Macam Sunat-Sunat Wudhu dan Lengkap dengan Penjelasannya

Berwudhu merupakan langkah atau syarat utama untuk menghilangkan hadas kecil dari tubuh. Selain berwudhu, masih ada langkah lain yang jika tidak ada air boleh dilakukan langkah tersebut yaitu dengan cara bertayammum. Berwudhu menjadi syarat utama yang wajib ditunaikan sebelum melaksanakan shalat.

Pada kesempatan ini akan dibahas tentang sunat-sunat wudhu yang mana ini wajib diketahui oleh setiap mukallaf, karena jika tidak mengetahui yang mana yang sunat dan yang mana yang wajib maka tidak tertunai pada syarat sahnya wudhu dan otomatis wudhunya tidak sah. Maka perlu mempelajari terlebih dahulu apa yang wajib atau fardhu wudhu dan apa yang menjadikan wudhu itu sah sehingga ibadah yang dikerjakan sesuai dengan tuntunan Allah SWT.. Maka oleh sebab itu menuntutlah ilmu di pesantren-pesantren atau hadiri majelis ta’lem atau pengajian.
Macam Sunat-Sunat Wudhu dan Lengkap dengan Penjelasannya

Ada  sunat wudhu yang wajib diketahui. Kenapa wajib padahal hukumnya sunat? Seperti telah dijelaskan di atas tadi bahwa, syarat sahnya wudhu adalah mengetahui yang mana wajib mana yang sunat, sebenarnya mudah saja, segala yang bukan fardhu wudhu maka hal lain yang dilakukan yang sesuai dengan tuntunan syara’ dalam berwudhu maka hal itu adalah sunat.

Adapaun sunat-sunat wudhu adalah sebagai berikut :

1.    Membaca basmallah atau bismillahir rahmanir rahiim pada permulaan wudhu
Membaca basmallah merupakan bacaan yang sudah lazim dilakukan pada setiap kegiatan dan ibadah lain. Yang harus digaris bawahi adalah membaca basmallah adalah hukumnya sunat bukan wajib.

2.    Menggosok gigi atau bersiwak sebelum berwudhu
Menggosok gigi atau bersiwak adalah termasuk sunat wudhu. Menggosok gigi yang disunatkan bukanlah gosok gigi dengan odol dan sikat gigi, akan tetapi menggunakan siwak.

3.    Berkumur-kumur
Berkumur-kumur merupakan memasukkan air kedalam mulut dan membuangnya kembali, bukan diminum. Apalagi ketika berpuasa merupakan kesalahan besar jika air kumur diminum.

4.    Mencuci dua tangan sampai pergelangan
Memcuci dua tangan biasanya dilakukan sebelum berniat, biasanya pada saat pertama sekali hendak memulai wudhu sambil membaca basmallah dan membaca lafadz niat wudhu (bukan niat wudhu, karena  niat hanya dilakukan saat membasuh muka).

5.    Memasukkan air kedalam hidung atau membasuh lobang hidung
Memasukkan air dalam hidung dilakukan sebelum berniat, setelah air dimasukkan maka air tersebut dikeluarkan lagi. Akan tetapi apabila pada saat berpuasa maka memasukkan air kedalam lobang hidung jangan dilakukan karena dapat membatalkan puasa.

6.    Menyapu seluruh kepala dengan air
Menyapu seluruh kepala dengan air adalah menyapu bagian kepala hingga ke pundak belakang. Dilakukan sunat ini saat melakukan rukun wudhu ‘menyapu kepala’.

7.    Mendahulukan anggota yang kanan dari yang kiri
Maksud mendahulukan yang kanan dari yang kiri adalah membasuh anggota yang kanan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan yang kiri dalam satu rukun. Contohnya membasuh siku kanan terlebih dahulu kemudian diikuti siku yang kiri.

8.    Menyapu kedua telinga luar dan dalam
Menyapu kedua telinga merupakan sunat yang sering dilakukan, bahkan sebagian orang menyangka bahwa ini adalah rukun wudhu padahal ini adalah sunat wudhu. Oleh karena itu pelajari lebih lanjut tentang rukun dan sunat wudhu. Biasanya menyapu kedua telinga dilakukan setelah menyapu kepala.

9.    Membasuk tiga-tiga kali pada setiap anggota wudhu
Membasuh tiga-tiga kali adalah membasuh setiap anggota wudhu dengan pengulangan tiga kali secara mualat (berturut-turut) bukan mengulang wudhu sebanyak tiga kali.

10.    Menyela-nyela jari tangan, kaki, jenggot dan cincin
Menyela-nyela tangan dan kaki termasuk kedalam sunat wudhu. Menyela-nyela dilakukan pada setiap celah-celah dari jari tangan atau kaki sehingga air bisa merata kepada seluruh anggota. Begitu juga dengan jenggot dan cincin, tujuannya adalah untuk menyampaikan air dengan merata.

11.    Melakukan wudhu dengan sendiri
Melakukan wudhu dengan sendiri maksudnya adalah berwudhu dengan sendiri tanpa bantuan dari orang lain, akan tetapi jika terpaksa atau dalam keadaan mudharat maka boleh menggunakan bantuan orang lain.

12.    Jangan berbicara
Pada saat memulai wudhu hingga selesai melakukan wudhu tidak boleh berbicara atau bercakap-cakap. Akan tetapi jika sesuatu yang harus dijawab misalnya orang tua atau guru bertanya maka jawab saja. Dan dikarenakan telah berbicara maka sunatnya hilang.

13.    Melebihkan dalam membasuh
Melebihkan dalam membasuh atau sering di sebut memanjangkan cahaya adalah melebihkan atau memperluas area basuh dalam berwudhu. Jika membasuh tangan hingga siku maka melebihkan sampai keatas siku. Atau juga ketika membasuh muka maka melebihkan bagian basuhnya.

Dari Abu Hurairoh rodhiyallohu ‘anhu dari Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan putih bercahaya karena bekas wudhu’. Siapa diantara kalian yang mampu memanjangkan cahayanya, hendaklah ia lakukan”.

14.    Mualat
Makna mualat berbeda dengan tertib, tertib maknanya teratur sedangkan mualat berturut-turut. Tertib adalah melakukan yang awal pada awal dan yang terakir pada akhir secara teratur sedangkan mualat adalah melakukan wudhu tanpa jeda-jeda yang menyebabkan kering air pada anggota wudhu yang telah dibasuh.dengan kata lain, mualat adalah sebelum kering air pada anggota pertama maka dilanjutkan kepada anggota selanjutnya.

15.    Membaca doa sesudah wudhu
Membaca doa sesudah wudhu dilakukan apabila wudhu yang dilakukan telah sempurna dan secara tertib. Membaca doa setelah wudhu disunatkan menghadap kiblat dan menghadap ke atas.

16.    Jangan diseka
Maksud jangan diseka adalah jangan diusap atau disapu menggunakan kain atau handuk yang menyebakan air itu kering. Ketahuilah bahwa air wudhu itu sangat berfaeda yaitu dalam satu riwayat dikatakan bahwa setiap tetes air wudhu yang gugur maka ibarat itulah dosa kita hilang.

Apabila seorang hamba yg muslim atau mukmin itu berwudhu di mana sewaktu ia membasuh mukanya, maka keluarlah semua dosa yg dilihat dengan kedua matanya dari mukanya bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air yg terakhir. Jika ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah semua dosa yg diperbuat oleh kedua tangannya itu bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir. Dan jika ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah semua dosa yg diperbuat oleh kedua kakinya itu bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air yg terakhir, sehingga ia benar-benar bersih dari semua dosa. (HR. Muslim).

Semoga pembahasan pada kesempatan ini memberikan manfaat kepada kita semua dan semoga rahmat dan ridha Allah menghampiri kita, aamiin aamiin yaa rabbal alamiin.

0 Response to "Macam Sunat-Sunat Wudhu dan Lengkap dengan Penjelasannya"

Post a Comment