat muslim, dengan mengetahui jenis-jenis riba mampu membantu kita menjauhi riba dan meminimalisir diri kita agar tidak terlibat dalam praktik riba. Baik sebagai yang diuntungkan maupun sebagai yang dirugikan. Pengharaman riba itu sendiri karena prosesnya yang merugikan salah satu pihak. Semoga, artikel ini bisa membantu para readers agar terjauh dari dosa riba.

Penulis : Rara Ramadhania Rahayu

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pengertian Riba , Jenis dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari"

Post a comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.