Rukun Iman ada 6 dan Penjelasannya

Kata dan istilah “rukun” memiliki dasar yang merupakan hasil dari ijtihad para ulama untuk mempermudah memahami agama. Rukun adalah bagian sesuatu yang menjadi syarat terjadinya sesuatu tersebut, jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut tidak terjadi. Istilah rukun seperti ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman, artinya jika salah satu dari Rukun Iman tidak ada, maka imanpun tidak ada. Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun ini tidak berlaku secara mutlak, artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam masih tetap ada.

Adapun rukun iman itu ada 6,

1.    Beriman kepada Allah,

Beriman kepada Allah merupakan iman yang paling utama karena tanpa iman kepada Allah tidak ada dan tidak akan terbentuk iman kita kepada yang lain karena puncaknya adalah kepada Allah SWT.. Beriman kepada Allah adalah beriman kepada-Nya dengan segala sifatnya baik itu yang wajib, mustahil, maupun yang jaiz (harus). Beriman kepada Allah dengan mengimani sifat-sifat Allah yang wajib yaitu sifat 20 yaitu Wujud, Qidam, Baqa, Muqalafatuhulilhawaditz, Qiyamuhubinafsih, Wahdaniah,Qudrah,Iradah, Ilmu, Hayat, Sama’, Basar, Kalam, Qadiron, Muridon, ‘Alimon, Haiyon, Samion, Basiron, Mutakallemon. Selain sifat yang wajib, kita juga wajib mengetahui sifat yang mustahil bagi Allah yang mana ini merupakan lawan dari sifat 20 tadi. Dan juga ada lagi sifat Allah yang Jaiz yaitu Allah mengerjakan sesuatu dan meninggalakan sesuatu. Artinya Allah memiliki kehendak sendiri untuk melakukan sesuatu hal atau meninggalkan sesuatu hal.

Beriman kepada Allah dengan segala sifat Allah membawa kita kepada iman yang sesungguhnya. Karena dengan kita ketahui sifat Allah maka iman dan rasa takut kita kepada Allah akan terbina. Contohnya, kita beriman dengan Wujud dengan arti bahwa kita percaya bahwa Allah itu ada, meskipun kita tidak dapat melihat akan tetapi berkat iman maka kita percaya bahwa Allah itu ada sebagai bukti Allah telah menciptakan kita dan alam ini. Bashar yang artinya melihat, dengan ini kita akan takut untuk berbuat kejahatan dan keburukan karena iman kita tahu bahwa Allah itu ada dan sedang melihat kita serta menilai perbuatan kita. Jika kita melakukan perbuatan jahat maka kita akan diganjarkan dengan Neraka dan jika amal kita buruk maka kita akan mendapatkan Surga. Begitulah dengan sifat-sifat yang lain yang nanti akan kita bahas lebih rinci.

2.    Beriman kepada malaikat-malaikat Allah,

Makhluk  yang diciptakan oleh Allah SWT. dengan akal dan ketaatan yang luar biasa akan tetapi tidak memiliki nafsu adalah malaikat. Makhluk yang bukan laki-laki atau perempuan ini di ciptakan oleh Allah dari Nur (Cahaya) merupakan makhluk yang tidak pernah ingkar kepada Allah dan selalu menuruti perintah-Nya dan kita sebagai hamba Allah wajib hukumnya untuk beriman kepada Malaikat.

Jumlah malaikat itu sangat banyak sekali dan hanya Allah-lah yang mengetahuinya. Akan tetapi malaikat yang wajib kita tahu dan beriman kepadanya adalah ada 10 malaikat. 10 malaikat ini memiliki tugas pokok masing-masing yang mereka kerjakan siang malam tanpa henti dan tidak pernah membantah Allah sekalipun.

Adapun nama-nama malaikat yaitu Jibril, Mikail, Izrail, Israfil, Mungkar, Nagkir, Raqib, Atid,Malik Ridawan, dan Malik Zabaniah. Kesepuluh malaikat ini memiliki tugas masing-masing sesuai perintah Allah SWT.

3.    Beriman kepada kitab-kitab-Nya

Kita sering mendengan Al-In-Ta-Za-Mu-Is-Mu-Da yaitu Al-quran-Injil-Taurat-Zabur-Muhammad-Isa-Musa-Daud. Itulah Kitab-kitab yang wajib kita imani dalam kehidupan ini. Imani bagaimana? Imani bahwa semua kitab tersebut adalah kitab yang diturunkan Oleh Allah kepada para Nabi/ Rasul. Allah telah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Daud, Injil kepada Nabi Isa dan Al-quran kepada Rasul Mustafa Muhammad SAW.
beriman kepada kitab Allah

Kitab-kitab yang diturunkan atau difirmankan Allah melalui malaikat jibril wajib bagi kita mengimani dan menjadikannya hujjah atau sumber hukum dan hidup ini. Jika kita tidak percaya kepada kitab Allah bagaimana caranya kita akan percaya akan isi-isinya. Maka oleh sebab itu wajib bagi kita untuk imaninya. Mengimani tidak hanya percaya dan membaca sumber hukumnya, akan tetapi diaplikasikan atau diimplementasikan atau dilaksanakan semua isi dan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Mengikuti mana yang haq dan meninggalkan yang bathil, mengerjakan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar. Ketahuilah bahwa semua yang terkandung dalam kitab terdahulu telah terangkum semuanya dalam kitab terakhir yaitu Al-quran. Dan yang menjadi sumber hukum kita ummat islam sekarang adalah Al-quran saja.

