Apa Saja Hal-Hal Yang Bisa Membatalkan Puasa Bagi Laki-Laki dan Perempuan?

Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang unik yang diwajibkan kepada seluruh umat islam. Selain puasa Ramadhan ada pula puasa sunat dan qadha yang dilaksanakan pada bulan yang lain. Puasa dikatakan unik karena dapat memperoleh pahala beda dari ibadah yang lain. Selain itu banyak keistimewaan dan keunggulan di dalam puasa.  Pada ulasan lalu kita telah membahas tentang rukun, syarat sah dan syarat wajib puasa maka perlu kita ketahui juga tentang hal-hal apa saja yang bisa membatalkan puasa baik puasa wajib maupun puasa sunat bagi laki-laki dan perempuan. Karena banyak sekali orang-orang sekarang yang berpuasa tetapi tidak mengetahui apa saja yang bisa menggugurkan puasanya. Dia terus berpuasa padahal puasanya telah tidak sah lagi.
Bagi yang sudah batal puasanya baik sengaja atau tidak sengaja, jika puasanya termasuk puasa fardhu maka wajib hukumnya mengqadha puasanya pada hari yang lain. Untuk puasa kifarat atau denda dan nazar maka wajib mengulanginya pada hari yang lain. Ada diantara yang membatalkan puasa yang mendapatkan denda bahkan dosa apabila dikerjakan dengan sengaja.

Baca : Syarat sah, Syarat Wajib dan Rukun Puasa
Apa Saja Hal-Hal Yang Bisa Membatalkan Puasa Bagi Laki-Laki dan Perempuan?
Ramadhan Kareem


Hal-hal yang bisa menbatalkan puasa bagi laki-laki dan perempuan

1. Makan dan minum secara segaja

Makan dan minum dengan sengaja haram dilakukan ketika sedang berpuasa. Bagi siapa saja yang batal puasanya karena makan dan minum ketika puasa dengan sengaja maka wajib baginya mengqadha puasa sebanyak yang telah dia tinggalkan. Adapun jika seorang yang makan karena tidak sengaja maka tidak membatalkan puasanya. Perlu diketahui bahwa orang yang makan dengan sengaja maka dosa baginya karena haram bagi yang wajib dan sah puasa baginya makan pada saat siang hari puasa. Artinya bahwa jika seseorang itu pada dasarnya wajib dan sah puasanya jika dikerjakan maka haram untuk makan pada siang hari pada bulan ramadhan. Berbeda dengan orang haid, nifas dan wiladah, mereka boleh makan pada siang hari karena hukum dasar bagi mereka adalah tidak sah puasa, tetapi tetap wajib mengqadha puasanya.

2. Berhubungan suami istri dengan sengaja

Berhubungan suami istri dengan sengaja pada saat sedang berpuasa dapat membatalkan puasa. Apalagi jika dilakukan pada saat sedang berpuasa ramadhan maka jatuh kifarat baginya. Kifarat atau denda untuk orang yang berhubungan suami istri pada siang hari ada 3 yaitu puasa 2 bulan berturut-turut, memerdekakan bud*k dan memberikan makan 60 fakir miskin seperti tersebut dalam hadits berikut ini:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seseorang sambil berkata: “Wahai, Rasulullah, celaka !” Beliau menjawab,”Ada apa denganmu?” Dia berkata,”Aku berhubungan dengan istriku, padahal aku sedang berpuasa.” (Dalam riwayat lain berbunyi : aku berhubungan dengan istriku di bulan Ramadhan). Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,”Apakah kamu mempunyai budak untuk dimerdekakan?” Dia menjawab,”Tidak!” Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi,”Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Dia menjawab,”Ttidak.” Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi : “Mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?” Dia menjawab,”Tidak.” Lalu Rasulullah diam sebentar. Dalam keadaan seperti ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi satu ‘irq berisi kurma –Al irq adalah alat takaran- (maka) Beliau berkata: “Mana orang yang bertanya tadi?” Dia menjawab,”Saya orangnya.” Beliau berkata lagi: “Ambillah ini dan bersedekahlah dengannya!” Kemudian orang tersebut berkata: “Apakah kepada orang yang lebih fakir dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada di dua ujung kota Madinah satu keluarga yang lebih fakir dari keluargaku”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi taringnya, kemudian (Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berkata: “Berilah makan keluargamu!”.

3. Keluar air mani dengan sengaja 

Keluar mani dengan sengaja pada saat sedang melaksankaan puasa maka membatalkan puasanya. Mengeluarkan mani dengan saja bisa karena bersentuhan, berc*uman, pegang-pegangan, p*luk-p*lukan, mast*rbasi/0nani, dan hal lain yang disengaja. Adapaun jika tidak sengaja seperti bermimpi maka tidak batal puasanya baginya hanya perlu mandi junub dengan baik dan benar.

