5 Hukum Islam Beserta Contoh dan Pengertiannya dalam Ilmu Fiqih

Setiap amalan yang kita kerjakan di dunia akan kita pertanggung jawabkan di akhirat nanti. Baik itu amalan baik ataupun amalan jahat. Kadar keadaan pertanggung jawaban atau ganjaran yang kita kerjakan tergantung pada jenis hukum yang melekat pada pekerjaan tersebut. Ada yang menimbulkan pahala ada pula yang menimbulkan dosa, ada yang tidak berpengaruh apa-apa dan ada pula yang kita tinggalkan akan memberikan pahala. Semua hal tersebut di sebut dalam hukum islam yang lima perkara yaitu wajib, sunat, haram, makruh dan mubah.

Hukum yang ada ini adalah hukum yang telah ditetapkan oleh Allah yang tidak dapat diganggu gugat lagi kadarnya walaupun ada manusia yang ingin merubah sesuai hasrat hatinya dan walaupun dia itu memiliki pangkat dan jabatan setinggi apapun. Contohnya shalat lima waktu adalah wajib maka tidak berhak dan tidak layak satu orang pun yang merubah bahwa shalat lima waktu itu sunat.

5 Hukum Islam Beserta Contoh dan Pengertiannya dalam Ilmu Fiqih
Neraca

Adapaun hukum islam yang 5 yang wajib kita ketahui  beserta pengertiannya adalah sebagai berikut:

1. Wajib (Fardhu)
Bermula makna dari fardhu atau wajib adalah suatu perkara akan mendapatkan pahala apabila kita mengerjakannya dan akan mendapatkan dosa bila kita meninggalkannya. Contohnya adalah shalat 5 waktu, puasa, zakat, haji, dan lain sebagainya. Sesuatu yang sifatnya fardhu/ wajib apabila kita tinggalkan maka akan berat dosa alias siksaan di akhirat nanti. Adapaun fardhu ini ada dua pembagian :

a. Fardhu ‘ain
Yaitu suatu perkara yang mau tidak mau harus di kerjakan oleh seorang mukallah (islam, baligh dan berakal). Amalan ini mengarah kepada pribadinya dan akan berdosa pula dianya. Contohnya shalat fardhu, puasa, dan lain sebagainya.

b. Fardhu kifayah
Penjelasan fardhu kifayah adalah suatu perkara yang harus dilakukan oleh mukallaf dan telah terlaksana kewajiban itu apabila sebagian mukallaf yang lain telah melaksanakannya. Contohnya shalat jenazah dan menguburkannya.

2. Sunnat
Bermula makna dan pengertian sunat adalah barang yang berpahala apabila kita mengerjakannya dan tidak mendapat dosa apabila kita meninggalkannya. Banyak sekali amalan sunat contohnya shalat rawatib, puasa senin kamis, amalan-amalan dalam shalat yang sunat, dan masih banyak lagi. Seperti halnya fardhu/ wajib, hukum islam yang satu ini juga memiliki 2 pembagian.

a. Sunat muakkat
Yaitu sunat yang sangat di anjurkan untuk dikerjakan contonya shalat tarawih, tahajjud, shalat dua hari raya, dan sunnat ini biasanya memiliki pahala yang sangat luar biasa alias pahala atau ganjaran yang berlimpah. Terkadang amalan sunatlah yang akan membawa kita kepada ridha Allah SWT. Yang pada akhirnya meraih surga-Nya Allah.

b. Sunat ghairu muakkad
Yaitu sunat biasa. Meskipun demikian jangan enggan melaksanakan hal yang kecil, terkadang hal kecillah yang membawa kita kepada hal yang besar. Mengamalkan ibadah jangan pilih-pilih akan tetapi niatlah untuk mendapat ridha Allah maka in syaa Allah Allah akan meridhai.

3. Haram
Hukum islam yang ketiga inilah yang sangat ditakuti akan tetapi banyak yang mengerjakannya oleh sebab rayuan dan tipuan iblis serta nafsu yang menggoda jiwa seorang insan. Makna haram adalah suatu perkara yang apabila dikerjakan mendapatkan dosa dan akan mendapatkan pahala apabila meninggalkannya. Contohnya makan babi, minum qamar, zina, judi dan sebagainya. Suatu amalan haram yang apabila kita niatkan untuk kita kerjakan maka kita akan mendapat suatu dosa. Akan tetapi jika amalan haram itu diniatkan kemudian tidak jadi dikerjakan atau ditinggalkan sama sekali maka akan mendapatkan 1 pahala yaitu pahala karena tidak jadi mengerjakannya.

Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hadits yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Azza wa Jalla . Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allâh menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allâh tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak. Barangsiapa berniat berbuat buruk namun dia tidak jadi melakukannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menuliskannya sebagai satu kesalahan.” [HR. al-Bukhâri dan Muslim dalam kitab Shahiih mereka]

4. Makruh
Adapaun makna dan pengertian makruh adalah suatu perkara yang akan mendapatkan pahala apabila ditinggalkan dan tidak akan berdosa apabila dikerjakan. Amalan ini mungkin jarang diketahui dan jarang dijumpai. Contoh dari amalan ini adalah memakan makanan yang berbau seperti jengkol, pete, bawang dan lain sebagainya.

5. Mubah (Jawaz/jaiz/harus)
Yaitu hukum islam tentang suatu perkara yang apabila dikerjakan tidak mendapatkan pahala atau dosa dan apabila ditinggalkan tidak akan berdosa atau berpahala. Contoh amalan untuk hukum mubah ini adalah berjalan, makan dan minum, dan masih banyak lagi.

Perlu diketahui bahwa, suatu amalan itu juga tergantung pada niatnya. Apabila diniat bagus maka akan mendapat ridha Allah dan apabila diniatkan selain kepada Allah maka akan lain pula hasilnya. Contoh apabila seseorang mengerjakan shalat fardhu bukan karena Allah akan tetapi karena merasa tidak enak sama orang lain, yang dikerjakan hanyalah semata bukan karena Allah maka yang diapat malah dosa. Contoh lain dalam amalan sunat, mengerjakan shalat tahajjud lalu selfi dan mengunggahnya ke media sosial, hasilnya tidak ada malah amalannya hangus. Dan ada pula perkara yang mubah bila dikerjakan karena Allah akan mendapatkan pahala contoh menghidupkan kipas angin, bila kita hidupkan kipas anginnya karena ingin membuat orang lain nyaman dan adem malah mendapatkan pahala dengan catatan bahwa yang dilakukan itu ikhlas.

Baca juga : Waktu dan jadwal shalat 5 waktu sehari semalam

Demikian ulasan pada kesempatan ini, semoga bermanfaat bagi sekalian dan semoga mendapatkan berkah ilmu serta tambahan lebih banyak lagi dan mendapatkan ridha dari Allah SWT. Aamiin aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

0 Response to "5 Hukum Islam Beserta Contoh dan Pengertiannya dalam Ilmu Fiqih"

Post a Comment