Rukun Wudhu dan Tata Cara Berwudhu dengan Benar Beserta Lafadz Niatnya

Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, pokok permasalahan wudhu memanglah sangat pending sebelum kita melaksankan shalat. Karena ketika melaksankan shalat maka kita harus dalam keadaan suci dari hadats kecil apalagi hadats besar. Wudhu yang merupakan kata lain dari bersuci dari hadast kecil memiliki syarat sahnya dan rukunnya serta hal yang membatalkannya. Sebeleumnya kita telah membahas syarat sah wudhu maka pada kesempatan hari ini akan kita bahas rukun wudhu dan tata cara berwudhu dengan baik dan benar. Mengetahui syarat sah wudhu adalah wajib  karena akan berakibat fatal jika kita tidak mengetahuinya. maka bagi yang belum tahu syarat sah wudhu, simaklah ulasan kami tersebut.

Perintah wudhu memang sudah tercantum dalam Al-quran Surat Al-maidah ayat 6 seperti yang berbunyi berikut ini:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ

"Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki......" (al-Maa'idah: 6)

Dan Nabi Muhammad SAW. juga bersabda tentang kewajiban wudhu sebelum shalat dan menyatakan tidak sah shalat apabila tidak berwudhu:

Abu Hurairah r.a. berkata, "Rasulullah SAW. bersabda, 'Tidaklah diterima shalat orang yang berhadats sehingga ia berwudhu.' Seorang laki-laki dari Hadramaut bertanya, "Apakah hadats itu, wahai Abu Hurairah?" Ia menjawab, "Kentut yang tidak berbunyi atau kentut yang berbunyi."

Rukun wudhu terdiri atas 6 perkara. bukan hanya sekedar 6 perkara tetapi kita harus mengetahui secara detail apa yang enam itu, yang mana saja enam perkara itu, bagaimana proses atau tata pelaksaannya dengan baik. Karena jika kita berwudhu asal-asalan alias tidak sesuai dengan tuntunan agama maka wudhu tidak akan sah dan ibadah akan sia-sia bahkan berdosa. Nah bagaimana jika kita belum mengetahui? Bagi yang belum mengetahui makanya dianjurkan untuk belajar. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini  marilah kita bahas satu persatu rukun wudhu dan tata cara berwudhu dengan baik dan benar.

Rukun wudhu ada 6 perkara:

1.    dan 2. Niat dan membasuh muka

rukun wudhu, tata cara wudhu dengan benar
Saudara-saudari semua pasti bertanya, kenapa 1 dan 2 itu bergabung? Kan begitu. Perlu diketahu bahwa, ketika kita melakukan rukun pertama yaitu niat maka harus diikuti dengan perbuatan. Karena pengertian niat berdasarkan kitab-kitab fiqh adalah niat itu harus di sertai dengan perbuatan (anniytu qadha syai’in bi fi’lihi). Dalam kasus ini, perbuatan pertama dalam wudhu adalah mengusap atau membasuh seluruh muka mulai dari telinga kanan kemudian ke rambut kepala bagian kening diikuti telinga sebelah kiri hingga turun kedagu dan kembali lagi ke telinga kanan tanpa terputus. Nah, pada saat kita membasuh muka inilah kita membacakan niat dalam hati, ingat membacanya hanya dalam hati. Adapun lafadhnya diucapkan dengan lidah dan hukumnya adalah sunnat. Mari kita lihat dan simak lafadh dan niat wudhu berikut ini:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardu atasku karena Allah Ta'ala

Setiap niat wajib di ucapkan dalam hati termasuk niat wudhu. Yang mana niat dan yang mana lafadh? Lafadhnya adalah yang bertulisan atau berbahasa arab sedangkan niat adalah makna dari lafadh tersebut. Diingatkan sekali lagi bahwa membaca niat beriringan dengan kita membasuh muka. Tidak boleh di lakukan setelah membasuh muka atau sebelum membasuh muka. Iringan bacaan niat dalam hati harus sama habisnya usapan kita ketika membasuh muka, contoh kita membaca niat “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardu atasku karena Allah Ta'ala” maka pada saat niat habis atau sampai pada bacaan “Allah ta’ala” maka pada saat itu pula usapan kita selesai. Kita boleh mengulangi usapan muka berulang-ulang hingga habis bacaan niat dalam hati kita.

3.    Membasuh dua tangan hingga siku

Semua kita tahu yang mana siku dan yang mana tangan. Aturan syara’ dalam berwudhu adalah membasuh dua tangan hingga siku atau boleh melebihkan sedikit agar bertambah yakin akan keafdhalan wudhunya. Ketika kita membasuh siku, di anjurkan untuk mengusapnya agar airnya memang benar-benar merata keseluruh bagian tangan dan siku dan apabila ada benda yang menghalangi air wudhu akan hilang dengan usapan tadi atau setidaknya kita tahu bahwa ada benda yang menghalangi baik itu berupa getah, lem atau sebagainya.

