Kehidupan Manusia di Dunia Adalah Panggung Sandiwara Menurut Islam

Dunia menurut kacamata agama bagaikan panggung sandiwara. Dimana setiap orang mempunyai peran dan tugas masing-masing dalam melakoni karakternya dalam bermain. Ada yang antagonis, ada juga yang protagonis. Ada yang berperan sebagai ayah dan ada pula yang berperan sebagai ibu. Namun setiap orang dimuka bumi ini, adalah pemeran utama dari skenario untuk hidupnya masing-masing. Misalnya si udin pemiliki skenario, dalam skenario siudin ayahnya adalah Fahmi dan ibunya Linda. Si Udin adalah pemeran utama dalam cerita ini, sedangkan ayah dan ibu adalah pemeran pembantu. Begitu juga dengan sia ayah. Fahmi adalah seorang ayah yang memiliki anak bernama Udin dari istrinya yang bernama Linda. Dalam kronologi ini, Fahmi sebagai ayah adalah pemeran utamanya. Tidak jauh berbeda dengan si Ibu, seorang Linda yang menikah dengan Fahmi memperoleh momongan yang kemudian diberi nama Udin. Dalam skenario Linda sebagai Ibu, dia adalah pemeran utama dari pemeran lain yaitu anak dan ayah. Yang artinya bahwa, semua orang memiliki tanggungjawab masing-masing dalam menjalani kehidupannya, baik dari segi fisik maupun mental.
Kehidupan Manusia di Dunia Adalah Panggung Sandiwara Menurut Islam
Dari setiap peran yang kita mainkan, baik sebagai pemeran utama dalam kehidupan kita sendiri atau pemeran pembantu dalam kehidupan orang lain. Maka adapun gaji sebagai ganjaran yang akan kita terima adalah berupa pahala dan dosa. Apabila kita melakoni peran kita dengan karakter dan jiwa yang penuh ketaqwaan maka pahala adalah ganjarannya. Begitu juga apabila yang kita lakoni berupa kejahataan dan kezaliman maka tunggulah dosa dan azab yang akan menimpa. Itulah beberapa ganjaran para aktor dunia diakhirat kelak.

Baca juga : Hidup di dunia bagaikan seorang musafir atau perantau

Bagi yang memiliki amal kebajikan luar biasa, Allah SWT. akan memanggilnya sebagai nominasi terbaik berdasarka jenis amalannya. dan penghargaan luar biasa yang diberikan Allah adalah sebaik-baiknya penghargaan.

Selain itu, Kita diberikan berbagai tugas oleh Allah SWT. dalam menjalankan kehidupan dunia yang menyangkut dengan mengendalikan harta. Yang mana hal yang kita lakukan bagaikan mengolah dan memakmurkan diladang dan  apa yang dirahmatkan oleh Allah SWT.. Semakin baik kita mengolah yang sesuai prosedur maka kita akan memetik dan menuai hasilnya kelak dihari kiamat. Sabda Rasulullah SAW.

Dari Abu Said r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya dunia adalah manis dan hijau (yakni menyenangkan sekali) dan sesungguhnya Allah menjadikan engkau semua sebagai pengganti di bumi itu (untuk mengolah dan memakmurkan). Maka Allah akan melihat bagaimana yang engkau semua lakukan (untuk dibalas menurut masing-masing amalannya). Oleh sebab itu, bertaqwalah dalam mengemudikan harta dunia dan bertaqwalah dalam urusan kaum wanita." (Riwayat Muslim)

Harta yang merupakan pokok bahasan dalam dunia, menjadi motor penggerak roda sandiwara dan senda gurau. Allah memerintahkan kita untuk mengendalikan harta, bagaimanakah mengusahakan harta dengan sebaiknya, bagaimana membelanjakan harta dengan sebaiknya dan senantiasa bertaqwa kepada Sang Pencipta. Banyak orang yang bermegah-megah didunia, berlomba-lomba dalam mengejar harta, tahta dan wanita. Mereka mengannggap wanita sebagai surga kepuasan syahwat-syahwat mereka, Seakan itulah tujuan utama kehidupan ini. Inilah pesan sandiwara yang difirmankan Allah SWT dalam surat Al-Hadiid ayat 20 berikut ini,

 ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌۭ وَلَهْوٌۭ وَزِينَةٌۭ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌۭ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّۭا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمًۭا ۖ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۭ وَمَغْفِرَةٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌۭ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

"Ketahuilah olehmu semua, bahwasanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda-gurau, perhiasan dan bermegah-megah antara sesamamu, berlomba banyak kekayaan dan anak-anak. Perumpamaannya adalah seperti hujan yang mengherankan orang-orang kafir (yang menjadi petani) melihat tumbuh tanamannya, kemudian menjadi kering lalu engkau lihat menjadi kuning warnanya, kemudian menjadi hancur binasa. Dan di akhirat siksa yang amat sangat untuk mereka itu (yang berbuat kesalahan), juga pengampunan dari Allah serta keridhaan (bagi orang-orang yang berbuat kebaikan) dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanyalah kesenangan tipuan belaka." (Al-Hadid ayat 20)

Allah Ta'ala juga berfirman: 

 وَمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌۭ وَلَعِبٌۭ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

"Dan tidaklah kehidupan di dunia ini melainkan senda-gurau dan permainan belaka dan sesungguhnya perumahan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, jikalau mereka mengetahui." (Al-Ankabut: 64)

Makna dari kekeringannya adalah dunia ini akan binasa, sedangkan dulu sebelumnya pernah orang kafir mengira dunia adalah tempat yang kekal, tempat yang hijau-ranau, tempat yang sangat penuh dengan kenikmatan yang akan membawa mereka kepada kepuasan-kepuasan. Namun ketika mereka melihat hari kehancuran  tiba, maka disitulah mereka tercengang terhadap apa yang mereka terka sebelumnya. Dan begitu juga bagi kita yang sudah dikabarkan oleh Allah tentang kehidupan dunia ini. Janganlah kita terlalu bersenang-senang di dunia dengan melupakan kewajiban kita menuju akhirat kelak. Dan jangan pula kita mudah tertipu dengan kenikmata-kenikmatan fana ini, karena sesungguhnya iblis dan rekan-rekannya senantiasa menebar fitnah untuk berbagai tipu daya dan hasutan.

Kehidupan dunia yang penuh dengan sandiwara ini, skenario yang kita permain atau perankan tidak jauh dengan keluputan dan kesalahan. Sebagaimana telah dijanjikan oleh iblis kepada Allah untuk menggoda anak adam sampai kepada waktu tibanya hari kehancuran yaitu hari kiamat, sebagai kawan atau teman untuk menemani mereka di neraka kelak. Maka tidak heran tentang apa yang kita perankan didunia ini.
Allah Ta'ala berfirman : 

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّۭ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (Fathir: 5)

Penipu yang disebutkan disini tidak lain adalah iblis laknatillah, mereka senantiasa menyongsong setiap peran-peran di dunia ini. Dengan berbagai macam penawaran-penawaran yang sangat menggiurkan diajukan oleh iblis dengan bisikannya, mulai dari harta, tahta dan wanita.

Artikel terkait : Dari mana asal usul manusia dalam pandangan Islam

Kekayaan yang mereka tawarkan adalah melupakan kepada kewajiban akhirat untuk berinfak dan bersedekah, seakan-akan harta akan binasa bila disedekahkan. Dengan tahta kita diperdaya oleh kesombongan dan keengganan untuk beribadah kepada Allah. Adapun cara mereka menggoda dan merayu adalah dengan terus mengajak untuk mengejar pangkat dan jabatan tanpa menghirauka apa yang dilarang didalam agama. Mereka mengajarkan cara meninggalakan beribadah dan menawarkan cara untuk terus tergila-gila dengan pangkat dan jabatan. Dan wanita adalah yang paling membahayakan. Nafsu syahwat bagai racun berbisa untuk merobek setiap iman pada hati semua insan-insan. Bukan main dan bukan coba-coba, memang nafsu adalah musuh terbesar yang harus kita kendalikan. Maka disitulah kita butuh iman dan ketaqwaan yang kukuh agar terhindar dari berbagi macam godaan dan rayuaan syaithan. 

Adapun semua itu, Allah akan meminta pertanggung jawabannya kepada kita atas apa yang kita perbuat dan atas skenario yang kita lakoni. Kebaikan akan berbuah kenikmatan surga sedangkan dosa akan berbuah kepada azab neraka. Semoga kita termasuk kedalam golongan yang merauh keuntungan berupa pahal dan kenikmatan Allah SWT. aamiin aamiin ya rabbal alamiin.

0 Response to "Kehidupan Manusia di Dunia Adalah Panggung Sandiwara Menurut Islam"

Post a Comment