Mengenal Akad Salam & Istishna dalam Perbankan Syariah

Dewasa ini, perbankan syariah sudah tidak asing lagi di telinga Masyarakat Indonesia. Terlebih bagi Umat Muslim yang peduli terhadap keuangan syariah. Tentunya Setelah adanya perbankan syariah mereka berpindah dari financial konven ke syariah. Bahkan baru-baru ini, topik yang cukup hangat tentang bank syariah di negeri ini mampu menarik perhatian, yaitu rencana Merger 3 Bank syariah besar di Indonesia. Namun jika di lihat dari unsur modal, hal tersebut belum mampu membuat bank syariah saat mengalahkan bank konven, karena masih jauh dari perbandingan secara modal. Akan tetapi hal ini menjadi salah satu semangat baru agar nantinya bank syariah mampu terus berkembang dan semakin baik hingga dapat menyeimbangi bahkan mengalahkan bank konvensional agar di Indonesia sepenuhnya mampu menganut sistem perbankan syariah.

Secara Praktik sebenarnya bank syariah dan bank konven sama saja, sama saja melakukan kegiatan penghimpunan dana dan Penyaluran dana. Namun ada beberapa perbedaan pada perbankan Syariah, seperti misal di bank syariah ada DPS yang menjadi pengawas jalannya perbank syariah yang sesuai dengan koridor kesyariah-an, selain itu adanya akad-akad yang menjadi pilihan ketika hendak melakukan transaski di bank syariah.


Salah satu akad yang ada bank syariah adalah Salam dan Istishna. Kedua akad ini sebenarnya secara garis besar sama, yaitu sama-sama berlabel halal dan sama-sama Akad yang di Tangguhkan penerimaan barangnya, karena belum ada wujud pada saat serah terima akad berlangsung. Namun, Ada juga perbedaan perbedaan yang di antara keduanya, seperti dari segi barang, Akad salam biasanya di gunakan untuk barang yang tidak mesti mengalami proses pembuatan dulu, karena biasanya sudah tersedia atau sudah jadi namun kondisinya di tempat lain, contoh sederhana dari akad salam ialah online shop. sedang untuk Akad istishna, biasanya akad yang di gunakan untuk transaksi yang barangnya di buat dahulu seperti misal pada produk rumah di KPR.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang akad salam dan Istishna, Mari Simak uraian berikut!

  1. Akad Salam
    Akad salam merupakan akad pemesanan barang, yang ciri-ciri atau spesifikasi barangnya jelas dan biasanya pembayaran dilakukan di awal, tetapi barang di serahkan dikemudian hari serta waktu penyerahannya telah di tentukan, dan penyerahan di lakukan di satu majelis/tempat.

  2. Istishna
    Dilansir dari ojk.co.id : “Jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang di sepakati dan pembayaran sesuai dengan kesepakatan” hal ini merupakan definisi dari istishna.

Istishna merupakan Akad pemesanan suatu barang dari pihak 1 sebagai pemesan, ke pihak 2 yaitu produsen. Adapun untuk pemesanan, kriterianya sesuai keinginan pemesan. Namun dalam akad istishna waktu penyerahan barang tidak di tentukan, tidak seperti pada akad Salam.

Waallahu a’lam bisshawab.

(Sebuah Opini : Uswatun Hasanah)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mengenal Akad Salam & Istishna dalam Perbankan Syariah"

Post a comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.