Tata Cara Mandi Wajib (Junub) dengan Benar dan Rukun serta Sunat Mandi

Mandi, sangat banyak sekali mandi ketika kita hidup di dunia ini. Mulai mandi wajib, sunat, bahkan ada yang mubah. Mandi wajib memiliki alasan dan ketentuan sehingga sesuatu itu dikatakan mandi wajib. Sedangkan mandi sunat biasanya pada saat kita menghadapai sesuatu hari besar dalam islam misalnya hari raya, hari jumat dan hari-hari lain. Dan mandi mubah adalah mandi yang sering kita lakukan sehari-hari.
mandi wajib /junub
Mandi Laut

Mandi wajib memiliki kekuatan hukum yang sangat kuat yang mana bila kita tidak mengerjakannya maka dosa akan bergelimang pada kita dan kita tidak boleh yaitu haram melakukan beberapa amalan ibadah termasuk membaca Al-qur'an, memegang alquran, shalat, thawaf dan lain sebagainya. Banyak sekali orang di dunia ini yang belum mengetahui dan bertanya-tanya bagaimana caranya mandi wajib dengan benar. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini akan kita ulas beberapa tata cara mandi wajib dengan benar juga apa saja syarat sah mandi wajib itu dan apa saja sunat yang terkandung didalamnya.

Untuk pertama kalinya akan kita bahas terlebih dahulu Rukun sah mandi, karena ini merupakan pokok dan yang paling utama dalam kita mengerjakan mandi wajib. Dalam perkara Rukun ini, sekaligus dijelaskan bagaimana cara mandi wajib dengan benar. Sedangkan alasan-alasan atau hal-hal yang menyebabkan mandi wajib sudah kita jelaskan sebelumnya. Begitu juga dengan kewajiban untuk berwudhu lagi apabila sudah mandi wajib karena sebab-sebab tertentu, disana sudah dijelaskan.

Baca : Hal-hal yang menyebabkan seorang wajib mandi Junub

Adapaun tata cara dan rukun mandi wajib adalah sebagai berikut :

1. Niat
Segala amalan yang kita kerjakan selalu didahului oleh niat. Dan ketahuilah bahwa semua amalan itu tergantung pada niatnya. Bahkan amalan baik jika diniatkan salah maka tidak akan memberikan hasil apa-apa. Niat disini adalah berniat menghilangkan hadats besar, ingat ya hadats besar bukan hadats kecil. Dengan lafadz dan niatnya adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA LIROF'I KHADATSIL KHAIDHI LILLAAHI TA'AALAA
Artinya :
Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats haid karena Allah Ta'ala

Adapun tata caranya adalah ketika kita menyiram air pertama pada tubuh baik itu dari kepala, tangan, badan atau sebagainya maka pada saat itulah kita berniat dalam hati. Perlu diketahui bahwa niat itu hanya dalam hati dan perlu diketahui juga bahwa niat itu arti dari lafadh yang kita ucapkan diatas tadi, bukan lafahd arabnya. Siram air perlahan-lahan hingga habis niat yang kita ucapkan dalam hati tadi. Jika kita menyiram air pertama tanpa berniat maka itu tidaklah dihitung karena hitungan kita mulai mandi adalah ketika kita mulai berniat.

2. Menyiram atau membasuh seluruh tubuh dengan air 
Membasuh badan dan seluruh tubuh ketika mandi junub adalah wajib hukumnya. Maknanya adalah membasuh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa ada satu yang ketinggalan satupun. Jika ada barang yang menghalangi maka wajib membukanya hingga air sampai pada tempat itu atau jika mandi tanpa sempurna dengan artian tidak sampai kepada seluruh tubuh atau ada satu anggota tubuh yang tidak terkena air maka mandinya tidak sah.

3. Menghikangkan najis
Menghilangkan najis ketika mandi wajib atau junub adalah wajib hukumnya. Apabila mandi tetapi najisnya tidak bersih maka tidak sah mandinya karena mandinya tidak sempurna. Pada sebagian keadaan memang terdapat najis yang harus dihilangkan seperti mandi karena haid, nifas, dan sebagainya. Pada sebagian mandi memang tidak ada najis akan tetapi ini hanya berlaku apabila ada najis di badan. Untuk berbagai jenis najis dan pembagiannya, dapat membaca postingan kami yang lalu yang membahas tentang najis dan pembagiannya.

Adapaun bermula sunat-sunat mandi adalah sebagai berikut :

1. Membaca ‘bismillah’ pada permulaan mandi;
2. Mendahulukan membasuh dan menyucikan kotoran dan najis pada seluruh badan;
3. Menghadap ke kiblat dan mendahulukan yang kiri daripada yang kanan;
4. Membasuh badan sampai tiga kali;
5. Berwudhu sebelum mandi;
6. Membaca doa setelah wudhu seperti doa pada wudhu untuk shalat; dan
7. Menggosok seluruh badan;

Mungkin ada yang bertanya, mengapa tidak adanya memakai sabun? Ketahuilah bahwa sabun itu tidak dapat menghilangkan hadats, hanya niat satu-satunya yang paling ampuh untuk menghilangkan hadats. Meskipun seorang memakai sabun yang super mahal akan tetapi jika tidak ada niat ketika mandi maka mutlak tidak sah mandinya. Namun mandinya akan sah meskipun tanpa sabun asalkan seorang yang junub itu berniat ketika dia mandi. Islam itu memudahkan umat bukan menyusahkan sebab itulah islam rahmatalil’alamiin. Semoga pembahasan kita memberikan manfaat kepada penulis terutama dan pembaca. Wallahu’a’lam bissawaf.

0 Response to "Tata Cara Mandi Wajib (Junub) dengan Benar dan Rukun serta Sunat Mandi"

Post a Comment