Mengapa Wajib Berwudhu untuk Shalat Setelah Mandi Wajib

Mandi wajib (mandi besar) adalah mandi yang dilaksanakan apabila sedang berjunub baik laki-laki maupun perempuan. Junub bisa saja terjadi dengan berbagai hal diantaranya mimpi basah, bersetubuh atau melakukan hubungan suami istri, haid dan nifas. Mandi junub bukanlah sekedar mandi biasa, yang mana mandi ini tidak akan sah bila melakukannya tanpa niat  dan sesuai dengan syariat.

Berbeda dengan wudhu. Wudhu biasanya dikerjakan untuk mengerjakan shalat, membaca/ memegang Al Quran dan sebagainya. Wudhu bertujuan untuk mnghilangkan hadas kecil yang ada pada tubuh baik yang disebabkan oleh menyentuh wanita bukan muhrim, keluar sesuatu dari qubul dan dubur, tidur yang tidak tetap, menyentuh qubul dan dubur dengan telapak tangan dan sebagainya.

Perbedaan yang mendasar antara wudhu dan mandi adalah dari segi fungsi atau tujuannya yaitu mandi berfungsi untuk menghilangkan hadast besar sedangkan wudhu untuk menghilangkan hadats kecil. 

Banyak kalangan menanyakan tentang wudhu dan mandi. Apakah setelah kita mandi dan apabila kita ingin mengerjakan shalat maka wajib berwudhu lagi? Padahalkan jika yang besar saja sudah hilang apalagi yang kecil! 

Nah saudara-saudara seiman yang dirahmati oleh Allah SWT.. M
Memang biasanya jika yang besar itu sudah hilang maka yang kecil juga berikutan, namun dalam hal wudhu dan mandi, apabila kita ingin melaksanakan shalat maka wajib bagi kita berwudhu lagi.

Dalam mengerjakan mandi, kami yakin bahwa anda mengetahui cara-caranya. Yaitu dengan membasuh seluruh anggota tubuh dengan air yang suci lagi menyucikan. Seperti air sumur, air hujan, air laut, air danau dan lain sebagainya. Untuk membasuh seluruh anggota tubuh, pasti kita menggunakan tangan untuk mengusap-ngusapnya bahkan menyabunnya sehingga bersih. Termasuk kepada bagian Qubul dan dubur, benar begitu? Nah, adapun yang membatalkan wudhu adalah menyentuh Qubul dan dubur dengan telapak tangan. Ini adalah faktor utama mengapa kita wajib berwudhu setelah mandi. Kemudian, ketika kita melaksanakan mandi pasti kita akan kencing atau berak baik ketika mandi atau setelah selesai mandi. Maka adapun yang membatalkan wudhu yaitu keluar sesuatu dari qubul dan dubur. Inilah alasan secara logika mengapa kita wajib berwudhu setelah mandi junub. 

Namun menurut madzhab Syafi'i tidak boleh menyatukan niat wudhu dan junub sekaligus karena ada keharusan tertib dalam wudhu seperti tersirat dalam QS Al-Maidah ayat 6. 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 
wajib wudhu setelah mandi wajib, mandi wajib sebelum shalat,
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.(Qs. Al-maidah Ayat 6)

Sebagai orang Indonesia, kita tentunya menganut fiqh Syafi'i, oleh karena itu setelah mandi janabah diwajibkankan melakukan wudhu terlebih dahulu sebelum shalat.

Akan tetapi, dalam suatu pendapat lain. apabila sahabat tidak menyentuh atau melakukan hal yang membatalkan wudhu setelah mandi wajib atau ketika mandi wajib maka boleh untuk melaksanakan shalat tanpa berwudhu lagi. Namun pendapat ini Dhaif. Seperti Hadits aisyah yang diriwayatkan oleh abu daud, at tarmizi dimana aisyah berkata,” Rasulullah SAW. Biasanya mandi dan langsung shalat dua rakaat shalat subuh dan aku tidak melihat beliau memperbarui wudhu kembali.”

Dan dalam riwayat lain lagi mengatakan bahwa Rasulullah terlebih dahulu berwudhu' sebelum mandi junub seperti yang Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. berkata bahwa apabila Nabi Muhammad saw mandi janabah beliau mulai dengan membasuh kedua tangan beliau, kemudian beliau wudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian beliau memasukkan jari-jari beliau ke dalam air, lalu beliau menyeling-nyelingi pangkal rambut, kemudian beliau menuangkan (dalam satu riwayat: sehingga apabila beliau merasa sudah meratakan air ke seluruh kulitnya, beliau menuangkan) tiga ciduk pada kepala beliau dengan kedua tangan beliau, kemudian menuangkan air pada kulit beliau secara keseluruhan."

Dari hadits diatas sangat jelas bahwa Rasulullah berwudhu terlebih dahulu sebelum mandi. perlu diingat bahwa pada saat mandi juga tidak boleh melakukan hal-hal yang membatalkan wudhu. Kalau kita melakukannya maka Wudhunya yang pertama tidak sah.

Jika sahabat bertanya, apa yang akan penulis lakukan? maka dengan senang hati saya menjawab bahwa saya akan berwudhu lagi setelah mandi agar lebih afdhal dan ini merupakan pendapat yang kuat dikalangan ahli sunnat wal jamaah.
Semoga apa yang kami sampaikan dapat memberi manfaat kepada kami terutama dan kepada sahabat semuanya. Semoga Allah meredhai atas ilmu yang telah dilimpahkan kepada kita. Aamiin aamiin ya rabbal ‘alamiin.

0 Response to "Mengapa Wajib Berwudhu untuk Shalat Setelah Mandi Wajib "

Post a Comment