Adab dan Cara Berpakaian Didalam Islam Untuk Laki-Laki dan Perempuan

Ketika kehidupan telah dibekali oleh teknologi-teknologi yang canggih dan ketika kaidah-kaidah agama tidak diperdulikan lagi. Itulah saat dimana telah terjadi revolusi terhadap watak-watak umat manusia. Yang mana yang baik dianggap kulot dan kuno dan malah yang jelek dianggap trend dan keren seakan-akan agama telah ketinggalan zaman. Sesuatu yang dulu dianggap sebagai sampah, tapi kini dianggap sebagai tradisi yang wajib dilakoni. Pemuda dan pemudi yang seharusnya menjadi motor penggerak kemajuan negara tapi malah menjadi faktor terhadap runtuhnya negara. 

Bagaimana tidak, kita lihat budaya-budaya aneh nan gila telah merajai kehidupan mereka. Berbagai penyelewengan dianggap suatu yang pantas untuk mereka kerjakan. Tututunan agama seakan momerandum usang yang telah hangus ditelan zaman. Padahal mereka tidak sadar terhadap apa yang mereka kerjakan. Mereka sudah di santet oleh rayuan-rayuan dunia, terperdaya oleh hasutan-hasutan iblis dan teler dengan kemaksiatan-kemaksiatan dunia.

Baca juga : Neraka sebagai balasan atasa amalan jelek

Berbagai tradisi-tradisi yang mereka adopsi seperti zina mabuk dan berpakaian tapi telanjang telah menjadi adat kebiasaan yang lumrah bagi mereka sendiri. Bahkan bagi yang tidak melakukan seperti apa yang mereka kerjakan dianggap kepo, kulot, kampungan, tidak gaul dan sebagainya. Harus kita ketahui bahwa, tradisi yang mereka adopsi tidak lain hanyalah tradisi sampah masa jahiliah yang kemudian mereka sebut “keren/ modern”. Karena jika mereka mengganggap membuka aurat atau sistem buka-bukaan adalah keren nan mempesona serta suatu bentuk kemajuan maka yang paling keren dan maju adalah binatang.

Banyak kita lihat wanita berpakaian dengan yang tidak sepantasnya. Pakaian yang mengundang syahwat bagi kaum laki-laki. Bahkan yang suatu keanehan adalah ketika kaum lelaki memandang mereka malah marah. Jadi apa tujuannya untuk menampakkan aurat-auarat tersebut? Maka tidak heran mengapa banyak terjadi pemerkosaan-pemerkosaan, pencabulan-pencabulan, pelecehan seksual, sodomi dan lain sebagainya. Dimedia-media cetak atau pun elektronik sering kita dengar ‘Sang ayah sudah menghilangkan keperawanan anaknya, sang kakek memprkosa cucunya, seorang pemuda sudah menyetubuhi/ mencabuli seorang nenek-nenek berusia 60 tahun’. Itu sebabnya apa? Bukan kah itu efek dari aurat yang sering terbuka dan dinampak-nampakkan?

pakaian islami wanita dan laki-laki,
Lihatlah pakaian-pakaian yang mereka kenakan, lihatlah aurat-aurat yang pontang-panting mereka terlantarkan seakan keindahan telah menguasai jiwa mereka. Dengan berbagai corak dan gaya dari pakaian yang mereka kenakan tidak jauh berbeda dengan apa yang dicontohkan oleh produk-produk jahiliah diluar sana. Dan aktor utama dari skenario ini adalah kaum wanita. Maka disebutlah mereka itu sebagai orang yang mengenakan pakaiaan tapi telanjang dan mereka itulah yang akan masuk neraka dan bahkan tidak akan mencium bau surga sedikitpun, seperti sabda Rasulullah berikut ini

Ada dua golongan dari penghuni neraka yang belum pernah aku lihat  mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang (berpakaian mini). Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian-sekian. (HR. Muslim)

Para pembaca yang budiman,
Padahal Allah SWT. telah menganugrahkan kepada kita rezki yang cukup. Dengan rezki itu kita gunakan untuk membeli pakaian yang  menutup aurat dan sopan, bukan pakaian yang tidak cukup kain seperti itu. Seakan mereka menggambarkan bahwa mereka adalah orang yang paling miskin dari yang termiskin di dunia. Allah Ta'ala berfirman:

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًۭا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًۭا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌۭ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Hai anak Adam (yakni manusia), Kami telah menurunkan untukmu semua pakaian-pakaian yang dapat engkau semua gunakan untuk menutupi aurat-auratmu dan pula pakaian untuk hiasan dan pakaian ketaqwaan adalah yang terbaik." (al-A'raf: 26)

 Allah Ta'ala berfirman lagi: 

وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلْحَرَّ وَسَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ  

"Dan Allah membuat untukmu semua pakaian-pakaian untuk memelihara engkau semua dari panas, juga pakaian-pakaian (baju besi) untuk melindungi engkau semua dalam peperangan." (an-Nahl: 81)

Seperti yang kita lihat sekarang ini, banyak wanita yang Pakai baju nampak pusat, pakai celana Cuma sampai paha, kerudung nampak rambut, dan berjalan lenggang-lenggok ditengah keramaian bagai makhluk yang membelakangi langit. Pakaian islami dianggap kampungan, memakai jilbab mereka anggap sok kealiman, memakai cadar dibilang cari perhatian atau sok kearab-araban. Lain lagi ada yang menganggap pakai cadar itu teroris, itu sunggu pemikiran makhluk-makhluk jahiliah. Sungguh mereka itu sangat banyak alasannya. Tujuannya adalah agar nampak “keren” dan “mengikuti perkembangan zaman” atau untuk misi mereka dalam meruntuhkan akhidah dalam beragama.

Ada yang sebagian orang tua dari kecil sudah mengajarkan cara berpakaian yang salah. Lejing, jeans, bercelana dengan celana singkat padat bulat dan rapat. Maka tidak heran mengapa sewaktu besarnya mereka betah dengan apa yang telah biasa itu. Kecenderungan berfikir dan mengajarkan yang salah sejak kecil akan menjadi bekal dan contoh kepada mereka dimasa dewasa.

Para orang tua-orang tuan yang tidak melarang anaknya untuk menutup aurat sebagaimana yang syariat perintahkan, maka pada hari kiamat akan diminta pertanggungjawaban atas anaknya itu. Orang tua juga akan menanggung dosa atas anaknya apalagi kalau orang tuanyaa menyuruh untuk berpakaian yang mengundang maksiat itu. 

Maka mulai dari sekarang jauhilah pakaian-pakaian yang dilarang dalam agama tersebut. Tidak ada kata terlambat untuk lebih baik. Jauhilah segala kemungkaran-kemungkaran itu. Pakailah pakaian yang islami yang menutupi seluruh tubuhnya yaitu bagi kaum wanita. 

Kaum laki-laki sangat sedikit termasuk kedalam pengaruh pengadopsian budaya aneh tersebut karena kaum laki-laki sangat jarang memakai pakaian mini dan ketat. Coba sahabat lihat kepasar-pasar atau pusat keramaian lainnya, apakah sahabat pernah melihat kaum laki-laki memakai pakaian ketat,apakah ada laki-laki yang memakai baju nampak pusat, apakah sering laki-laki memakai celana Cuma sampai ke paha? Kalupun ada jumlahnya sangatlah sedikit.

Selain itu, aurat laki-laki tidak separah dengan aurat wanita. Aurat wanita meliputi seluruh tubuhnya sedangkan laki-laki hanya sebatas pusat dan lutut. Selain itu, aurat perempuan akan mengundang kesyahwatan-kesyahwatan bagi kaum laki-laki yang ditakutkan akan terjadinya pemerkosaan dan kemaksiatan lainnya. Jika para wanita tidak memakai pakaian mini, celana ketat, pakaian memberi bentuk tubuh mana mungkin pemerkosaan marak terjadi. Bahkan wanita akan tampak lebih terhormat bila memakai pakaian islami. Bagi kaum laki-laki, hendaklah menjauhi berpakain dengan pakain celana ponggol atau sejenisnya yaitu saat bermain bola, maka hendaknya memakai penutup lain yang memungkinkan untuk menunjang hobi tersebut.

Artikel terkait : Anjuran meninggalkan keindahan pakaian dalam Islam

Ada sebagia orang mengatakan, ‘ah untuk apa kau berpakaian alim begitu, perbaiki dulu akhlakmu dulu baru pakai pakaian seperti itu!’. Maka hasutan seperti ini tidak perlu didengarkan. Mulailah dengan hal paling kecil, tutupi aurat, lanjutkan dengan amalan shalih lainnya. Jangan pernah mencontoh tradisi jelek dan salah,  kita boleh mengikuti perkembangan zaman asalkan sesuai dengan syariat islam. Penyesalan itu tidak akan datang sebelum kita menyadarinya. Wallahu’a’lam.

2 Responses to "Adab dan Cara Berpakaian Didalam Islam Untuk Laki-Laki dan Perempuan"