Rukun Khutbah Jumat dan Penjelasannya

Khutbah jumat merupakan bagian yang satu dari shalat jumat. Tanpa dua khutbah maka tidak sah shalat jumatnya karena dua rukun khutbah ini adalah pengganti dua rakaat pada shalat dhuhur. Syarat-syarat khutbah merupakan hal yang wajib dipenuhi oleh seseorang khatib sebelum memulai khutbah sedangkan rukun adalah hal-hal yang wajib terlaksana ketika melakukan khutbah jumat.

Perkara shalat jumat bukanlah main-main. Orang yang tiga kali tidak shalat jumat tanpa ozor maka menjadi orang munafik. Sering kita melihat orang-orang yang datang untuk shalat jumat tapi malah duduk diparkiran atau nongkrong terlebih dahulu diluar masjid tanpa mendengar bacaan khutbah. Tidak hanya itu, mereka malah bercakap-cakap dan ngobrol serta bersenda gurau, maka hal seperti ini tidak boleh dilakukan.
shalat jumat
Shalat Jumat

Adapun rukun dua khutbah adalah sebagai berikut :

1. Mengucap pujian kepada Allah
Mengucap pujian ini adalah pujian dalam Bahasa arab yaitu ‘alhamdulillah…..’ dan seterusnya. Hukum membacanya adalah wajib bagi sang khatib. Dalam membaca pujian tersebut juga harus diperhatikan kebenaran pengucapannya jangan sampai salah, jika salah maka khutbahnya juga tidak sah.

2. Membaca shalawat kepada Rasulullah SAW.
Membaca shalawat dilakukan setelah membaca pujian, juga dilakukan dalam Bahasa arab. Bacaan shalawat pada khutbah juga sperti biasa yaitu ‘allahummashalli’ala saidina Muhammad….’ Dan seterusnya. Seperti halnya pujian, membaca shalawat juga wajib diperhatikan lafadh bacaannya.

3. Berwasiat dengan ‘taqwa’
Yang mana yang dikatakan wasiat itu? Apakah ceramah yang panjang itu atau yang mana? Ketahuilah bahwa wasiat itu adalah yang dibaca setelah shalawat atau seperti bunyi ‘ammaba’dufaya ‘ibadallah, ittaqullahahaqqatuqatih ….. ‘ dan seterusnya, itulah yang dikatan wasiat. Wasiat ini adalah wasiat yang berisi tentang taqwa kepada Allah SWT. dan wajib dibaca pada dua khutbah. lantas apa yang disebut untuk ceramah panjang itu? itu bukanlah wasiat, itu hanya pidato yang dikatakan  dua khutbah setelah pidato itu. ada juga sebagian yang menyatukan khutbah itu dengan pidato tadi, ceramah tersebut dimasukkan dalam rukun, akan tetapi yang admin pelajari dan yang admin sarankan adalah khutbah yang dua setelah ceramah tersebut. ketika selesai ceramah maka masuk dalam dua khutbah.

4. Membaca ayat Al-quran
Membaca ayat alquran wajib pada salah satu rukun dua khutbah. Membaca ayat tidak boleh setengah-setengah atau tidak sampai pada batasan ayatnya. Untuk membaca ayat wajib satu ayat dan boleh membaca satu surat pendek. Membaca ayat alquran bukan hanya sekedar membaca saja akan tetapi lebih memperhatikan tajwid dan makhrajnya sehingga tidak salah bacaannya dan sah khutbahnya.

5. Doa
Doa yang dibaca adalah doa untuk kaum mu’minin dan mu’minat pada qutbah yang kedua. Boleh membaca doa yang panjang dengan memperkirakan jangan sampai habis waktu dhuhur.

pada sebagain pendapat rukunnya ada 6 yaitu dengan ditambahkan syahadat tauhid dan syahadat rasul setelah membaca shalawat, tapi pada pendapat kuat hanya 5 yang telah tersebut di atas. Membaca khutbah wajib dengan bacaan yang benar dan jelas sehingga tidak membuat batalnya khutbah atau tidak menimbulkan keraguan pada sidang jamaah jumat. Perkara jumat ini bukanlah perkara main-main seperti yang kita ungkapkan di atas tadi. Karena hukum dari shalat jumat ini adalah wajib ain. Untuk perkara syarat sah khutbah akan kita bahas dalam ulasan selanjutnya agar tidak bercampur aduk dan para pembaca mudah memahaminya.

Semoga ulasan ini mendapat ridha dari Allah SWT. serta membawa berkah dan nikmat kepada kita dan juga memberikan manfaat kepada pembaca dan penulis. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

0 Response to "Rukun Khutbah Jumat dan Penjelasannya"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link aktif;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.