Tata Cara Takbiratul Ihram Dalam Shalat Dan Lafadznya yang Benar

Salah satu rukun yang wajib dalam shalat adalah takbiratul ihram. Takbiratul ihram adalah tempat dimana dimulainya haram untuk melakukan perbuatan yang halal diluar shalat contoh makan, minum, berbicara dan sebagainya. Takbiratul ihram juga merupakan tempat memulainya niat artinya adalah letak pembacaan niat dalam hati adalah saat takbiratul ihram. Jika niat dilakukan setelah atau sebelum takbiratul ihram maka tidak sah shalatnya. Adapun bacaan takbir adalah “Allahuakbar”.

Wajib bagi orang yang mampu mengucapkan takbiratul ihram itu untuk mengucapkannya. Tidak boleh bacaan takbir itu diubah dengan lafadz yang lain seperti "Allahulkabir" atau "Arrahmanuakbar" atau "Allahul’adhim" dan sebagainya. Dan tidak boleh pula mengubah salah satu dari lafadz takbir “Allahuakbar” seperti contoh diatas tadi. Dan tidak sah pula takbir apabila dibolak balik misalanya lebih dahulu lafadz akbar dari pada Allah karena Allah itu dzat sedangkan Akbar itu adalah sifat.
Dan tidak mengapa yaitu boleh memisahkan antara kalimat takbir dengan “alif lam” contohnya “Allahulakbar”.  Dan boleh pula memisahkan kalimat takbir itu dengan sifat yang tiada dipanjangkan seperti “Allahuljalilulakbar” atau “Allahurrahmanurrahimulakbar”. Tetapi tidak sah takbir apabila dipanjangkan seperti “Allahuljalilul ‘adhimulhalimulakbar” karena terlalu banyak menyebutkan sifat Allah.
Tata Cara Takbiratul Ihram Dalam Shalat Dan Lafadznya yang Benar
Kalimat Takbir
Apabila seorang yang belum bisa sebab belum belajar mengucapkan kalimat takbir dalam bahasa arab seperti orang yang baru masuk islam atau sering disebut dengan mu’allaf maka boleh mengucapkan takbir dengan diterjemahkan seperti makna Allahukabar adalah “Tuhan Maha Besar”. Meskipun demikian wajib baginya untuk terus belajar hingga bisa mengucapkan takbir dalam Bahasa Arab. Meskipun demikian, tidak boleh dan tidak sah takbir itu diganti dengan kalimat yang lain bagi orang yang belum bisa mengucapkan takbir dalam Bahasa Arab tersebut. Artinya wajib baginya membaca terjemahan dari kalimat takbir "Allahukabra".

Adapaun untuk orang yang bisv, maka wajib baginya untuk menggerakkan lidahnya, dua bibirnya dan digoyangkan anak lidah yang pada akhir langit-langit ketika mengucapkan kalimat takbir. Atau dengan kata lain wajib baginya menggerakkan mulut dan lidah sebagaimana orang yang biasa mengucapkan takbir. Adapaun baginya dengan kadar kuasa. Jika seorang yang bisv tersebut tidak mampu mengucapkan atau menggerakkan bibir atau lidanya maka boleh baginya dengan diniatkan dalam hati.

Ketika bertakbir, wajib memperdengarkan pada telinga diri masing-masing jika tidak maka tidak sah takbirtaulihramnya. Akan tetapi tidak boleh memperbesar bacaan takbir hingga terdengar oleh orang lain karena bisa menyebabkan terganggu orang lain yang sedang berniat dalam takbiratul ihramnya. Karena pada takbir ini wajib meletakkan niat di dalamnya seperti yang telah kita ulas di atas dan dalam article lain

Baca : Tata cara niat yang benar di dalam shalat

Itu saja ulasan mengenai rukun takbiratul ihram didalam shalat. Semua ini kami rangkum dari satu kitab kuning yang bernama madhla’ul badrain. Semoga memberikan manfaat dan memberikan faedah baik untuk penulis atau pembaca. aamiin

0 Response to "Tata Cara Takbiratul Ihram Dalam Shalat Dan Lafadznya yang Benar"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link aktif;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.