Cara Membina Keluarga yang Sakinah

Berbicara masalah rumah tangga banyak yang kita temui bermacam macam masalah dan gambaran dalam rumah tangga menurut pengalaman yang kita dengarkan. Begitu banyak persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan berkeluarga yang menguras hati dan pikiran.  Kita tidak perlu membandingkah rumah tangga kita dengan rumah tangga orang lain.

Kehidupan rumah tangga tentu banyak ujian menyatukan dua orang pribadi yang berbeda dengan prinsip hidup berbeda kemudian bersatu membentuk keluaga bersama ini butuh perjuangan bahkan pengorbanan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Bahkan bila pun kita menghindar dari persoalan rumah tangga tentu kita akan tetap akan menghadapinya. Maka kunci rumah tangga yang harmonis dan awet kurangi keegoisan, mengalah terhadap pasangan bukan berarti kalah.

Tunjukilah rasa hormat dan saling menghargai akan sesama pasangan  jangan menghakimi pasangan suami/istri dengan perkataan kasar yang menyakiti hatinya jika itu hanya candaan semata maka perbaiki secepat mungkin sebelum boomerang itu muncul dalam rumah tangga kita. Hargai pendapat pasanganmu walaupun tidak benar menurutmu biarkan ia berargumen bila alasanya tidak jelas maka benarkan dengan cara yang baik.
Cara Membina Keluarga yang Sakinah
Keluarga

Biasanya tidak harmonisnya keluarga sering terjadi karena kurangnya komunikasi antar pasangan dengan jarangnya komunikasi ini menimbulkan hal-hal yang lain yang menjadi pemicu dalam rumah tangga, salah satunya adanya WIL/PIL dalam rumah tangga. Maka awal dalam memupuk rumah tangga harus didasari dengan ilmu agama agar tidak terjadi hal yang demikian.

Kelurga yang tidak bahagia tidak hanya di rasakan oleh suami/istri namun juga akan berdampak pada tumbuh kembang anak dan kurangnya ketentaraman dan kehangantan dari keluarga menjadi penyebab anak yang temperamen. Maka jangan hancurkan masa tumbuh kembang mereka dengan ini karena memori ingatan mereka yang tajam mereka mampu merekam semua hal yang terjadi di dalam kehidupannya

Bia ingin memperbaiki hubungan rumah tangga maka cobalah perbaiki terlebih dahulu hubungan kita dengan Allah apakah sudah baik. Teruslah berhusnuzon kepada Allah maka Allah akan menjaga dan memudahkan segala urusan kita. Pupuklah rumah tangga itu dengan cinta dan kasih sayang di dalamnya terlebih bahagianya hati istri maka seisi rumah akan bahagia karena istri adalah jantung dalam rumah tangga. Bila rezekimu sempit maka cobalah perbaiki sedekahmu terhadap istri maka Allah akan turunkan rezeki yang lebih baik atasmu.

Awalilah penikahan karena rasa suka dan menyukai saling senang dan menyenangkan agar terjalinya sebuah rumah tangga tanpa paksaan yang membuat banyak perdebatan tanpa kata usai dan persengketaan. Awal tujuan dari pernikahan adalah kebahagiaan maka hakikat pernikahan sesuangguhnya adalah kententaraman seperti yang tertera dalam ayat Al- Quran Ar-Rum ayat 21

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS. Ar-Rum ayat 21]

Abu Hurairah RA merekam nasihat Rasulullah SAW soal cara yang baik dalam menasihati perempuan. Rasulullah SAW bersabda, "Sampaikanlah pesan kebaikan kepada kaum perempuan karena sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika kalian ingin meluruskannya, maka kalian mematahkannya, jika kalian biarkan saja, niscaya ia akan tetap bengkok." (Muttafaq 'Alaih).

Maka kiat dalam kesuksesan dalam rumah tangga adalah saling mendekati diri kepada Allah, berlemah lembut suami terhadap istri dan Syekh Salim bin Id Hilali dalam Syarah Riyadhush Shalihin mengungkapkan kandungan dari hadis agung di atas. Pertama, hendaknya seorang lelaki bersikap lemah lembuh kepada kaum wanita kerena kelemahan mereka dan kelemahan akal mereka. Wanita mungkin tidak akan selamanya lurus dalam suatu keadaan. Karenanya, hendaknya para lelaki menyesuaikan diri agar kehidupan rumah tangga bisa harmonis.

Penulis: Istriku Tercinta

0 Response to "Cara Membina Keluarga yang Sakinah"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link aktif;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.