Membaca Fatihah yang Benar dalam Rukun Shalat

Membaca surat Alfatihah ketika berdiri dalam shalat hukumnya adalah wajib ‘ain. Tidak sah shalat seorang jika tidak mengerjakan rukun Qauli ini. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan dalam membaca surat Alfatihah yang benar agar mendukung syarat dan tata cara membaca sesuai dengan yang diperintahkan. Karena membaca surat Alfatihah ini tidak hanya sekedar membaca, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sehingga sah-lah fatihahnya dan sah-lah rukun shalatnya sehingga sah pula shalatnya seorang. Walaupun demikian, ada sebab pula seorang itu boleh tidak membaca Fatihah dalam shalatnya dan tetap sah shalatnya, maka silahkan simak ulasan tentang membaca Fatihah berikut ini.

Wajib hukumnya membaca surat Alfatihah pada setiap rakaat dalam shalat wajib maupun shalat sunat. Membaca surat Alfatihah menurut Mazhab Syafi’I wajib hukumnya membaca Basmallah karena bacaan Bismillahirrahmanirrahim tersebut bagian yang satu dari surat Alfatihah. Jika ada seorang yang membaca surat Alfatihah dan tidak membaca Bismillah sedangkan dia bermazhab syafi’I maka tidak sah shalatnya.
Membaca Fatihah yang Benar dalam Rukun Shalat
Alquran

Membaca surat Alfatihah juga harus diperhatikan huruf dan tasydit dalam Alfatihah tersebut. Tidak boleh ada satu huruf atau satu tasydit yang tidak dibaca atau tertinggal atau ditukar dengan huruf yang lain. Selain itu, dalam membaca surat Alfatihah wajib memelihara bacaannya jangan sampai membaca dengan bacaan yang salah. Membaca alfatihah dengan bacaan yang salah akan melahirkan makna yang salah pula sehingga hal ini sangat dilarang. Begitu juga dengan menukarkan baris dari bacaan Alfatihah ini maka hukumnya juga tidak boleh karena bisa mengubah maknanya. Jika seorang melakukan hal-hal yang dilarang seperti yang tersebut di atas dengan sengaja maka batal shalat seseorang itu. Akan tetapi, jika seorang itu melakukannya sebab tidak sengaja dan tidak mengetahuinya atau tidak mengubah makna dari bacaan tersebut maka tidak batal shalatnya. Definisi orang yang tidak sengaja dan orang tidak mengetahuinya adalah orang-orang yang masih dalam proses belajar.

Wajib bagi seorang membaca surat Alfatihah itu seperti yang telah tertulis dalam Alquran. Tidak boleh membaca surat Alfatihah dalam rukun sembahyang itu bertukar-tukar kalimatnya. Maknanya adalah mendahulukan kalimat yang lain atas kalimat yang lain. Jika seorang melakukannya maka batal shalatnya.

Dan wajib pula membaca setiap ayat dalam Surat Alfatihah itu secara mualat artinya tidak terputus atau tidak diselangi atau tidak dipisah bacaannya secara panjang antara satu ayat dengan ayat yang lain. Akan tetapi boleh diselangi oleh zikir atau sekedar bernafas antara ayat-ayat atau kalimatnya dalam bacaan alfatihah jika sedikit. Adapun orang yang mengucapkan “aamiin” pada pertengahan kalimat karena dalam keadaan berjamaah maka tidak dianggap memutuskan bacaan Fatihah pada yang demikian ini. Dan putus mualat pula jika seorang itu diam yang panjang saat membaca fatihah. Demikain juga orang yang diam yang pendek kemudian mengqashad memutuskan fatihahnya maka putuslah fatihahnya tersebut. Akan tetapi tidak putus mualat jika  seorang itu ozor seperti lupa meskipun diamnya adalah diam dalam keadaan yang panjang.

Adapun orang yang boleh tidak membaca Fatihah saat shalat adalah orang yang masbuk. Untuk orang yang masbuk sedangkan imam dalam keadaan ruku’ maka boleh langsung ruku’ dengan ketiadaan membaca fatihah. Tujuannya adalah agar mendapatkan rakaat bersama imam. Untuk lebih lanjut silahkan simak ulasan kamk tentang masbuk.

Baca : Tata cara Masbuk dalam Shalat

Demikian saja ulasan ini semoga memberikan manfaat dan faeda bagi kita semua. aamiin. 

0 Response to "Membaca Fatihah yang Benar dalam Rukun Shalat"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link aktif;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.