Kaitan Etika Profesi Auditor Dengan Akhlak-Akhlak Yang Dianjurkan Islam

Sebagai mahluk hidup dengan segala amanah dan kebutuhan bersosialisasi, manusia diharuskan untuk menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak dan beretika. Bukankah islam sudah mengajarkan setiap umatnya untuk berprilaku yang baik dan menjaga akhlaknya. Salah satunya dalam hal bekerja, sebagai seorang auditor pun harus memiliki etika ketika sedang mengaudit atau menjalankan tugasnya. Etika merupakan seperangkat prinsip moral atau nilai yang berlaku di masyarakat umum yang diperlukan untuk membuat kehidupan bermasyarakat berfungsi, yang dimana ketika seseorang sudah kehilangan etika maka akan merugikan masyarakat lain, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, auditor dituntut untuk bersikap profesional sebagai seorang profesi yang taat terhadap kode etik.

Dalam profesi audit nilai etika secara umum dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya : terpercaya, dalam hal ini auditor diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan jujur, berintegritas dan loyalitas. Selanjutnya santun/hormat, auditor diharapkan mampu berprilaku sopan dan santun terhadap pihak lain, dan memiliki rasa toleransi yang tinggi. Bertanggung jawab, auditor harus memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan yang telah dilakukannya, diharapkan mampu melakukan yang terbaik, mengendalikan diri,dapat memberi contoh yang baik,serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Selanjutnya bersikap adil, seorang auditor harus memiliki sikap profesional tidak memandang berdasarkan suku,ras,agama,dan kasta ,seorang auditor harus terbuka dan berprilaku secara tepat sehingga tidak adanya pihak lain yang merasa dirugikan. Perhatian, mencakup ketulusan perhatian terhadap kesejahteraan pihak lain serta berprilaku baik. Dan yang terakhir bermasyarakat, seorang auditor harus mengabdi, mencakup patuh akan aturan serta ketersediaan berbagi untuk kesejahteraan bersama. Dengan memenuhi kriteria nilai-nilai tersebut seorang auditor sudah dianggap mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Terlepas dari penilaian manusia, seorang auditor juga harus sadar akan amanah yang berikan Allah SWT, sadar bahwa ketika manusia yang tidak mampu melihat segala perbuatan yang disembunyikan selalu ada Allah yang maha melihat dan mengawasi. 



Etika sangat berperan penting dalam profesi audit. Etika seorang auditor akan mempengaruhi standar kualitas audit, hal ini dikarenakan seorang auditor memiliki tanggung jawab dan pengabdian besar terhadap masyarakat. Profesionalisme diperlukan dalam membangun kepercayaan publik terhadap kualitas jasa dan profesi.  Maka dari itu auditor harus menghindari prilaku-prilaku yang menyimpang, karena ketika seorang auditor tidak memiliki etika dalam mengaudit maka dapat menurunkan pandangan masyarakat terhadap kualitas profesi audit itu sendiri. 

Prinsip etika audit sudah diatur oleh IAPI, adapun prinsip dasar etika profesi menurut  ikatan akuntan publik indonesia adalah 

  • Prinsip integritas
    Dalam menjalankan hubungan profesional, setiap praktisi harus bersikap tegas dan jujur terhadap audit yang dikerjakan sehingga bisa memberikan hasil yang sesuai.

  • Prinsip objektivitas
    Setiap praktisi tidak boleh membiarkan subjektivitas, benturan kepentingan atau pengaruh yang tidak layak dari pihak-pihak lain memengaruhi pertimbangan profesionalnya. Yang dimana hasil pertimbangan atau keputusan harus bersifat real dan tidak terpengaruh kepentingan yang lain.

  • Prinsip kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional.
    Setiap praktisi wajib memelihara pengetahuan dan keahlian profesionalnya pada tingkat yang dipersyaratkan, sehingga klien atau pemberi kerja dapat menerima jasa profesional yang diberikan secara kompeten berdasarkan perkembangan terkini dalam praktik, perundang-undangan, dan metode pelaksanaan pekerjaan.

  • Prinsip kerahasiaan
    Setiap praktisi wajib menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan profesional dan hubungan bisnisnya, serta tidak boleh mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga tanpa persetujuan dari klien atau pemberi kerja,kecuali terdapat kewajiban untuk mengungkapkan sesuai dengan ketentuan hukum atau peraturan lainnya yang berlaku. 

  • Prinsip perilaku profesional
    Setiap praktisi wajib mematuhi peraturan hukum dan peraturan yang berlaku dan harus menghindari semua tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

Sebagai seorang auditor tentu dianjurkan untuk beretika dalam mengemban amanah yang diberikan, prinsip etika seorang auditor bisa dijumpai dalam standar-standar yang dibuat oleh pemerintah atau ikatan akuntan publik indonesia. Begitu pentingnya suatu etika setiap individu, bahkan Allah SWT. sudah menetapkan dalam Al-Qur’an dan sunnah bahwa islam menganjurkan setiap manusia untuk memiliki etika dan moral dengan mengikuti dan meneladani Nabi Muhammad saw yang dimana Rasulullah SAW. sendiri memiliki 4 sifat yang bisa kita teladani ketika kita menjadi seorang auditor diantaranya siddiq (benar) menunjukkan bahwa setiap hal yang beliau kerjakan adalah kebenaran dan bukan sesuatu yang zalim dan dusta. Hal ini menggambarkan bahwa seorang auditor harus mengaudit laporan keuangan dengan benar dan penuh kejujuran, tanpa adanya rekayasa. Amanah (dapat dipercaya) bahwa Rasulullah SAWmerupakan sesorang yang dapat di percaya dalam mengerjakan sesuatu, mengajarkan bahwa seorang auditor  harus dapat dipercaya oleh klien atau pemberi kerja dalam melaksanakan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Tabligh (menyampaikan) seorang auditor harus menyampaikan laporan yang sudah di audit dengan benar tanpa. Fatanah (cerdas) Rasulullah SAW terkenal sebagai seorang yang cerdas dan pandai serta sangat arif dan bijaksana, mengajarkan bahwa seorang auditor juga harus cerdas sehingga bisa memberikan hasil laporan audit yang baik dan menghasilkan keputusan yang bijaksana. 

Meskipun demikian setiap manusia pasti tidak luput dari kesalahan begitu juga seorang auditor namun, menjalankan sesuatu dengan sungguh2 akan jauh lebih baik dari menjalankan sesuatu secara percuma karena Allah Maha Melihat ikhtiar setiap hambanya.

Nama penulis : Windi Juni Alma
Pekerjaan : Mahasiswi Stei sebi depok
Asal : Lombok
Domisili : Depok

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kaitan Etika Profesi Auditor Dengan Akhlak-Akhlak Yang Dianjurkan Islam"

Post a comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel