Syarat Wajib dan Syarat Sah Shalat Jumat

Shalat jumat adalah shalat yang dikerjakan pada hari jumat yang dikerjakan oleh laki-laki yang sudah baligh, berakal, merdeka dan bertetap dalam negerinya. Adapun hukum shalat jumat adalah fardhu ain yaitu wajib dilakukan oleh setiap mukallaf. Waktu shalat jumat adalah ketika tergelincir matahari atau lebih dikenal dengan waktu dhuhur. Shalat jumat hanyalah diberlakukan/ diwajibkan untuk laki-laki sahaja. Apabila 3 kali laki-laki tidak mengerjakan shalat jumat maka dia dikategorikan sebagai orang munafik. Adapun dasar hukum shalat jumat adalah sebagai berikut :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Quran Surat Al-Jumu’ah ayat 9)


Rasulullah SAW. juga bersabda :
“Shalat jum’at itu hak yang wajib dikerjakan oleh tiap-tiap orang islam dengan berjama’ah kecuali empat macam orang : 1. Hamba sahaya, 2. Perempuan, 3. Anak-anak, 4. Orang sakit.(Abu daud dan hakim).
shalat jumat lebih dari 40 orang
Shalat Jumat

Adapun syarat wajib shalat jumat adalah sebagai berikut :

1. Islam
Kewajiban shalat jumat hanya berlaku untuk orang islam saja. Orang yang tidak beragama islam tidak ada kewajiban baginya untuk shalat jumat. Orang islam apabila tidak melaksanakan shalat jumat maka akan mendapatkan siksa dari Allah berupa azab yang sangat pedih karena pengingkaran terhadap kewajiban yang telah ditetapkan kepadanya.

2. Baligh
Baligh adalah istilah yang digunakan untuk orang yang sudah sampai umur. Kategori sampai umur untuk semua orang itu berbeda-beda apalagi untuk laki-laki dan perempuan. Biasanya, laki-laki ditandai dengan mulai bermimpi basah sedangkan perempuan mulai mengalami menstruasi. Untuk lebih jelasnya baca ulasan kami dalam artikel yang sudah kami bahas sebelumnya.

Baca : Usia baligh laki-laki dan perempuan

3. Berakal
Berakal adalah orang yang masih memiliki akal dan pikiran sehat. Shalat jumat tidaklah wajib bagi orang gila atau orang yang sedang mabuk bahkan orang yang sedang pitam karena fikirannya masih belum stabil dan tidak akan sah untuk melaksanakan shalat. Juga pada saat itu dia tidak akan bisa membedakan yang mana yang baik dan yang buruk.

4. Laki-laki
Kewajiban shalat jumat hanya berlaku untuk laki-laki sebagaimana telah disebutkan dalam hadits dan uraian di atas tadi. Hukum yang berlaku adalah wajib ain yang mana semuanya harus melaksanakan shalat jumat. adapaun hukum shalat jumat bagi perempuan adalah sunat.

5. Sehat
Orang yang diwajibkan shalat jumat adalah bagi orang-orang yang sehat badannya. Dengan kata lain, orang sakit tidak wajib shalat jumat baginya, dia hanya wajib shalat dhuhur saja. Karena orang sakit akan susah berjalan ke masjid dan penyebab lain yang disebutkan dalam syara’ sehingga orang sakit tidak wajib shalat jumat.

6. Merdeka
Orang yang belum merdeka tidak wajib jumat baginya. Akan tetapi apabila dia hendak melaksanakan shalat jumat maka sunat baginya.

7. Menetap
Menetap adalah orang yang yang bukan dalam keadaan musafir. Orang yang musafir sunat hukumnya apabila mengerjakan shalat jumat. Karena shalatnya tidak terbina maka wajib dia membina shalat dhuhur lagi.

Adapaun syarat sahnya shalat jumat adalah sebagai berikut : 

1. Didalam negeri yang menetap
Shalat jumat wajib dilaksankan dalam sebuah negeri yang telah tetap. Apabila seseorang yang merupakan musafir atau perantau maka tidak terbina baginya shalat, oleh sebab itu wajib membina shalat dhuhur baginya setelah shalat jumat. Adapaun mengerjakanya wajib bagi seorang perantau dan wajib pula bagi musafir yang mendengar azan atau khutbah.

2. Dilakukan dengan berjamaah sekurang-kurang 40 orang
Shalat jumat wajib hukumnya berjamaah dan diikuti oleh orang laki-laki dengan jumlah 40 orang. 40 orang ini merupakan orang yang paham akan rukun-rukun khutbah atau sering disebut ahli jumat. Jika jamaahnya tidak sampai 40 orang atau jamaah lebih 40 akan tetapi kurang dari 40 ahli jumat atau sampai 40 orang akan tetapi termasuk diantaranya musafir atau orang perantauan atau orang yang tidak terangkat baginya shalat jumat maka wajib membina shalat dhuhur setelah shalat jumat. Yang wajib mendengar khutbah adalah bagi ahli jumat.

3. Dilakukan dalam waktu dhuhur
Shalat jumat wajib hukumnya dilaksanakan pada saat dhuhur atau setelah tergelincirnya matahari. Jika shalat jumat dilaksanakan bukan pada waktu dhuhur maka tidak sah shalatnya apalagi sebelum itu dibaca dua al khutbah yang wajib dilakukan pada waktu dhuhur pula.

4. Didahului dengan dua khutbah
Membaca dua khutbah ketika hendak shalat jumat adalah wajib hukumnya. Dua khutbah dibaca sebelum shalat jumat dan dalam waktu dhuhur. Untuk para jamaah wajib hukumnya mengetahui rukun dua khutbah tersebut, jika tidak tahu maka wajib membina shalat dhuhur setelahnya.

Inilah alasan-alasan kenapa ada ditambah shalat dhuhur setelah shalat jumat. Orang yang mengerti akan melakukannya untuk mengafdhalkan ibadahnya meskipun terkadang dalam kampung atau tempat itu memang sudah banyak ahli jumat bahkan paham tentang khutbah itu. Tujuannya adalah untuk menyempurnakan.

Demikian ulasan tentang syarat sah dan syarat wajib jumat semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan semoga Allah meridhainya. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

0 Response to "Syarat Wajib dan Syarat Sah Shalat Jumat"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain