Macam-Macam Najis dan cara Menyucikannya serta Penjelasannya

Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya bahwa bersuci adalah kunci ibadah. Apagunanya beribu-ribu ibadah yang kita lakukan tanpa mengetahu cara bersuci dengan benar. Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang cara bersuci dari najis dan akan dibahas pula jenis-jenis najisnya.

Barang-barang najis menurut syara’ antara lain :


1.    Bangkai
Bangkai adalah sisa dan/atau makhluk hidup yang mati baik yang di darat maupun di air kecuali manusia, ikan dan belalang. Meskipun sudah mati, manusia, ikan dan belalang tidak di sebut bangkai dan bukanlah bangkai menurut syara’ atau menurut agama dan boleh dimakan kecuali manusia. Adapaun cara menyucikan najis jenis bangkai adalah mencucinya dengan air suci lagi menyucikan.

2.    Darah atau nanah
Darah merupakan bagian dari tubuh manusia dan hewan-hewan lain baik yang di darat maupun yang di air. Ketika darah itu keluar dari tubuh makhluk maka darah tersebut sudah dihitung najis baik darahnya mengalir atau darah yang tumpah. Apabila seseorang dalam keadaan berwudhu maka wajib hukumnya untuk membasuh dengan air (bukan mengulang wudhu’).

3.    Daging babi/ anjing
Daging babi dan anjing merupakan najis yang selanjutnya akan dibahas nanti. Cara menghilangkannya berbeda dengan najis lain yaitu dengan di sama’. Jika di basuh dengan air biasa saja seperti cara menyucikan najis lain maka tidak akan hilang najisnya.

cuci kaki
Menyucikan Kaki


4.    Kotoran yang keluar dari qubul dan dubur
Kotoran yang keluar dari qubul dan dubur adalah berupa air besar (feses) dan air kecil (kencing) baik itu pada manusia atau pada hewan. Adapun cara menyucikannya yaitu mencuci menggunakan air suci lagi menyucikan. Dalam hal ini, kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum makan apa-apa kecuali Air susu ibu (ASI) cara mencucinya cukup dengan memercikkan air pada bagian yang terkena kencing tersebut. adapaun anak bayi yang sudah meminum susu yang bukan asi maka sudah najis hukumnya air kencingnya dan hukumnya sama seperti air kencing dewasa.

5.    Minuman keras/ alkohol
Minuman keras atau alkohol termasuk kedalam najis, terkena di baju saja termasuk najis dan wajib dibasuh apalagi diminum. Sungguh aneh jika ada yang meminum najis.

6.    Bagian tubuh bintang yang terpotong selagi masih hidup
Bagian tubuh binatang yang terpotong dari tubuhnya termasuk dalam najis, contoh yang sering kita lihat adalah ekor cicak.

7.    Wadi dan madhi

Wadi adalah air putih kental yang keluar mengiringi kencing, wadi juga bisa keluar sebab syahwat. cara menyucikannya adalah dengan memercikkan air kepada bagian yang terkena najis

8.    Air susu binatang
Air susu binatang merupakan najis kecuali hewan atau binatang yang halal untuk dimakan. Apapaun binatangnnya baik yang halal dipegang/disentuh maupun yang haram untuk dipegang maka hukumnya najis. Cara menyucikannya dengan menggunakan air yang suci.

Pengelompokan najis atau macam-macam najis

Ulama fiqih mengelompokkan najis menjadi tiga yaitu :

1.    Najis mukhaffafah
Najis mukhaffafah adalah najis ringan. Yang termasuk dalam najis ringan adalah seperti kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum makan apa-apa kecuali ASI. Seperti yang dijelaskan di atas tadi bahwa cara menyucikannya cukup dengan memercikkan air pada tempat yang terkena najis dengan air yang suci lagi menyucikan. Jika kecing anak perempuan meskipun baru lahir tetap membasuhnya seperti biasa.

2.    Najis muqhalladhah
Yaitu yang sangat berat. Yang termasuk najis muqhalladhah adalah anjing dan babi. Anjing dan babi adalah najis pada segala tubuhnya. Apabila terkena jilatan atau tersentuh dengan anjing baik tubuh, bejana, kain, rumah, lantai maka wajib hukumnya untuk disamak. Adapaun samak adalah menyucikan tubuh atau benda yang terkena najis berat dengan 7 kali basuhan yang mana salah satu dari basuhan tersebut adalah dengan tanah yang bercampur air (tanah dan air yang suci/ lumpur suci). Akan tetapi apabila seseorang tersentuh dengan anjing atau babi hal keadaan tidak sengaja sedangkan keadaan anjing/ babi dan orang tersebut dalam keadaan kering maka tidak perlu basuh baginya (samak). Akan tetapi jika salah satu dari mereka basah maka wajib menyamaknya meskipun tidak sengaja. Dan bermula jika dalam perkara sengaja, maka wajib hukumnya menyamak meskipun anjing/ babi dan seseorang dalam keadaan kering.

3.    Najis mutawassithat

Makna najis mutawassithah adalah najis pertengahan yaitu najis yang berada antara najis mukhaffafah dan muqhalladhah. Membasuhnya dengan air yang bersih atau dengan sesuatu hal yang di bolehkan oleh syara’. Contoh najis ini adalah kencing dan berak, tuwak/ alkohol, tahi cicak, bangkai dan lain sebagainya. Najis mutawassithah dibagi menjadi 2 bagain :

a.    Najis ‘ainiyah
Yaitu najis yang berwujud atau najis yang tampak atau yang dapat dilihat oleh mata.

b.    Najis hukmiyah
adalah lawan dari najis ‘ainiyah yaitu najis yang tidak dapat dilihat bendanya, seperti bekas air kencing, tuwak yang sudah kering dan lain sebagainya.

Najis yang dimaafkan
Najis yang dimaafkan atau ma’fu adalah najis yang apabila terkena pada tubuh atau sesuatu hal maka tidak perlu dibasuh. Contohnya darah atau nanah yang sedikit. Dan lain sebagainya.

Adapun cicak atau tikus yang mati jatuh ke dalam makanan yang beku (padat) maka makanan yang terkena saja yang dibuang akan tetapi jika kedalam makanan yang bebentuk cair atau kedalam air maka semua makanan atau air itu najis hukumnya dan tidak sah lagi digunakan atau di makan/minum apalagi dipakai unyuk bersuci.

0 Response to "Macam-Macam Najis dan cara Menyucikannya serta Penjelasannya"

Post a Comment