4. Perempuan yang mengalami haid atau nifas atau wiladah

Apabila seorang wanita yang sedang berpuasa lalu keluar haid atau yang lebih dikenal dengan datang bulan maka batallah puasanya meskipun sudah hampir berbuka puasa. Tidak sah baginya melanjutkan puasanya hingga terbenam matahari. Pada hari selanjutnya juga tidak boleh puasanya baginya hingga selesai masa haidnya. Begitu pula pada perempuan nifas dan wiladah maka sama hukumnya.
Boleh makan pada siang hari untuk wanita yang haid, nifas atau wiladah karena hukum dasar bagi mereka tidak sah puasa. Walaupun boleh makan pada siang hari tetapi wajib baginya untuk menghormati orang yang sedang berpuasa dengan tidak makan atau minum di depannya.

5. Muntah karena disengaja

Muntah dengan sengajadapat membatalkan puasa wajib atau sunat. Muntah dengan sengaja biasanya sering dilakukan agar memiliki alasan untuk membatalkan puasanya. Meskipun puasanya telah batal akan tetapi tetap haram baginya untuk makan pada siang hari. Jadi mau pilih yang mana? Tetap puasa dan mendapatkan pahala atau muntah/ membatalkan puasa tetapi mendapatkan dosa dan haram makan pada siang hari.

Apabila seorang yang memang akan muntah jika naik mobil, pesawat atau kapal laut maka tidak batal puasanya karena memang keadaannya seperti itu. Jika seorang yang puasa lalu mendekati bangk*i atau bau bus*k agar dia muntah maka batal juga puasnya jika dia muntah. Adapun menyikat gigi lalu menggosok lidah hingga kerongkongan yang dapat menyebabkan dia muntah maka hal ini juga membatalkan puasanya.

6. Gila atau hilang akal

Gila atau hilang akal akan membatalkan puasanya. Orang yang sedang berpuasanya lalu hilang akal atau gila maka tidak sah lagi puasanya. Akan tetapi tidak batal puasa bagi orang yang pingsan. Bagi orang yang gila wajib baginya untuk mengqadha puasanya tetapi tidak ada denda atau kifarat baginya.

7. Keluar dari Islam

Bagi orang yang keluar dari Islam atau yang sering disebut murtad maka batal puasanya. Tidak hanya batal puasanya yang sedang dilaksanakan bahkan puasa dan amalan dia yang telah lalu hangus tanpa sisa. Yang tersisa hanyalah dosa dan tambahan dosa akibat murtad. Jika seorang yang telah murtad lalu ingin masuk Islam lagi wajib mengucap dua kalimah syahadat lalu mengqadha seluruh kewajiban ibadah dirinya dari semenjak dia menuai kewajiban hingga dia taubat.

8. Memasukkan suatu benda ke dalam lubang/rongga tubuh 

Memasukkan sesuatu benda, barang, makanan, minuman kedalam rongga yang terbuka dapat membatalkan puasa. Rongga-rongga yang terbuka termasuk mulut, hidung, telinga, dua jalan keluar kotoran, dan lobang-lobang lainya. Pada hukum ini termasuk pula haram mer0kok meskipun r0kok itu hanya sekedar asap. Begitu pula untuk orang yang sakit lalu di imfus (opname) maka batal puasanya karena makanan masuk melalui air infus tersebut. Adapaun mengenai sunt*k ada yang berpendapat boleh ada yang berpendapat dapat membatalkan puasa. Ada pula yang berpendapat bahwa boleh suntuk asalkan tidak pada saluran aliran darah.

Untuk yang mandi wajib/junub pada saat sedang berpuasa maka boleh membasuh rongga seperti mandi wajib biasanya. Karena kewajiban dan anjuran untuk membasuh rongga-rongga. Akan tetapi juga harap diperhatikan agar air yang masuk tidak bersangatan kedalam rongga tubuh.

Demikian ulasan hal yang dapat membatalakan puasa, semoga memberikan manfaat kepada penulis dan pembaca. Carilah guru agar anda bisa memahami ilmu dengan benar dan tidak salah paham. Carilah guru yang benar-benar termasuk dalam barisan ahlusunnah wal jamaah agar sesuai dengan aqidah yang dianjurkan. Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin. Wallahu ‘a’lam bissawaf.

0 Response to "Apa Saja Hal-Hal Yang Bisa Membatalkan Puasa Bagi Laki-Laki dan Perempuan?"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain