Sebab Ujian adalah Cinta (Mengapa Selalu Aku Yang Diuji)

Suatu hari seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya?” Beliau SAW menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian yang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat kesalehannya. Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun.” (HR Bukhari).

Ketika Allah mencintai hamba-Nya maka Allah akan mengujinya -HR TIRMIDZI-

Permata tak bisa di poles tanpa gesekan, manusia tak bisa sempurna tanpa ujian

Mengapa aku diuji?
Mengapa Allah mengujiku dengan hal yang seberat ini?
Mengapa Allah begitu tidak adil?

Kalimat-kalimat ini sering muncul ketika seseorang sedang dilanda permasalahan dan ujian yang terus-menerus datang dalam kehidupan. Masalah-masalah tersebut datang dengan membawa luka di hati, lara yang membebani jiwa, pikiran yang menjadi keruh dan menambah kelamnya dunia. Hingga ketika sampai pada titik kulminasi ketika hati tidak bisa membendung derita, ketika logika tak bernalar dengan baik. Maka mata takkan bisa membendung derasnya aliran air mata yang keluar. Bahkan beberapa orang mungkin akan bertingkah tidak wajar. Menangislah! Bukan karena kamu lemah tapi terkadang setelah tangisan hati akan terasa lebih lega. Tapi, jangan terus menangis, bangkitlah dan selesaikan masalah.

Dalam keadaan seperti ini, tak jarang banyak orang akan berusaha untuk mencari bahu untuk bersandar, untuk menceritakan semua permasalahannya dan berbagi beban yang sedang ia pikul. Maka, tak jarang pula ada orang yang tidak mampu menemukan orang tersebut. Namun, sadarkah kita ditengah kesibukan kita mencari orang tersebut ada Dzat Yang Maha Mengetahui tentang perasaan kita. Allah senantiasa membuka jalan untuk menceritakan masalah kita, meluapkan keluh kesah kita, bahkan memberikan solusi kepada kita.

Sebab Ujian adalah Cinta (Mengapa Selalu Aku Yang Diuji)
Berdoa

Terkadang juga kita merasa bahwa ujian yang Allah berikan kepada kita begitu berat. Tapi bukankah Allah tidak akan menguji diluar kemampuan hamba-Nya. Jika kita diuji dengan permasalahan berat Itu pertanda  Allah menganggap kita mampu menyelesaikannya. Selain itu, kita juga harus sadar bahwa di dunia ini bukan hanya kita manusia yang diberikan cobaan oleh Allah. Bahkan di luar sana begitu banyak orang-orang yang lebih menyedihkan, mempunyai masalah yang lebih berat  tapi tak jarang dari mereka bisa menerima dan menjalaninya dengan penuh cinta. Itu karna apa? Karna keyakinan kepada Dzat Yang Maha memberi pertolongan atas semua masalah yang dihadapi. Lalu apalagi yang patut kita keluhkan? Bukankah keluhan hanya menambah hiasan penderitaan? Atasi keluhan, ubah ketidakmungkinan, lalu raih kebahagian saat bersama Dia.

Sesungguhnya ujian adalah bentuk kecintaan Allah untuk mengetahui seberapa besar ketaqwaan Hamba Kepada-Nya. Ditengah permasalahan tetaplah tersenyum walaupun berat. Senyuman tidak selalu menandakan sebuah kebahagian. Namun, senyuman adalah usaha untuk mencari jalan kebahagian untuk diri sendiri dan untuk orang lain di sekitar kita.

Kontributor: Dwi Indriani 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sebab Ujian adalah Cinta (Mengapa Selalu Aku Yang Diuji)"

Post a comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel