Bolehkah Melihat Allah Dengan Mata Kepala?

بسم الله الرحمان الرحيم

Perlu di ketahui melihat Allah dengan mata kepala itu boleh secara akal di dunia dan di akhirat, namun di dunia tidak terjadi kepada selain nabi kita Muhammad SAW.
Melihat Allah di akhirat secara syar'iy hukumnya wajib (mengi'tiqadkan), sebagaimana kesepakatan ulama Ahlus Sunnah Waljama'ah dengan berpijak kepada dalil Al qur'an dan Hadits. Namun sebelum kita mengemukakan dalil kaum Ahlussunnah, mari kita lihat argument kaum Mu'tazilah yang menyatakan Allah tak bisa dilihat di akhirat dengan di sertai dalil 'aqli dan naqli dari mereka :




1. Dalil aqlinya apabila Allah dapat di lihat maka Allah akan berhadap - hadapan dengan orang melihat berarti Allah berjihat dan bertempat

انه تعالى لو كان مرئيا لكان مقابلا للرائى بالضرورة فيكون في جهة و حيز

Maka Ahlussunnah menjawab perkataan mu'tazilah di atas bila Allah dapat dilihat maka akan berhadapan dengan orang melihat tak dapat di terima,maka Allah ada jihat (arah) dan tempat juga tak dapat diterima.



Karena melihat adalah satu kekuatan yang Allah ciptakan pada makhluq-Nya yang tidak disyaratkan untuk berhadap - hadapan dengan yang di lihat ( Allah ) walaupun di dunia kenyataannya mesti berhadapan.

و حاصل الجواب ان قولكم : لكان مقابلا للرائى بالضرورة ممنوع فلزوم الجهة و الحيز ممنوع, اذ الرؤية قوة يجعلها الله في خلقه لا يشترط فيها مقابلة المرئى و لا كونه في جهة ولا حيز.

2.Dalil naqli dri mu'tazila yaitu surah Al An'am : 103
لا تدركه الابصار
Allah tidak dapat di lihat oleh penglihatan.

karna menurut mereka Al Idrak maksudnya adalah melihat , maka Allah tidak bisa dilihat dengan penglihatan.
Bolehkah Melihat Allah Dengan Mata Kepala?
Ilustrasi

Maka Ahlussunah membantahnya :

و حاصل الجواب انا لا نسلم ان الادراك بالبصر هو مطلق الرؤية بل هو رؤية مخصوصة وهي التى تكون على وجه الاحاطة بحيث يكون المرئى منحصرا بحدود و نهايات فالادراك المنفى في الآية الكريمة اخص من الرؤية ولا يلزم من نفي الاخص نفي الأعم

Kesimpulan dari jawaban : Sesengguhnya kami tidak terima bahwa idrak ( dalam ayat ) dengan mata adalah muthlaq melihat ( umum melihat ),akan tetapi idrak yg termaktub dalam ayat adalah melihat atas kelakuan tertentu maksudnya melihat atas cara meliputi artinya adalah sesuatu yang di lihat itu terpaku pada satu sisi dan batas, kelakuan seperti ini mustahil pada Allah..Maka idrak yg dinafikan (dipungkiri) dalam ayat adalah melihat Allah dengan terpaku pada arah dan batas.

Kesimpulannya :
Allah wajib dilihat dengan mata kepala di akhirat dengan berlandaskan ayat dan hadits , di antaranya :

١. وجوه يومئذ ناضرة ,الى ربها ناظرة
Wajah-wajah orang-orang mukmin pada hari itu berseri2 dan memandang kepada Tuhannya.
(Al Qiyamah : 22 - 23).

٢. على الأرآئك ينظرون
Mereka ( orang-orang mukmin ) duduk di atas dipan-dipan sambil memandang ( kepada Allah ).
(Al Muthaffifin : 23 )

٣. الحديث : إنكم سترون ربكم كما ترون القمر ليلة البدر
Hadits : Sesungguhnya kalian selagi akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama.

Mungkin cukup ini saja sebagai dalil penguat bahwa Allah dapat di lihat langsung di akhirat bahkan menjadi nikmat yang besar dari seluruh nikmat syurga dengan syarat beriman ,beramal shalih dengan ikhlas sebagaimana yg tersurat di akhir surat Al Kahfi..

Ref : Kitab Tuhfatul Murid

و الله اعلم بالصواب

Salam penulis : Guru Kami TGK. Edi Rusyadi {Ketuan Umum Himpunan Santri Sawang (Hisansa)}

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bolehkah Melihat Allah Dengan Mata Kepala?"

Post a comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel