Kemunculan Dajjal, Ya'juj dan Ma'juj sebagai Tanda hari Kiamat Besar

Kiamat merupakan hal yang pasti akan datang dan pasti akan terjadi. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui kapan waktu terjadinya kiamat termasuk Rasulullah SAW. yang merupakan kekasih Allah. Perkara kiamat merupakan perkara ghaib sehingga tidak ada yang tahu kapan akan terjadi kecuali Allah sendiri. Namun demikian, ada tanda-tanda akan datangnya hari kiamat mulai dari tanda hari kiamat kecil dan hari kiamat besar. Salah satu tanda hari kiamat besar adalah munculnya Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj.

Dajjal merupakan makhluk yang akan menguasai dunia pada akhir zaman. Dajjal sudah lahir dan sudah ada di dunia ini bahkan sudah pernah berjumpa dengan sahabat Rasululah SAW. Demikian pula Ya’juj dan Ma’juj yang sudah ada sejak zaman Nabi Zulkarnaen. Ya’juj dan ma’juj telah dikurung oleh Nabi Zulkarnaen diantara dua gunung dengan lapisang dinding yang sangat kuat.
Firman Allah Subhanahu Wata'ala :

إِنَّ اللهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ 


"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat." (Luqman: 34).

Firman Allah Subhanahu Wata'ala :

يَسْئَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللهِ

"Manusia bertanya kepadamu tentang Hari Berbangkit. Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah'." (Al-Ahzab: 63).

Rasulullah pernah didatangi oleh malaikat Jibril dengan wujud seorang laki-laki. Pada saat itu para sahabat melihat dan tidak tahu bahwa itu malaikat Jibril. Para sahabat tahu bahwa orang tersebut bukanlah orang yang bermukim disana tetapi penampilanya sama sekali tidak seperti seorang musafir. Dia bertanya kepada Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam tentang iman, Islam, ihsan dan kapan Kiamat. Tiga pertanyaan yang pertama Rasulullah menjawabnya, tetapi untuk pertanyaan yang keempat Rasulullah menjawab dengan jawaban yang menunjukkan bahwa beliau tidak mengetahui, sama halnya dengan Jibril. Sabda Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam :

مَا الْمَسْؤُوْلُ عَـنْهَا بِأَعْـلَمَ مِنَ السَّائِلِ.  

"Yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya." (Muttafaq alaihi dari Abu Hurairah, Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 47 dan Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2).

Dua orang kepercayaan Allah sekaligus utusannya yang pertama dari penduduk langit, Jibril dan yang kedua dari penduduk bumi, Muhammad Rasulullah sama-sama tidak mengetahui kapan Kiamat tiba. Lalu bagaimana menurut Anda dengan selain keduanya?

Allah memang merahasiakan kedatangan hari kiamat kepada seluruh makhluk-Nya tetapi Allah tidak merahasiakan tanda-tandanya. Mengenai tanda-tandanya memang sudah banyak dijelaskan secara umum dan terperinci baik dalam Alquran maupun lisan Rasulullah. Sebagai mana kita jelaskan tadi bahwa tanda kiamat itu terbagi menjadi dua yaitu tanda kiamat kecil dan besar atau yang sering disebut kiamat sughra dan kiamat kubra.

Keadatang Dajjal, Ya'juj dan Ma'juj sebagai Tanda hari Kiamat Besar
Kiamat


Adapun tanda-tanda kimat besar, maka ia adalah tanda-tanda yang apabila ia terjadi berarti Kiamat sudah di ambang pintu. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2037) dari Hudzaifah bin Usaid al-Ghifari, Rasulullah bersabda :

إِنَّهَا لَنْ تَقُوْمَ حَتَّى تَرَوْا قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ: الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنُزُوْلَ عِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ، وَيَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوْفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ ذلك نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ 

"Sesungguhnya kiamat tidak akan tiba sehingga kalian melihat sebelumnya sepuluh tanda, lalu beliau menyebutkan: Asap, Dajjal, binatang melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa putra Maryam, Ya`juj dan Ma`juj, tiga pembenaman (di timur, di barat dan jazirah Arab), dan yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman menggiring manusia ke Mahsyar mereka."

