Macam-Macam Air dan Pembagiannya dalam Fiqih Lengkap dengan Penjelasannya

Bersuci adalah kunci ibadah, air yang digunakan sebagai alat bersuci yang utama harus benar-benar dapat menyucikan secara syara’ bukan secara adat. Makna suci secara syara’ adalah suci dengan pengakuan agama sedangkan suci secara adat adalah suci karena tidak terlihat lagi kotoran atau sesuatu hal yang merusak kesucian, akan tetapi belum mendapat predikat suci dari segi agama.
Air yang dapat digunakan untuk bersuci adalah air yang bersih yaitu air suci lagi menyucikan, diantaranya adalah sebagai berikut :

1.    Air hujan

Air hujan adalah air yang diturunkan oleh Allah melalui malaikat mikail untuk membuat kesegaran dan kesejukan serta kehidupan di muka bumi. Selain itu, hujan juga bermanfaat sebagai alat untuk menyucikan alias air yang suci lagi menyucikan. Air hujan dapat kita gunakan untuk berwudhu, mandi, dan sebagainya.

Baca juga : Macam-macam syarat sah wudhu dan penjelasannya

2.    Air laut

Air yang sangat berlimpah yang rasanya asin ini rupanya termasuk kedalam air suci lagi menyucikan.

3.    Air telaga

Air telaga adalah air danau yang dapat juga kita gunakan untuk bersuci. Seperti halnya air laut, air ini juga bisa kita gunakan untuk berwudhu dan mandi dan sebagainya.

4.    Air sumur

Air yang didapat dari sumber mata air ini yang merupakan terjaga sudah barang tentu dapat menyucikan apalagi air ini biasanya adalah dilindungi dan jauh dari berbagai najis-najis.

5.    Air sungai

Macam-Macam Air dan Pembagiannya dalam Fiqih Lengkap dengan Penjelasannya
Air
Air sungai termasuk juga kedalam air yang suci lagi menyucikan. Tidak semua air sungai dapat menyucikan karena air sungai sekarang banyak mengandung najis sedangkan airnya cuma sedikit. Dengan kata lain lebih banyak najisnya daripada air sucinya. Sering kita jumpai pembuangan air atau limbah rumah tangga disalurkan ke sungai sehingga jelas bahwa air yang ada di sungai adalah air limbah dan mengandung najis, jadi pilihlah sungai yang benar-benar bersih.

6.    Air salju

Air yang sering kita sebut air es atau air yang membeku ini yang sering kita temukan di daerah kutub utara dan antartika (bukan kutub) ini juga bisa kita gunakan untuk bersuci.

7.    Air embun

Air yang sering kita jumpai saat pagi di atas daun-daun pohon dan rumput ini yang merupakan hasil dari daun-daun ternyata bisa kita gunakan untuk bersuci.

Pembagian air

1.    Air suci lagi menyucikan

Air ini biasa disebut dengan air mutlak artinya air yang masih murni sehingga masih bisa di gunakan untuk bersuci dan air ini menyucikan secara syara’. Contohnya mandi, wudhu, mencuci pakaian, dan lain sebagainya.

2.    Air suci tapi tidak dapat menyucikan

Pada dasarnya air ini adalah air yang suci, boleh di minum akan tetapi tidak dapat menyucikan (tidak dapat digunakan untuk wudhu, mandi, mencuci dan lain-lain). Contoh air yang suci tapi tidak dapat menyucikan adalah air susu, air kelapa, air kopi, teh, dan sebagainya.

3.    Air musyammas

Air musyammas adalah air yang dipanaskan oleh matahari. Air ini hukumnya makruh digunakan untuk berwudhu, mandi akan tetapi boleh untuk mencuci pakaian.

4.    Air musta’mal

Air musta’mal adalah air yang jumlahnya sedikit dan sudah digunakan untuk bersuci dan menghilangkan hadats, air ini tidak boleh lagi digunakan untuk bersuci. Selain itu, juga dinamakan air musta’mal apabila air yang sedang kita pakai untuk bersuci lalu air cucurannya jatuh kedalam bejana yang berisi air dan airnya tidak sampai 2 qulah, maka air itu sudah termasuk air musta’mal meskipun tidak berobah warna, rasa dan bau dan meskipun air yang jatuh hanya satu tetes air saja.

5.    Air mutanajis

Air mutanajis adalah air yang terjena najis atau air yang jatuh najis ke dalamnya sedangkan jumlahnya tidak sampai 2 qulah (sekitar 216 liter atau dalam bentuk bak besarnya 60x60 cm ada juga pendapat yang mengatakan 50X50 cm). Jika air tersebut sampai atau lebih dari dua qulah maka masih boleh menggunakannya selama rasa, warna dan baunya tidak berubah.

Artikel terkait : Macam-macam najis dan cara menyucikannya

Sekian pembahasan untuk air semoga pembahasan ini memberikan manfaat.

0 Response to "Macam-Macam Air dan Pembagiannya dalam Fiqih Lengkap dengan Penjelasannya"

Post a Comment

1. Wajib berkomentar dengan bahasa yang Sopan;
2. Berkomentar dengan maksud jualan dan/atau ob*t-ob*tan tidak akan disetujui;
3. Dilarang menyebarkan link aktif;
4. Lain-lain yang dianggap melanggar.