6 Hal Yang Menyebabkan/ Mewajibkan Mandi Junub (Mandi Wajib)

Mandi merupakan tata cara bagi makhluk Allah untuk menyucikan tubuhnya. Ada banyak sekali mandi dalam syarak, ada mandi karena shalat jumat, mandi wajib, mandi biasa, mandi taubat dan masih banyak lagi mandi. Pada kesempatan ini akan dibahas tentang mandi wajib dan hal-hal yang menyebabkan mandi wajib atau hadas besar.

Mandi wajib merupakan mandi karena seseorang yang telah datang hadas besar kepadanya atau dengan kata lain berhadas. Berbeda dengan hadas kecil yang bisa dihilangkan dengan berwudhu. Hadas besar merupakan hadas yang mewajibkan seseorang mandi dengan menggunakan niat dan mewajibkan seluruh anggota tubuh terbasuh dengan air yang suci lagi menyucikan. Membasuh seluruh anggota tubuh bermakna bahwa membasuh setiap anggota tubuh dari ujung rambut sampai ke ujung kaki tanpa kecuali dan termasuk kedalam rongga-rongga tubuh yang terbuka seperti telinga, hidung dan bahkan bagian tubuh yang terbuka diakibatkan kecelakaan atau sebagainya.

mandi wajib
Ilustrasi Mandi


Adapaun hal-hal yang menyebabkan wajib mandi bagi seseorang adalah sebagai berikut:

1. Berhubungan suami istri 
Yaitu bertemu dua khitan. Apabila suami istri melakukan hubungan dan mengeluarkan mani maka wajib baginya untuk mandi. Bagaimana yang bukan suami istri? Bagi yang sudah halal saja wajib mandi apalagi yang belum halal. Jika tidak mandi maka bertambahlah dosa yang diperbuat disebabkan zina.

2. Keluar mani
Keluar mani baik disebabkan oleh jima’, mimpi atau karena bersentuhan dengan lawan jenis maka wajib mandi. Yang demikian dinamakan mandi junub. Firman Allah SWT.

dan jika kamu junub maka mandilah, (Qs. Al-Maidah ayat 6)

mimpi yang menyebakan keluar air mani bukanlah mimpi yang sering dialami banyak orang. Mimpi yang dimaksud di sini adalah mimpi seorang beranjak dewasa atau akil baligh. Dan ini merupakan tanda bahwa seseorang anak laki-laki sudah mamasuki umur atau akil baligh. Tanda-tanda akil baligh atau sampai umur telah kami bahas pada artikel sebelumnya.

Baca : Usia Baligh laki-laki dan perempuan

3. Sebab selesai haid
Berbeda dengan laki-laki, wanita memasuki sampai umur atau akil baligh  dengan tanda bahwa dia telah mengalami haid. Adapun haid hanya dialami oleh seorang wanita dan tidak mungki seorang pria mengalami haid. Haid hanya terjadi sebulan sekali dengan masa 1-15 hari. Apabila seorang wanita mengalami haid sebulan dua kali bisa jadi disebabkan karena darah penyakit (istihadhah) atau karena stres akan tetapi lebih baik memeriksanya ke dokter. Begitu juga apabila seorang wanita tidak mengalami haid secara teratur sebulan sekali, maka periksa juga ke dokter.

4. Sebab selesai melahirkan (wiladah)
Seperti halnya haid, wiladah juga hanya di alami seorang wanita. Apabila seorang sudah selesai melahirkan maka wajib hukumnya mandi di sertai dengan niat dan membasuh seluruh tubuhnya.

5. Sebab nifas
Yaitu bersalin dimana kondisi setelah berhetinya keluar darah sesudah melahirkan.

6. Sebab mati yang bukan mati syahid
Mati yang bukan mati syahid adalah mati seperti yang di alami oleh banyak orang dan sering kita saksikan. Adapaun kematian yang seperti ini wajib hukumnya dimandikan sesuai ajaran syara’ tanpa kecuali. Adapaun hukum memandikan mayat adalah wajib kifayah, yaitu suatu perkara yang harus di kerjakan dan dilakukan oleh setiap mukallaf dan telah terlaksana kewajiban itu apabila sebagian telah melaksanakannya. Maksudnya adalah apabila sebagain orang dari kampung atau tempat kediaman telah memandikan mayit tersebut maka sudah hilang kewajibannya, akan tetapi semuanya akan mendapat dosa apabila mayit tersebut tidak ada yang memandikan. Adapaun mayit dengan sebab bunvh diri maka haram untuk dimandikan dan dilaksanakan kewajiban lain padanya kecuali menguburkannya.

Maksud yang bukan mati syahid adalah apabila seorang mati syahid maka tidak boleh di mandikan. Karena darah itu akan menjadi saksi pada hari kiamat. Yang wajib bagi orang yang syahid mengafani dan menguburkannya.

Dari Jabir, ia berkata: “Rasulullah pernah mengumpulkan 2 orang laki-laki korban perang Uhud dalam satu kafan, kemudian ia bertanya:’ Siapa di antara mereka yang lebih banyak hafal al- Qur’an? Kemudian ketika diberi tahu salah satu di antara keduanya, maka ia mendahulukannya memasukkan di dalam liang lahat dan ia memerintahkan mengubur dengan darah mereka dan tidak dimandikan serta tidak dishalati.’” (HR. Bukhari, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).

Dan menurut riwayat Ahmad: bahwasanya Nabi bersabda tentang korban Perang Uhud “Janganlah kamu memandikan mereka,karena setiap luka atau setiap tetes darah akan berbau kasturi pada hari kiamat”, dan mereka tidak dishalati.

Maka oleh sebab itu, mandilah wajib apabila telah mendapati salah satu hal diatas karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تَقْرَبُهُمُ الْمَلَائِكَةُ الْجُنُبُ وَالسَّكْرَانُ وَالْمُتَضَمِّخُ بِالْخَلُوْقِ
“Tiga orang yang tidak didekati oleh malaikat (rahmat): orang junub, orang mabuk dan orang yang berlumuran minyak wangi khaluq.” (HR. Al Bazzar; shahih)

Dalam sabda lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ تَقْرَبُهُمُ الْمَلاَئِكَةُ جِيفَةُ الْكَافِرِ وَالْمُتَضَمِّخُ بِالْخَلُوقِ وَالْجُنُبُ إِلاَّ أَنْ يَتَوَضَّأَ
“Tiga orang yang tidak didekati oleh malaikat: bangkai orang kafir, orang yang berlumuran minyak wangi khaluq dan orang junub kecuali jika ia berwudhu” (HR. Abu Dawud; shahih)

Baca Juga : Tata cara mandi junub dengan benar 

Semoga kita senantiasa mendapatkan rahmat dan karunia Allah SWT. Dan menjadi hamba yang mendpatkan ridha-Nya. Aamiin yaa rabbal ‘alamin

0 Response to "6 Hal Yang Menyebabkan/ Mewajibkan Mandi Junub (Mandi Wajib)"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link atau tautan dalam bentuk apapun;
4. Lain-lain