Syarat Sah dan Wajib Shalat dan Penjelasannya

Sebagaimana ketika kita hendak mendaftarkan pekerjaan, kita harus memenuhi syarat untuk lulus. Maka begitu pula dalam hal shalat, shalat memeiliki syarat yang harus dipenuhi sehingga membawa kepada sahnya shalat yang kita kerjakan. Jika ada yang mengatakan bahwa kita bukan tuhan yang bisa memvonis sah atau tidaknya shalat yang kita kerjakan, hal seperti itu merupakan sebuah kekeliruan, karena dalam ilmu fiqih telah di jelaskan hal-hal apa saja yang menjadi syarat sahnya shalat itu. Sama halnya dengan kita telah diberikan tanda bahwa apabila memenuhi syarat maka sah shalatnya, akan tetapi Allah-lah yang akan memeutuskan apakah shalat kita diterima atau tidak.

Banyak dari kalangan anak-anak muda yang sudah baligh bahkan kaum yang sudah tua tidak mengetahui apa saja yang menjadi syarat sah shalat. Padahal sudah jauh-jauh hari jatuh kewajiban kepadanya tentang shalat itu. Syarat sah shalat wajib kita ketahui karena inilah yang menjadi pokok utama sebelum kita mengerjakan shalat. Jangan sampai kita mengerjakan shalat dalam keadaan yang salah sehingga amalan yang dikerjakan menjadi sia-sia.

Baca juga : Macam-macam sunat dalam shalat


Syarat-syarat Wajib Shalat
1. Beragama islam
2. Sudah baligh atau sampai umur
3. Berakal sehat dan sadar
4. Suci dari Haid dan Nifas
5. Telah datang dakwah kepadanya
Telah datang dakwah maksudnya adalah telah mendapat dakwah Rasulullah. yaitu mengetahui akan diutusnya Rasullah dan risalah yang dibawanya tentang risalah ketauhidan. Karena meskipun sekarang ini sudah maju, masih banyak mereka-mereka yang belum sampai dakwah tentang lahirnya manusia sekaligus Rasul yang paling mulia yang membawa risalah ke jalan yang benar.


Syarat-syarat sah shalat ada 9 yaitu :


1.    Beragama islam
Kewajiban shalat adalah bagi orang-orang yang sudah mengucap dua kalimah syahadat dengan sebenar-benarnya dan dalam keadaan islam yang kaffah. Bagi orang-orang yang tidak beragama Islam tidak wajib shalat baginya. adapaun bagi orang yang sudah beragama islam tidak melaksanakan shalat maka akan mendapatkan dosa dan azab dari Allah SWT..
Syarat Sah dan Wajib Shalat dan Penjelasannya
Sujud dalam Shalat

2.    Sudah baligh atau sampai umur
Bagi setiap insan baik laki-laki maupun perempuan yang sudah sampai umur maka wajib hukumnya mengerjakan shalat. Usia baligh antara laki-laki dan perempuan memiliki perbedaaan, untuk lebih jelas lihat dan baca artikel kami tentang usia baligh antara laki-laki dan perempuan.

3.    Berakal sehat dan sadar
Shalat bukan hal yang main-main sehingga yang benar-benar memiliki akal sehat yang wajib shalat. Berakal sehat berarti tidak mabuk, tidak gila, tidak pingsan, tidak tidur, sehingga dia paham yang dia ucapkan dan bisa menjalankan semua seperti manusia pada umumnya.

4.    Suci dari hadas dan najis
Hadas dan najis memiliki beberapa macam, akan tetapi jika salah satu terkena atau kita tidak suci dari salah satunya maka masih belum layak untuk shalat. Adapaun caranya adalah kita harus bersuci terlebih dahulu dari hadas dan najis tersebut. Adapun hadas ada dua yaitu hadas besar dan kecil sedangkan najis ada 3 yaitu najis ringan, najis berat dan najis pertengahan, untuk lebih jelas baca postingan kami yang berkaitan hal tersebut. Makna suci dari najis secara singkat adalah suci badan, pakaian dan tempat. Sedangkan suci dari hadats adalah suci dari hadas besar dan kecil.

5.    Menutup aurat

Menutup aurat merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslimin dan muslimat. Tidak hanya di dalam shalat bahkan di luar shalat juga wajib hukumnya menutup aurat. Menutup aurat dalam shalat berbeda dengan di luar shalat. Bagi wanita, auratnya adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua tapak tangan. Sedangkan bagi laki-laki auratnya adalah antara pusat hingga lutut. Jika seorang laki-laki mengerjakan shalat dan hanya menutup dari atas pusat hingga bawah lutut tanpa memakai pakaian atau baju maka sah shalatnya akan tetapi makhruh.

Baca Juga : Batasan Aurat laki-laki dan perempuan

6.    Telah masuk waktu shalat
Shalat wajib atau shalat sunnat sudah pasti ada waktunya. Shalat wajib yang kita kerjakan haruslah dalam waktu yang sudah di tentukan oleh syara’. Jika di luar waktu yang telah ditentukan maka tidak sah shalatnya. Untuk mengetahui lebih jelas tentang waktu shalat silahkan simak ulasan kami tentang waktu shalat.

Baca : Makna mengetahu masuk waktu dalam shalat

7.    Menghadap kiblat
Ka’bah merupakan kiblat untuk kita shalat. Ka’bah sebagai arah yang mutlak untuk shalat tidak bisa dirubah dalam bentuk apapaun dan oleh siapapun kecuali Allah. Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang boleh shalat tidak menghadap kiblat termasuk salah satunya berhadapan dengan yang membahayakan jiwa atau nyawa seperti binatang buas sehingga harus berhadapan dengannya untuk mengantisipasi pergerakan dari binatang ini dan ada hal lain yang menyebabkan boleh tidak menghadap kiblat, selengkapnya baca ulasan kami tentang makna menghadap kiblat dalam sembahyang.


8.    Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunat
Mengetahui mana rukun dan mana yang sunat adalah pokok dalam syarat segala syarat. Karena tidak sah shalat jika dia tidak bisa membedakan atau tidak mengetahui yang mana saja termasuk rukun shalat dan yang mana termasuk sunat dalam mengerjakan shalat. Maka untuk itu diwajibkan bagi setiap muslim untuk belajar sehingga membawa kita kepada sahnya shalat sehingga amalan tidak sia-sia.

Semua syarat yang tersebut di atas harus dipenuhi, jika salah satu syarat di atas tidak terpenuhi maka belum layak untuk mengerjakan shalat. Dan diperlukan pembelajaran lebih lanjut tentang ilmu agama sehingga mendapatkan pemahaman yang bagus serta memadai.

Artikel terkait : Hal-hal yang membatalkan shalat laki-laki dan perempuan

Semoga apa yang kita ulas pada bagian ini mendapatkan ridha Allah serta semoga kita selalu diberikan petunjuk dan pertolongan untuk selalu memperjuangkan Agama yang Rahmatan lil’alamin ini. Aamiin aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

0 Response to "Syarat Sah dan Wajib Shalat dan Penjelasannya"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link aktif;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.