Macam-Macam Rukun Shalat Fardhu dan Sunat serta Penjelasannya

Rukun merupakan hal yang wajib dilaksanakan dalm sesuatu hal, jika salah satu dari rukun itu tidak tertunai maka tidak sah hal tersebut. Akan tetapi ada juga yang namanya rukun tidak wajib terlaksana contoh dalam rukun iman, dalam rukun islam boleh satu hal yang tidak tertunai seperti melaksanakan haji. Haji hanya berlaku bagi yang kuasa. Pada rukun shalat, wajib semua insan yang beriman untuk menunaikan semua rukunnya, jika tidak maka tidak sah shalatnya.
shalat dalam masjid
Pelaksanaan Shalat

Rukun shalat wajib dan shalat sunat tidak ada bedanya. Rukun shalat yang berbeda hanya pada shalat jenazah. Pada shalat jenazah tidak adanya sujud, ruku’ dan sebagainya. Rukun shalat fardhu ada 13 rukun, diantaranya adalah sebagai berikut :

Rukun shalat yang wajib diketahui dan dilaksankaan ada 13 :

1.    Niat
Niat merupakan pokok dalam mengerjakan shalat, niat menentukan kemana tujuan kita dalam menunaikan shalat. Niat menunjukan jenis shalat apa yang akan kita kerjakan dalam waktu itu. Niat dilaksanakan pada saat takbiaratul ihram. Jika niat salaah maka tidak sah sahlat yang dikerjakan.


2.    Berdiri
Berdiri hanya berlaku bagi yang masih kuasa. Bagi yang sudah tidak kuasa baik itu karena sudah tua, lumpuh, tidak bisa berjalan sebab seuatu, sakit dan lain sebagainya maka boleh sambil duduk, berbaring hingga malakukan isyarat mata atau hati saja dalam mengerjakan shalat. Jika isyarat dengan hati saja juga sudah tidak mampu maka itu berarti orang tersebut sudah berpulang ke rahmatullah alias wafat.

3.    Takbiaratul ihram
Takbiaratul ihram adalah tempat dimulainya kegiatan shalat. Apabila takbiratul ihram sudah dilakukan maka semua perbuatan yang halal dilakukan diluar shalat maka haram dilakukan dalam shalat apalagi hal yang haram. Takbiratul ihram juga merupakan tempat letaknya niat. Pada saat kita menunaikan takbiratul ihram dan mengangkat tangan hingga telinga maka pada saat itulah niat ditunaikan dalam hati, ingat dalam hati bukan di ucapkan dengan mulut.

4.    Membacara surat Al-fatihah pada setiap rakaat shalat
Membaca surat alfatihah merupakan rukun shalat yang wajib ditunaikan. Membaca surat alfatihah menurut mazhab syafii wajib membaca bismillah, jika tidak maka tidak sah shalatnya. Selain itu, surah alfatihah tidak boleh diulang dua kali dalam satu rakaat shalat, jika diulang dua kali maka fatihah pertama tidak sah lagi dan harus dibaca fatihah sebanyak satu kali lagi, jadi totalnya tiga alfatihah. Begitulah yang dijelaskan dalam kitab ianatu thalibin.

5.    Ruku’ dengan tuma’ninah
Mengerjakan ruku' merupakan ruku setelah membaca surah alfatihah. Ruku’ adalah membungkukkan badan hingga lurus tulang belakang dan tangan memegang lutut. Sewaktu ruku' tidak langsung berdiri akan tetapi berhenti sejenak atau yang sering disebut tumakninah lalu kemudian berdiri.

6.    I’tidal dengan tumakninah
I’tidal adalah gerakan bangkit dari ruku’. Ketika melaksanakan i’tidal juga tidak langsung menuju kepada gerakan atau rukun selanjutnya akan tetapi berhanti sejenak terlebih dahulu atau tumakninah.

7.    Sujud dua kali dengan tumakninah

Setelah tuma’ninah pada i’tidal maka langsung sujud. Ketika sujud, dahi, hidung, dua tangan, lutut dan ujung kaki menempel pada tikar sajadah atau tempat sujud. Pada sujud juga wajib tumakninah artinya jangan langsung bangkit ketika sujud.

8.    Duduk antara dua sujud dengan tuma’ninah
Duduk antara dua sujud dilaksanakan setelah sujud yang pertama dan setelah itu sujud yang kedua, oleh sebab itulah dinamakan duduk antara dua sujud. Pada duduk anatar dua sujud juga wajib dilaksanakan tuma’ninah sebagaimana pada rukun shalat yang lain yang diwajibkan.

9.    Duduk tasyahud akhir dengan tumakninah

Duduk tasyahud akhir merupakan duduk terakhir dalam shalat. Apabila semua rakaat sudah di selesaikan maka setelah sujud yang kedua maka duduk tasyahud akhir. Duduk tasyahud akhir juga terdapat tuma’ninah padanya.

10.    Membaca tasyahud akhir

Membaca tasyahud akhir hukumnya fardhu dalam sembahyang karena merupakan rukun. Harap diperhatikan dalam membaca tsyahud, karena banyak sekali kita temukan orang yang salah dalam membaca tasyahud akhir, alangkah baiknya melihat buku atau kitab sekali lagi atau secara berkala tentang bacaan yang benar tasyahud akhir ini, sehingga amalan kita sempurna.

11.    Membaca shalawat kepada nabi pada tasyahud akhir
Membaca shalawat ada yang singkat ada yang panjang. Alangkah baiknya membaca yang panjang sehingga menambah waktu ibadah kita kepada Allah SWT. dan shalat kita semakin lama.

12.    Membaca salam sebelah kanan
Membaca salam yang pertama sebelah kanan hukumnya wajib dalam shalat. Berbeda dengan salam sebelah kiri atau salam kedua hukumnya adalah sunat.

13.    Tertib
Makna tertib adalah melaksanakan yang awal pada yang awal dan yang akhir pada yang akhir. Dengan jelasnya bahwa semua urutan rukun dalam shalat tidak boleh ditukar-tukur dan harus berurutan dari satu sampai terakhir.

Dalam mengerjakan shalat harap diperhatikan yang mana saja rukun dan yang mana saja yang sunat. Rukun merupakan kewajiban yang wajib ditunaikan. Apabila pada satu rakaat tertinggal satu rukun maka wajib membina satu rakaat lagi untuk menyempurnakan rakaat yang tertinggal rukunnya tadi dan pada akhir shalat sunat sujud sahwi. Jika shalat yang dikerjakan sudah selesai dan kita teringat bahwa ada rukun yang tertinggal maka wajib ulangi shalatnya.

Alhamdulillah, semoga apa yang kita bahas pada kesempatan yang berbahagia ini mendapat ridha dari Allah SWT. aamiin aamiin yaa Rabbal ‘alamiin

0 Response to "Macam-Macam Rukun Shalat Fardhu dan Sunat serta Penjelasannya"

Post a Comment