Syarat Khutbah Jumat dan Penjelasannya


Khutbah jumat bagian yang satu dari shalat jumat. Tidak sah shalat jumat tanpa adanya khutbah. Maka oleh sebab itu dipandang perlu untuk dibahas masalah syarat-syarat khutbah agar sah shalat jumat yang kita kerjakan setidaknya sesuai dengan syariat dan hukum-hukum islam ahlusunnahwaljamaah.

Pada kesempatan sebelumnya telah kita bahas tentang rukun dua khutbah yang wajib dilaksanakan ketika membaca dua khutbah. Maka pada kesempatan ini akan kita bahas masalah syarat-syarat dua khutbah jumat. 


Adapun syarat-syarat dua khutbah ada 7 yaitu:


1. Isi Rukun Khutbah Dapat Didengar 40 Orang Ahli Jumat
Wajib hukumnya isi khutbah didengar oleh 40 orang ahli jumat. Jika shalat jumat tidak memiliki 40 orang yang termasuk ahli jumat meskipun jamaahnya lebih dari 40 orang maka wajib membina shalat dhuhur setelah shalat jumat.
mekkah
Mekkah

2. Menutup Aurat
Khatib wajib hukumnya menutup aurat. Aurat laki-laki sebagaimana ditentukan syara’ telah disebutkan dalam ulasan sebelumnya. Jika khatib terbuka auratnya maka tidak sah khutbahnya dan khatibnya harus diganti atau harus menutup auratnya kembali serta khutbahnya harus diulang. 

3. Suci Badan Pakaian dan Tempat dari Hadats Dan Najis
Pakaian, badan dan tempat katib harus suci dari najis dan hadats. Apabila khatib berhadats maka tidak sah khutbahnya. Najis di sini najis yang mana saja yang termasuk najis, begitu juga dengan hadats termasuk hadats besar atau hadats kecil. Contoh hadats besar banyak yang kita kenali dan yang termasuk hadats kecil adalah apabila tidak berwudhu atau hilang air wudhunya. 

4. Dilaksanakan Setelah Tergelincir Matahari
Makna tergelincir matahari adalah ketika masuk waktu dhuhur. Apabila khutbah dilaksanakan ketika waktu shalat dhuhur belum masuk maka tidak sah khutbahnya. Tergelincir matahari adalah ketika matahari sudah condong kearah barat jika diindonesia atau lebih tepatnya matahari sudah condong ke arah terbenamnya matahari.

5. Duduk Antara Dua Khutbah
Duduk antara dua khutbah adalah duduk ketika khutbah pertama selesai, biasanya pada saat duduk itu para jamaah berdoa. Maka duduk inilah yang dikatakann duduk antara dua khutbah. Setelah duduk antara dua khutbah maka khatib berdiri lagi melanjutkan khutbah kedua.

6. Dilakukan Dengan Berdiri Jika Mampu
Khatib dianjurkan untuk berdiri ketika berkhutbah. Jika tidak memungkinkan (ozor) sedangkan khatibnya tidak ada pengganti maka boleh sambil duduk. Dengan berdiri, suara akan lebih terdengar oleh ahli jumat dan bahkan jamaah lain sehingga sangat dianjurkan untuk berdiri.

7. Berturut-Turut Antara Khutbah Pertama dan Kedua
Tertib, wajib hukumnya tertib. Berturut-turut maksudnya tidak boleh khutbah pertama terlebih dahulu atau tidak boleh ada selangan kegiatan lain setelah khutbah pertama.

Khutbah jumat harus dibaca dengan baik dan benar, jangan sampai membacanya dengan bacaan yang salah sehingga menyebabkan tidak sahnya khutbah jumat dan tidak akan sah pula shalat jumatnya. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya bagi para jamaah jumat ketika setelah shalat jumat menambahkan shalat dhuhur setelahnya agar lebih afdhal.

Semikian ulasan kali ini semoga mendapatkan berkah dari Allah SWT. Serta ridha Allah menghampiri kita semua, aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.

0 Response to "Syarat Khutbah Jumat dan Penjelasannya"

Post a Comment