Macam-Macam Sunat dalam Shalat dan Penjelasannya

Sebagaimana kita ketahui bahwa hukum islam ada wajib, sunat, haram, makruh, dan mubah. Semua hukum tersebut memiliki bagiannya masing-masing dalam mengerjakan ibadah maka pada kesempatan yang berbahagia ini akan kita bahas masalah sunat-sunat yang wajib diketahui dalam shalat. Perlu digaris bawahi bahwa, sunat dalam shalat itu hukumnya wajib untuk di ketahui akan tetapi sunat untuk diamalkan. Karena mengetahui sunat-sunat dalam shalat itu merupakan syarat sahnya shalat sehingga tidak sah shalat yang kita kerjakan jika kita tidak mengetahui yang mana yang wajib dan yang mana yang sunat dalam shalat itu.

Baca juga : 5 Hukum Islam dan penjelasannya

Banyak diantara kita hingga hari ini tidak bisa dan tidak tahu untuk membedakan yang mana yang wajib dan yang mana yang sunat. Dengan demikian, maka wajib hukumnya untuk menuntut ilmu agar ibadah yang kita kerja. Jika saudara semua telah membaca tulisan ini nanti maka wajib mencari guru agar tidak ada kesalahpahaman antara penulis dan pembaca. Tidak hanya pada tulisan ini, untuk tulisan lain juga berlaku demikian.
masjid
Masjid Tempat Shalat

Sunat dalam shalat itu dibagi dua :

a.    Sunat aba’adh
Sunat aba’adh adalah sunat yang perlu diganti dengan sujud sahwi apabila sunat tersebut ditinggal dalam shalat. Sujud sahwi adalah sujud yang dilaksanakan apabila terlupa sunat aba’adh dalam pelaksanaaan shalat yang tidak disengaja. Jika yang tertinggal adalah rukun shalat maka wajib membina rakaat yang tinggal dan jika shalatnya sudah selesai maka wajib mengulang sembahyangnya. Adapaun sunat aba’adh dalam shalat yaitu :
  •  Membaca tasyahud awal;
  • Membaca shalawat pada tasyahud awal;
  • Membaca shalawat kepada keluarga Nabi SAW. pada tasyahud akhir;
  • Membaca qunut pada rakaat kedua shalat subuh, akhir shalat witir pada pertengahan bulan Ramadhan hingga akhir bulan Ramadhan.

b.    Sunat haiat
Sunat haiat/ haiah adalah gerakan /sunat dalam shalat yang tidak perlu diganti dengan sujud sahwi apabila lupa/ tertingal baik sengaja atau tidak sengaja. Sunat haiah lebih banyak jika dibandingkan dengan sunat aba’adh, diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Mengangkat tangan pada saat takbir, saat hendak ruku’, saat berdiri dari ruku’ dan saat bangkit dari sujud untuk berdiri;
  • Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri dengan tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri dan posisi telapak tangan kiri adalah diatas pusat dan dibawah dada;
  • Setelah melakukan takbiratul ihram maka membaca iftitah, bacaan doa iftitah adalah ‘allahuakbarkabira walhamdulillah hikatsira…..’ dan seterusnya sampai selesai;
  • Membaca ‘audzubillahiminasysyaithanirrajim atau sering disebut ta’awwudz sebelum membaca surat alfatihah;
  • Membaca aamiin setelah membaca surat alfatihah
  • Membaca surat alquran pada dua rakaat pertama setelah membaca surat alfatihah;
  •  Mengeraskan suara (jihar) bacaan surat alfatihah dan bacaan surat alquran pada dua rakaat pertama hal keadaan berjamaah dan berlaku bagi imam saja pada shalat magrib, isya dan subuh;
  • Membaca takbir pada setiap gerakan shalat kecuali pada saat bangkir dari ruku’;
  • Ketika ruku’ dan sujud membaca tasbih;
  • Membaca ‘sami’allahuliman hamidah’ ketika bangkit dari ruku dan membaca ‘rabbana lakalhamdu….’ Sampai selesai ketika ‘itidal;
  • Meletakkan tangan di atas paha ketika duduk tasyahud awal dan akhir dan tangan kiri membentang sedangkan tangan kanan menggenggam kecuali telunjuk;
  • Duduk iftirasy dalam semua duduk shalat kecuali tasyahud akhir;
  • Duduk tawarruk (bersimpuh) ketika duduk tasyahud akhir;
  • Membaca salam yang kedua; dan
  • Memalingkan muka ke kiri ketika membaca salam yang kedua.
Semua sunat yang dikerjakan akan mendapatkan pahala dari Allah selama yang dikerjakan itu sesuai dengan syara’ dan dengan ikhlas. Semoga amalan kita menjadi amalan yang diterima oleh Allah SWT dan menjadi hamba yang selalu mendapatkan ridha dari Allah SWT. Aamiin aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

0 Response to "Macam-Macam Sunat dalam Shalat dan Penjelasannya"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link aktif;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.