Orang Yang Paling Layak (Utama) untuk menjadi Imam Shalat Berjamaah

Kehidupan menwajibkan kita memiliki pemimpin, sebagai pemersatu dan sebagai penutan atau sebagai pembimbing dalam menjalani kehidupan yang baik dan benar. Oleh sebab itu mengapa kita wajib memilih pemimpin yang dapat dijadikan panutan dan contoh. Begitu pula dalam shalat, imam sebagai pemimpin dalam shalat wajib hukumnya yang layak. Sebelumnya kita telah membahas tentang syarat sah seseorang itu untuk menjadi imam shalat berjamaah. Pada kesempatan ini akan kita bahas tentang seorang yang layak menjadi imam shalat berjamaah.

Lantas apa yang membedakan syarat dan layak menjadi imam? Syarat saha adalah suatu yang harus dipenuhi seseorang untuk dapat menjadi yaitu imam. Jika salah satu syarat tidak ada maka tidak sah dan tidak layak dia menjadi imam dalam shalat. Sedangkan kelayakan adalah seorang itu memang sudah memenuhi syarat untuk menjadi imam dalam shalat hanya saja diantara dua orang atau lebih ada pilihan diantara mereka yang memiliki keunggulan sehingga lebih cocok dan layak memimpin shalat berjamaah.

Baca Juga : Syarat sah sahlat berjamaah

Menurut mazhab syafii, ada 7 orang yang layak menjadi imam dalam shalat berjamaah.

1. Seorang Pemimpin
Seorang pemimpin adalah pilihan pertama dalam memilih untuk menjadikan shalat berjamaah. Maka oleh sebab itu mengapa Allah memerintahkan kita untuk memilih pemimpin yang paham dalam hal agama alias bukan tukang ngawur serta merupakan saudara seiman. Jika bukan saudara seiman, bagaimana caranya dia kaan memimpin kita dalam shalat. Selain itu, pemimpin yang dimaksud adalah seorang laki-laki yang mana merupakan syarat wajib menjadi imam dalam shalat adalah seorang laki-laki. Selain pemimpin itu pintar dan cerdas wajib hukumnya bacaan/ qiraah seorang imam itu bagus dan seorang qari. Ketahuilah bahwa qari bukanlah orang yang bagus suaranya melainkan orang yang benar dan memelihara bacaan qurannya.

Orang Yang Paling Layak (Utama) untuk menjadi Imam Shalat Berjamaah
Shalat Berjamaah


2. Imam Ratib
Imam Ratib maksudnya adalah imam yang berkesinambungan atau imam yang rutin/tetap dalam suatu masjid atau yang sering disebut imam tetap dalam sebuah masjid atau mushalla. Dalam suatu masjid pasti ada seorang imam yang sering mengimami shalat lima waktu. Maka inilah imam ratib yang boleh dijadikan imam karena dia sudah memiliki kriteria sebagai imam yang sudah diverifikasi secara syara’.

3. Yang Paling Banyak Hapalannya dan Paling Paham Al-Qurannya
Ketika hendak melaksanakan shalat berjamaah sering kita lihat jika mereka adalah deretan orang yang alim dan orang yang memnuhi syarat menjadi imam, maka mereka akan memilih orang yang banyak bacaannya dan paham banyak tentang Al-quran. Kelayakan ini merupakan sebagai bukti bahwa orang berilmu memang layak untuk dijadikan pemimpin termasuk dalam shalat berjamaah.

4. Yang Paling Baik Nasabnya
Jika akan melaksanakan berjamaah dan akan memilih imam untuk memimpin shalat sedangkan kriteria di atas semuanya terpenuhi maka untuk selanjutnya lihatlah nasabnya.  Melihat nasab artinya melihat garis keturunan seseorang. Biasanya adalah garis keturunan para habaib atau keturunan para ulama atau keunggulan lainnya yang cocok dalam pilihan tersebut.

5. Yang Paling Baik Akhlaknya
Sebagaimana dalam hadits dikatakan bahwa "adab di atas ilmu" maka jelas mengapa orang yang memiliki akhlak lebih layak menjadi imam. Adab merupakan bagian dari akhlak maka jika seorang yang sudah memiliki kriteria yang telah tersebut di atas maka pilihlah yang santun akhlaknya atau jika diantara pilihan imam memang sudah layak semua maka selanjutnya lihatlah akhlak sebagai patokan untuk kelayakan imam.

6. Yang paling tua
pilihan selanjutnya adalah orang yang paling tua diantara mereka. Karena biasanya yang tua lebih banyak pengalamannya dan paling banyak ilmunya karena kita sekarang kita berbicara tentang pilihan imam antara orang berilmu akan tetapi jika memang yang lebih tua ilmunya lebih sedikit daripada yang muda maka boleh untuk memilih yang muda.

6. Yang Sudah Menikah
Pilihan yang sudah menikah merupakan pilihan lanjutan ketika kriteria lain sudah terpenuhi dan dimiliki oleh semuanya. Ketika ada deretan orang yang memang sangat layak menjadi imam dan memiliki akhlak serta nasab yang bagus maka pilihan selanjutnya adalah pilihlah yang sudah menikah. Orang yang sudah menikah lebih terjaga dan merupakan banyak alasan mengapa orang yang sudah menikah itu lebih layak. Orang yang sudah menikah biasanya pikirannya lebih terjaga dan akan fokus sehingga shalat kusyu'.

7. Yang Paling Cantik Istrinya 
Ketika kriteria menikah dipenuhi oleh yang memenuhi syarat menjadi imam maka pilihan terakhir adalah orang yang paling cantik istrinya. Pilihan ini adalah pilihan terakhir. Biasanya dalam memilih imam shalat berjamaah tidak sampai kesini karena ketika melihat kriteria di atas saja sudah memiliki perbedaan. Pilihan ini adalah pilihan yang bersifat opsional dengan artian bahwa ini adalah pilihan jika semua pilihan di atas sudah terpenuhi.

Oleh sebab itu maka pilihlah imam shalat dengan memperhatikan kelayakannya juga memenuhi syarat sahnya. Memilih imam bukan hanya sekedar memilih. Jangan asal pilih dan lihat maka langsung menunjuk sebagai imam. Begitu juga kepada orang yang ditunjuk, dia harus paham apakah dia layak memimpin shalat itu terutama dengan memperhatikan syarat sah menjadi imam yang telah dibahas sebelumnya. Jangan karena kita menjadi imam maka shalat orang lain tidak sah. Perkara shalat itu bukanlah main-main, shalat merupakan kewajiban. Begitu juga pemimpin, jika memang tidak layak bahkan tidak memenuhi syarat maka jangan memberanikan diri berdiri sebagai imam, ingat ini shalat bukan dagelan. Adapaun patokan kelayakan diatas bukanlah syarat wajib, boleh saja pertukaran ketika memilih berdasarkan kesepakakan asalkan syarat sahnya memang terpenuhi.

Baca : Syarat sah menjadi Imam dalam shalat berjamaah

Semoga pembahasan kita pada hari ini memberikan manfaat kepada semua hamba Allah terutama yang sedang belajar dan kepada penulis. Dan semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

2 Responses to "Orang Yang Paling Layak (Utama) untuk menjadi Imam Shalat Berjamaah"

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link aktif;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.