Dajjal secara etimologi berarti penipu ulung dan pembual besar. Secara istilah dia adalah seorang laki-laki pembual, pengaku dirinya tuhan yang keluar di akhir zaman. Fitnah Dajjal adalah fitnah terbesar, sehingga salah satu permohonan Nabi kepada Allah di dalam shalat adalah perlindungan diri darinya. Dari Aisyah, bahwa Rasulullah berdoa di dalam shalat :

اللهم إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. اللهم إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ. 

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah al-Masih Dajjal. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang." (Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 447; dan Mukhtashar Shahih Muslim, no. 306).

Bacaan ini juga sering diperintahkan oleh ulama-ulama sekarang untuk membacanya pada akhir dari shalat yaitu setelah membaca tahyat akhir. Tujuannya ama yaitu agar kita juga terlindung dari fitnah Dajjal. Disamping itu, Rasulullah memperingatkan umatnya dari fitnahnya, bahkan hal yang sama dilakukan oleh nabi-nabi sebelumnya. Rasulullah bersabda :

إِنِّيْ أُنْذِرُكُمُوْهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ أَنْذَرَ قَـوْمَهُ لَقَـدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَـوْمَهُ

"Sesungguhnya aku memperingatkanmu dari Dajjal. Tidak seorang nabi pun kecuali dia memperingatkan kaumnya darinya. Demikian pula Nuh, dia memperingatkan umatnya darinya." (Muttafaq alaihi dari Ibnu Umar. Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 1246; dan Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2044).

Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda : "Tidak ada makhluk dengan fitnah terbesar sejak Allah menciptakan Adam sampai Hari Kiamat melebihi Dajjal." (HR. Muslim dari Imran bin Hushain. Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2058).



Ciri-ciri Dajjal 


Mata kanannya cacat tertutup kulit tebal (oleh karenanya dia disebut dengan al-Masih yang berarti orang yang dihapus yaitu matanya). Matanya seperti anggur terapung, di antara keduanya tertulis "kafir" yang bisa dibaca setiap Mukmin atau orang yang membenci perbuatannya; baik orang tersebut bisa membaca atau tidak. Dia berambut sangat keriting, kulitnya merah, berbadan tinggi besar (mirip dengan Abdul Uzza bin Qathan bin Amr al-Khuza'i), mandul tidak beranak. Dia keluar dari sebuah jalan di antara Syam dan Irak. Hidup di bumi selama empat puluh hari berbuat kerusakan.
Satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan dan satu hari seperti seminggu dan hari-hari lain seperti hari-hari biasa. Kecepatannya seperti hujan diterpa angin kencang. Dia mendatangi suatu kaum, dia mengajak mereka, dan mereka beriman kepadanya dan menjawab ajakannya, lalu dia menyuruh langit dan ia menurunkan hujan, dia menyuruh bumi, maka ia menumbuhkan tanaman, maka ternak-ternak mereka makmur, punuknya tinggi, susunya deras dan perutnya kenyang. Sebaliknya, ketika Dajjal mengajak kaum yang lain lalu mereka menolaknya, maka mereka ditimpa kesulitan hidup, harta mereka binasa sehingga mereka tidak memiliki apa pun. Dajjal berkata kepada tanah kosong, "Keluarkan harta yang ada di perutmu", maka harta itu pun keluar mengikutinya seperti lebah mengikuti ratunya. Dia mampu menghidupkan orang mati, dia membelah seorang pemuda kuat menjadi dua bagian, kedua bagian tersebut dipisah sejauh lemparan anak panah, lalu Dajjal memanggilnya, dan ia pun datang dengan wajah berseri dan tertawa.

Pengikut Dajjal adalah orang-orang Yahudl Ashbahan sebanyak tujuh puluh ribu. Tidak ada negeri di bumi ini, kecuali Dajjal menginjakkan kaki padanya kecuali Makkah dan Madinah, karena di setiap lorong yang menuju kepada keduanya terdapat malaikat yang berbaris dan bersenj4ta. Setiap kali Dajjal hendak memasuki-nya, dia dihadang oleh malaikat dengan senj4tanya.

Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda : "Tidak ada suatu negeri pun, kecuali ia didatangi Dajjal selain Makkah dan Madinah, tidak ada satu jalan dari jalan-jalan kedua kota tersebut kecuali padanya malaikat berbaris menjaganya." (Muttafaq alaihi dari Anas bin Malik, Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 866 dan Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2055).

Meskipun kehadiran Dajjal di akhir zaman telah ditetapkan dan ciri-cirinya telah dirinci oleh Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam, namun masih ada sebagian kalangan yang tidak mempercayainya. Menurut mereka Dajjal hanyalah ilusi dan khayalan belaka. Apapun alasannya, hal itu berarti tidak mempercayai Muhammad sebagai Rasulullah. Atau ada sebagian kalangan yang mempercayainya akan tetapi mereka membelokkan maksud dan makna Dajjal kepada makna yang lain yang tidak sesuai dengan zahir hadits-hadits yang ada. Menurut mereka Dajjal adalah sebuah kekuatan yang menin-das kaum Muslimin.

Kaum Muslimin Rahimakumullah, Apa pun alasan pendapat ini, ia adalah salah, karena di dalam hadits-hadits, secara jelas disebutkan keterangan-keterangan yang tidak sesuai dengannya. Jadi hal itu sama dengan membelokkan dalil secara paksa ke arah yang tidak diinginkan oleh dalil itu sendiri.
Langkah apakah yang mesti diambil seorang Muslim dalam menghadapi Dajjal? Jawabannya adalah seperti yang ditunjukkan oleh Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam.

Pertama : Memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu Wata'ala darinya di setiap shalat sebelum salam. Hal ini dilakukan dan diperintahkan oleh Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam. Logika sederhana, jika Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu Wata'ala darinya, bukankah kita lebih layak?

Kedua : Menjauh dan menghindar. Hal ini karena Dajjal adalah fitnah terbesar, dan cara mujarab untuk menangkalnya adalah jangan mendekatinya. Lalu bagaimana jika seorang Muslim mendapatkannya? Jika demikian, hendaknya dia membaca beberapa ayat pertama surat al-Kahfi. Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :

"Barangsiapa dari kalian mendapatkannya, maka hendaknya dia membaca pembukaan surat al-Kahfi untuk menolak bahayanya." (HR. Muslim dari an-Nawas bin Sam'an, Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2048).

Ketiga : Hendaknya seorang Muslim tetap memegang teguh akidahnya yang lurus dan imannya yang kokoh agar tidak tertipu oleh Dajjal.

Dari Hudzaifah radiyallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah bersabda : "Apabila Dajjal muncul, dia mempunyai air dan api. Adapun yang dilihat orang-orang bahwa ia adalah api, justru ia adalah air yang dingin. Adapun yang dilihat orang-orang bahwa ia adalah air yang dingin, justru ia adalah api yang membakar. Barangsiapa dari kalian mendapatkan itu, maka hendaknya dia masuk ke dalam sesuatu yang (secara zhahir) dia lihat bahwa ia adalah api, karena ia adalah air yang segar lagi dingin." (Muttafaq alaihi. Lafazh ini adalah lafazh al-Bukhari, Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 1375; Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2046).

Bagaimana akhir perjalanan Dajjal ini? Dia mati di tangan al-Masih Isa putra Maryam. Dalam hadits Abdullah bin Amr yang panjang, Rasulullah mengatakan hal ini. Sabda beliau : "Lalu Allah mengutus Isa putra Maryam, seakan-akan dia (mirip) Urwah bin Mas'ud. Lalu Isa membvru Dajjal dan membinas4kannya." (HR. Muslim, Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2052).

Di antara tanda Kiamat Kubra juga adalah keluarnya Ya`juj Ma`juj dari kurungannya. Kemunculan Ya’juj Ma’juj sebagai tanda kimat besar selanjutnya wajib kita imani. Tidak ada keraguan sedikitpun akan kedatangan mereka karena sesungguhnya mereka sudah ada sejak lama dan jumlahnya sangat banyak sekali.

Firman Allah Subhanahu Wata'ala : "Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya`juj dan Ma`juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari Berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata), 'Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim'." (Al-Anbiya`: 96-97).

Kemuculan mereka merupakan tanda bahwa hari kiamat sudah sagat dekat sekali. Tidak ada yang tahu tempat dikurungnya Ya’juj dan Ma’juj oleh Raja Zulkarnaen. Sampai sekarang tempatnya masih dalam rahasia Allah. Jika tempatnya sudah diketahui maka pasti umat manusia akan melakukan sesuatu kepada mereka sehingga Allah masih tetap merahasiakannya hingga mereka keluar sendiri dari tempatnya pada waktu yang telah ditentukan. Keluarnya mereka adalah keburukan yang dekat yang telah diperingatkan oleh Rasulullah.

Dari Zainab binti Jahsy bahwa Nabi datang kepadanya dengan tergopoh-gopoh. Beliau bersabda : "La ilaha illallah, celaka orang-orang Arab dari keburukan yang telah dekat. Pada hari ini benteng Ya`juj Ma`juj dibuka seperti ini. Rasulullah melingkarkan ibu jarinya dengan jari telunjuknya." (Muttafaq alaihi, Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 1341; Mukhtashar Shahih Muslim, no. 1987).

Bayangkan saja, pada zaman Rasulullah sudah ada lobang yang dikorek untuk bisa keluar dan menjelajahi dunia apalagi sekarang ini mereka sudah sangat lama melakukannya. Meskipun demikian, dinding tersebut tetap tidak bisa ditembusi hingga ketetapan Allah telah tiba. Dalam surat al-Kahfi ayat 94-98. Allah menjelaskan bahwa Ya`juj Ma`juj dikurung oleh Dzulkarnain dengan baja, karena mereka berbuat kerusakan di bumi sehingga mereka tidak keluar darinya sampai tiba saatnya janji Allah. Apapun itu, begitulah nama mereka yang tercantum di dalam al-Qur`an dan hadits-hadits Nabi. Mereka adalah sekelompok umat dari Bani Adam, jumlah mereka sangatlah besar.


Ciri-ciri Ya'juj dan Ma'juj

Mengenai ciri-ciri mereka, terdapat sebuah hadits di Musnad Imam Ahmad (5/271), al-Haitsami dalam Majmu' az-Zawa`id (8/9) berkata tentangnya, "Rawi-rawinya adalah rawi-rawi ash-Shahih." Hadits tersebut menjelaskan bahwa mereka berwajah lebar seperti tameng yang menonjol dengan rambut merah kecoklatan, mata sipit, datang dengan cepat dari tempat yang tinggi. Keluarnya mereka dari kurungan memiliki cerita tersendiri yang disebutkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam hadits no. 3153 dan Ibnu Majah no. 4131 dari Abu Hurairah, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 1735. Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :

"Sesungguhnya Ya`juj dan Ma`juj membongkarnya setiap hari, sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari. Pemimpin mereka berkata, 'Kalian pulanglah, kita teruskan besok'. Lalu Allah mengembalikannya lebih kuat dari sebelumnya. Hingga ketika masa mereka telah tiba dan Allah ingin mengeluarkan mereka kepada ma-nusia, mereka menggali, ketika mereka hampir melihat cahaya ma-tahari, pemimpin mereka berkata, 'Kalian pulanglah, kita teruskan besok, insya Allah Subhanahu Wata'ala'. Mereka mengucapkan insya Allah. Mereka kembali ke tempat mereka menggali, mereka mendapatkan galian da-lam keadaan seperti kemarin. Sehingga mereka (berhasil) menggali dan keluar kepada manusia. Mereka meminum air sampai kering dan orang-orang berlindung di benteng mereka. Lalu mereka me-lemparkan panah-panah mereka ke langit, dan ia kembali dengan berlumuran dar4h. Mereka berkata, 'Kita telah mengalahkan pendu-duk bumi dan mengungguli penghuni langit'."

Rasulullah bersabda (yang artinya) :

"Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam, 'Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku berlindung di ath-Thur'. Lalu Allah mengeluarkan Ya`juj dan Ma`juj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rombongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah mengering, mereka berkata, 'Sepertinya dulu di sini pernah ada air'. Nabi Isa ‘Alaihissalam dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar bagi kalian sekarang ini, lalu Nabi Isa ‘Alaihissalam dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher Ya`juj dan Ma`juj, maka mereka mati bergelimpangan seketika seperti matinya satu jiwa. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka (Ya`juj dan Ma`juj). Lalu Nabiyullah Isa ‘Alaihissalam dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kain (tenda). Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan."  -Nawas bin Sam'an di Shahih Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2048).

Beriman kepada hari akhir merupakan sebuah kewajiban termasuk dengan tanda kedatangan Dajjal, Ya’juj dan Ma’ju. Tidak ada keraguan akan kedatangan mereka. maka oleh sebab itu berlindunglah kepada Allah dan terus tingkatkan iman agar senantiasa kokoh ketika datangnya musibah besar yang seperti ini. Aamiin.

0 Response to "Kemunculan Dajjal, Ya'juj dan Ma'juj sebagai Tanda hari Kiamat Besar"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link aktif;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.