4.    Mengusap bagian rambut kepala

Bagian rambut kepada juga harus di usap. Dalam satu pendapat mengatakan mengusap sebagian kepala dan sebagian lagi mengusap rambut kepala. Mengusap rambut kepala biasanya dilakukan pada bagian rambut di kening. Pada pendapat lain mengatakan bahwa mengusap sebagian kepala itu mengusap dari kening hingga ke kepala bagian belakang. Yang terpenting adalah tidak ada  yang menghalangi air wudhu tadi. Nah, bagaimana jika orang botak atau tidak berambut? Maka baginya tetap mengusap kepala di bagian tumbuh rambut tersebut.

5.    Membasuh dua telapak kaki hingga mata kaki

Setelah mengusap rambut, kita langsung menuju kepada kaki yaitu membasuh dua telapak kaki hingga mata kaki. Mata kaki adalah bagian yang berbentuk benjolan pada kanan dan kiri kaki kedua-duanya baik kiri atau kanan. Mata kaki inilah yang menjadi batasan untuk kita membasuh dalam rukun wudhu. Usahakan membasunya lebih sedikit untuk menambah yakin atau keafdhalan wudhu kita. Lain halnya dengan orang musafir, mereka diperbolehkan untuk menyapu dua sepatu. Kita tidak membahas menyapu dua sepatu pada kesempatan ini.

6.    Tertib

Tertib adalah berturut-turut atau mendahulukan yang mana yang harus di dahulukan dan mengakiri apa yang terakhir. Yaitu mendahulukan niat dan membasuh muka diikiti membasuh dua siku, menyapu kepala dan yang terakhir adalah membasuh dua telapak kaki hingga mata kaki. Tidak boleh terbalik  atau bertukar urutan dalam mengerjakan rukun wudhu, jika bertukar maka wudhunya tidak sah. 

Dari uraian di atas sudah jelas yang mana saja rukun wudhu itu yaitu yang wajib di kerjakan saat berwudhu. Mungkin kita bertanya, kenapa membaca basmillah, membasuh tangan, berkumur-kumur dan membasuh telinga tidak ada? Ketahuilah bahwa itu semua adalah sunnat dalam berwudhu. Oleh karena itu kita di wajibkan untuk mengetahui syarat-syarat wudhu yang mana tersebut salah satu syarat wudhu adalah mengetahui yang mana yang wajib dan yang mana yang sunnat. 

Jika kita ingin memperluas area wudhu kita maka di perbolehkan dalam syariat bahkan suatu yang istimewa karena wudhu akan memancarkan cahaya pada anggota tubuh kita yang terkena wudhu. Seperti sabda nabi Muhammad SAW. Berikut ini:

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda: "Sesungguhnya umatku itu akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya wajahnya dan amat putih bersih tubuhnya dari sebab bekas-bekasnya berwudhu'. Maka dari itu, barangsiapa yang dapat diantara engkau semua hendak memperpanjang (yakni menambahkan) bercahayanya, maka baiklah ia melakukannya (dengan menyempurnakan berwudhu' itu sesempurna mungkin)." (Muttafaq 'alaih)

Selain memancarkan cahaya, wudhu juga dapat melunturkan dosa-dosa yang kita miliki seperti di jelaskan oleh Rasulullah SAW.:
Barangsiapa berwudhu dengan baik keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya sampaipun dari bawah kuku-kukunya. (HR. Muslim)

Namun Nabi SAW. melarang kita berboros-borosan dalam berwudhu yaitu pemborosan air yang kita gunakan. Penggunaaan air dalam wudhu dianjurkan untuk sewajarnya saja yaitu tidak terlalu berlebihan. Berikut dasar hukumnya:

Nabi Saw melihat Sa'ad yang sedang berwudhu, lalu beliau berkata, "Pemborosan apa itu, hai Sa'ad?" Sa'ad bertanya, "Apakah dalam wudhu ada pemborosan?" Nabi menjawab, "Ya, meskipun kamu (berwudhu) di sungai yang mengalir." (HR. Ahmad)

Nah, marilah kita berwudhu dengan baik dan dengan benar sesuai dengan syariat agar dan supaya amal ibadah kita tidak sia-sia untuk dikerjakan. Dan semoga Allah SWT. selalu melimpahkan rahmat dan karunia atas kita semua atas ibadah kita kepadanya. Aamiin aamiin ya rabbal alamiin.

1 Response to "Rukun Wudhu dan Tata Cara Berwudhu dengan Benar Beserta Lafadz Niatnya"