4.    Beriman kepada para Rasul-Nya,

Beriman kepada Rasul adalah wajib hukumnya. Beriman kepada Rasul artinya percaya dengan seyakin-yakinnya bahwa rasul itu adalah manusia pilihan yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah, hukum-hukum, peringatan dan kabar gembira serta tugas-tugas lainnya. Rasul yang wajib kita imani ada 25 orang jumlahnya. Bermula iman kita kepada rasul itu tidak boleh dibeda-bedakan artinya kita wajib percaya dengan sepenuh hati bahwa semua rasul adalah utusan tuhan dengan tugas-tugasnya diutus kedunia. Diantara tugas-tugasnya adalah menyampaikan atau membawa agama Tauhid. Agama tauhid itu yaitu ajaran tentang ke-Esaan Tuhan, walaupun syariatnya berbeda pada setiap zaman.

Adapaun Nama-nama Nabi/ Rasul yang wajib kita Imani ada 25 yaitu Adam, Idris, Nuh, Hud, Shaleh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishak, Ya’kub, Yusuf, Ayyub, Syu’aib, Musa, Harun, Zulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, Dan Muhammad SAW.. keduapuluh lima nabi tersebut memiliki sifat-sifat wajib yaitu, Siddiq (Benar), Amanah (Kepercayaan/ dapat dipercaya), Tabligh(menyampaikan) dan Fathanah (pandai, cerdik).

Mungkin ada yang bertanya, ‘jika rasul itu pandai, kenapa Nabi Muhammad SAW. Tidak tahu menulis dan membaca’. Ketahuilah bahwa, keadaan nabi Muhammad SAW. tidak tahu menulis dan membaca saja banyak kaum kafir yang memfitnah baliu bahwa Al-quran itu bukan datang dari Allah akan tetapi di Tulis oleh Nabi Muhammad SAW. bagaimana jika beliau bisa menulis dan membaca?. Cukup jelas sebenarnya dan sesungguhnya Rencana Allah adalah yang terbaik.

5.    Beriman kepada hari akhir,

Iman yang ke-5 yang wajib kita imani adalah beriman kepada hari kiamat atau hari akhir. Jika seseorang telah mengatakan bahwa hari akhir atau negeri akhirat itu hanya mimpi atau sesuatu yang diada-adakan atau suatu ilusi maka sungguh dia telah kafir karena beriman kedapa hari akhir adalah wajib hukumnya. Sabda Rasulullah SAW.

“ Yaitu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk “ (HR. Bukhari dan Muslim)

Hari akhirat yaitu hari dihitungnya amalan kita, hari di tentukannya kedudukan kita apakah kita masuk surga atau neraka beradasarkan amalan di dunia yaitu hari di mana manusia penuh dengan penyesalan. Dengan adanya iman kita kepada akhirat kita akan sadar bahwa amalan kita yang kita lakukan di dunia akan kita petik hasilnya di akhirat. Akan tetapi waktu dan kapan akan terjadi hari kiamat tidak ada seorangpun yang tahu.

Allah berfirman: “Manusia bertanya kepadamu tentang kiamat (sa’ah). Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentangnya itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi kiamat (sa’ah) itu sudah dekat waktunya.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 63).

6.    Beriman kepada takdir baik dan buruk dari Allah SWT.

Beriman kepada takdir baik buruk atau lebih dikenal dengan qada dan qadar adalah rukun iman yang ke-6. Beriman kepada qada dan qadar adalah percaya dengan seyakin-yakinnya bahwa segal sesuatu yang terjadi adalah ketentuan yang ada di tangan Allah SWT. baik itu kita anggap baik atau yang kita anggap buruk. Akan tetapi, Allah menciptakan kita makhluk yang mampu berkehendak, maka ada sebagian hal yang Allah berikan wewenang kepada kita untuk melakukan atau meninggalkannya berdasarkan akal dan fikiran kita, memilih atau tidak memilih sesuatu, maka oleh sebab itulah kita di wajibkan untuk berikhtiar atau berusaha. Contoh ketika kita memilih dalam suatu agama, Allah memberikan hak kepada kita untuk memilih. Contoh lain ketika kita melakukan maksiat, Allah memberikan hak untuk kita memilih melakukan maksiat atau meninggalkan maksiat. Jangan sampai setelah melaksanakan maksiat kita mengatakan itu takdir padahal kita telah diberikan pilihan oleh Allah.

Kaum muslimin yang berbahagia,
Mari sama-sam kita tingkatkan iman kita kepada Allah, para Malaikat, Kitab-kitab, Rasul-rasul, hari Kiamat, serta Qada dan Qadar agar kita dapat mencapai iman yang tinggi sehingga mampu meraih keridhaan Allah dan mendapatkan petunjuk ke jalan yang benar. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

0 Response to "Rukun Iman ada 6 dan Penjelasannya"

Post a Comment