Amal yang Pahalanya Mengalir Terus Walaupun Orang yang Beramal Telah Meninggal Dunia

Dunia merupakan ladang tempat kita bercocok tanam untuk negeri akhirat. Negeri akhirat merupakan masa depan yang sebenarnya dan masa yang akan kita tuju dengan waktu yang tidak ada akhirnya. Kehidupan dunia yang kita jalani sekarang semua bertujuan untuk bekal menuju negeri akhirat.

"Dan tidaklah kehidupan di dunia ini melainkan senda-gurau dan permainan belaka dan sesungguhnya perumahan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, jikalau mereka mengetahui." (QS. Al-Ankabut ayat 64)

Kedudukan yang akan kita raih pada negeri akhirat tersebut semua tergantung pada amalan yang pernah kita kerjakan di dunia dan nilai atau pahala yang kita raih dari amalan tersebut. Ada yang mengerjakan amalan yang sama tetapi nilai atau pahalanya berbeda, ada juga yang mengerjakan yang berbeda tetapi nilainya sama bahkan ada juga yang sama tetapi tidak ada nilai sama sekali. Namun semua amalan yang kita kerjakan akan terputus apabila tidak dikerjakan lagi. Dalam hal ini termasuk amalan yang tidak kita kerjakan oleh sebab sudah wafat atau meninggal dunia. Akan tetapi ada 3 amalan yang apabila kita meninggal dunia maka pahalanya akan terus mengalir selama kehidupan dunia. Adapun dasarnya adalah hadits berikut.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila anak Adam -yakni manusia- meninggal dunia, maka putuslah amalannya (yakni tidak dapat menambah pahalanya lagi), melainkan dari tiga macam perkara, yaitu sedekah jariah atau ilmu yang dapat diambil kemanfaatannya atau anak yang shalih yang suka mendoakan untuknya." (Riwayat Muslim)

Amal yang Pahalanya Mengalir Terus Walaupun Orang yang Beramal Telah Meninggal Dunia
Menuntut Ilmu

1. Sadekah jariah

Sadekah termasuk salah satu amalan yang akan terus mengalir pahalanya hingga kita meninggal. Amalan sadekah merupakan amalan yang paling umum orang lakukan. Sadekah adalah memberikan sedikit atau banyak harta kepada orang yang membutuhkan seperti fakir miskin, anak yatim, sumbangan masjid, panti asuhan, dan pada tempat atau orang lain yang dirasa butuh.

Amalan sadekah bisa saja berupa makanan, uang, tenaga bahkan sebuah doa. Bagaimana amalan sadekah bisa menjadi amalan jariah? Amalan sadaqah bisa menjadi jariah, seperti contoh orang yang memberi makan untuk anak pesantren maka dengan berkat sadaqah kita mereka akan makan dan memberikan tenaga bagi mereka untuk belajar ilmu agama atau melakukan zikir kapada Allah. Selain itu juga dengan berkat makanan yang kita berikan akan menjadikan darah baginya yang mana dia adalah pengajar ilmu agama maka pahala yang ada akan ikut mengalir bagi orang yang memberikan sedeqah.

Selain itu, bisa juga amalan sedekat seperti semen untuk masjid, tikar sajadah, Al Quran, kita-kitab dan hal bermanfaat lain. Maka setiap kali orang shalat di atas sajadah kita, membaca Al Quran yang kita sadekahkan, shalat dalam masjid dan tanah yang kita bantu sumbangan maka akan terus mengalir pahala bagi kita yang menyedekahkannya.

2. Ilmu yang bermanfaat

Salah satu bagian yang menjadi ilmu yang bermanfaat adalah ilmu agama. Ilmu agama membantu orang memahami agama dengan benar, melaksanakan ibadah dengan baik dan sesuai anjuran serta hal-hal lain yang membantu kesempurnaan ibadah. Bagaimana sebuah ilmu bisa menjadi jariah?

Ilmu yang bermanfaat pasti akan menjadi jariah selama kita melakukannya dengan ikhlas dan benar. Ilmu yang telah kita berikan kepada orang lain lantas orang tersebut melaksanakan ibadah seperti yang kita berikan ilmu kepadanya maka mengalirlah pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakan amalan tersebut. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi S.A.W.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

Lantas ketika orang yang kita ajarkan lalu mengajarkan orang lain lagi, dan orang lain seterusnya maka pahala yang akan mengalir sunggu sangat banyak sekali.

Tidak hanya dalam ilmu agama, ilmu-ilmu lain yang dipandang memberikan manfaat baik bagi kemaslahatan umat manusia dan makhluk lain akan memberikan manfaat berupa pahala jariah baginya.

Sesungguhnya menuntut ilmu itu sangat banyak manfaatnya maka salah satunya sebagaimana tersebut berikut ini

Dari Abuddarda' r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari sesuatu ilmu pengetahuan di situ, maka Allah akan memudahkan untuknya suatu jalan untuk menuju syurga, dan sesungguhnya para malaikat itu sesungguhnya meletakkan sayap-sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu itu, karena ridha sekali dengan apa yang dilakukan oleh orang itu. Sesungguhnya orang alim itu dimohonkan pengampunan untuknya oleh semua penghuni di langit dan penghuni-penghuni di bumi, sampaipun ikan-ikan yu yang ada di dalam air. Keutamaan orang alim atas orang yang beribadah itu adalah seperti keutamaan bulan atas bintang-bintang yang lain. Sesungguhnya para alim ulama adalah pewarisnya para Nabi, sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar ataupun dirham, sesungguhnya mereka itu mewariskan ilmu. Maka barangsiapa dapat mengambil ilmu itu, maka ia telah mengambil dengan bagian yang banyak sekali." (Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi)

Akan tetapi keikhlasan harus diiringi dalam menuntu ilmu karena jika tidak maka kita tidak akan memperoleh apa-apa.

Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan dari golongan ilmu yang semestinya untuk digunakan mencari keridhaan Allah 'Azzawajalla, tetapi ia mempelajarinya itu tiada lain maksudnya, kecuali hendak memperoleh sesuatu tujuan dari keduniaan, maka orang yang sedemikian tadi tidak akan dapat menemukan keharuman syurga pada hari kiamat." Yakni bau harumnya syurga itu tidak akan dapat dirasakannya. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

3. Anak yang shalih

Anak yang shalih adalah anak yang terus dan mau mendoakan orang tuanya. Doa anak yang shalih adalah doa anak yang mengerti ilmu agama dan kemudian mendoakan orang tua atau saudaranya dengan keshalihannya. Doa yang dikirim saat kita sudah wafat akan menjadi amalan jariah yang akan menjadi penolong kita di alam bardhah atau alam kubur.

Maka oleh sebab itu, jangan bosan dan enggan kita mengantarkan anak-anak kita untuk menuntut ilmu agama karena mereka akan menjadi penolong kita pada hari akhirat kelak. Apalagi doa seorang anak kepada orang tua yang sama sekali tidak ada hijab.

Itulah 3 amalan yang akan terus mengalir pahalanya bagi kita. Namun semua amalan tersebut tidak akan ada artinya jika kita melakukan tanpa keikhlasan. Semua amalan dan perbuatan shalih yang kita lakukan wajib dengan keikhlasan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Amal yang Pahalanya Mengalir Terus Walaupun Orang yang Beramal Telah Meninggal Dunia"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel