Mengapa Rasulullah SAW Melarang Kita Duduk di Pinggir Jalan

Tidak jarang dari kalangan muda-mudi bahkan kalangan tua mengadakan pembicaraan dan percakapan di berbagai tempat. Tidak terkecuali di pinggir jalan, mereka menyediakan tempat duduk atau menduduki beton-beton pinggir jalan agar tetap dapat menikmati pemandangan orang yang lilu-lalang di jalan. Apakah yang istimewa dari duduk di jalan tersebut dan apakah yang membuat pemandangan orang lilu-lalang itu lebih istimewa? Wallahu a’lam.

Tahukah kita sesungguhnya Nabi Muhammad SAW. melarang kita mengadakan majelis atau duduk di pinggir jalan. Sebagaimana yang Nabi SAW. sabdakan dalam hadits berikut ini:

عَنْ أَبِـي سَعِيدٍ الْـخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْـجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ مَا بُدَّ لَنَا مِنْ مَـجَالِسِنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِنْ أَبَـيْتُمْ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ غَضُّ البَصَرِ وَ كَفُّ الأَذَى وَ رَدُّ السَّلاَمِ وَاْلأَمْرُ بِالْـمَعْرُوفِ وَ النَّهْيُ عَنِ الْـمُنْكَرِ

Dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu’anhu dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di jalan”. Maka para Sahabat berkata: “Kami tidak dapat meninggalkannya, karena merupakan tempat kami untuk bercakap-cakap”. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam berkata: “Jika kalian enggan (meninggalkan bermajelis di jalan), maka berilah hak jalan”. Sahabat bertanya: “Apakah hak jalan itu?”Beliau menjawab: “Menundukkan pandangan, menghilangkan gangguan, menjawab salam, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.”

Dapat kita simpulka bahwa alasan kenapa Rasulullah SAW. melarang kita duduk di pinggir jalan adalah karena kita tidak bisa menundukkan pandangan, menimbulkan gangguan pengguna jalan, tidak mau menjawab salam, tidak mau memerintah kebaikan dan tidak mencegah kemungkaran. 

mengupat, memfitnah, menghibah. dosa duduk dijalan,
Menundukkan pandangan adalah tidak melihat atau memperhatikan wanita-wanita yang lewat dijalan atau  laki-laki yang bukan mahram atau melihat aurat yang terbuka maupun berbekas ketika mengendarai kendaraan. Karena melakukan hal ini adalah dosa dan termasuk zina mata, maka oleh sebab itu Nabi SAW. melarangnya. Adapaun menimbulkan gangguan maknanya adalah jika ada orang yang lewat dan merasa malu aau enggan untuk lewat di depan orang yang duduk di jalan tersebut baik karena bukan mahram atau terasa terganggu karena sering keluar kata-kata yang tidak menyenangkan dari mereka atau juga karena gangguan lain. Dan apabila ada yang menyampaikan salam maka jawablah agar tidak ada dosa karena hukum menjawab salam adalah wajib. Kerena tidak jarang dari kalangan muslim apabila lewat di jalan dan terutama menggunakan kendaraan akan mengucapkan salam kepada yang duduk di pinggir jalan tersebut. Selain itu juga karena kita tidak mau memerintah kepada kebaikan dan yang terakhir adalah mencegah kemungkaran. Mencegah kemungkarang termasuk mengupat, menghibah, menghina, memfitnah dan lain sebagainya. Hal yang tidak mungkin ketika duduk di pinggir jalan itu kita tidak mengupat atau memfitnah atau menghibah. Asal ada yang lewat pasti akan membeberkan isu dari seseorang tadi sebagai bahan pembicaraan. Na’uzubillahiminzqliq.

Mengapa terjadi demikian, katahuilah bahwa zaman telah mempengaruhi manusia untuk tidak menuntut ilmu, padahal majelis-majelis ta’lim tersedia untuk menimba ilmu dan lagi bermanfaat. Jika di bandingkan dengan duduk di pinggir jalan yang hanya menimbulkan dosa. Maka lebih baik kita berdiam di rumah atau menghadiri pengajian-pengajian karena akan mendapatkan pahala yang besar.

Selain menghadiri pengajian, kita juga bisa memanfaatkannya untuk beribadah kepada Allah SWT. ketimbang melakukan perbuatan yang mengandung dosa seperti duduk di pinggir jalan tadi. Jadi dapat kita simpulkan bahwa mengapa Rasulullah SAW. Melarang duduk di pinggir jalan adalah karena dapat mengundang dosa. dan ingatlah bahwa perbuatan jahat atau buruk itu akan membawa kepada neraka.

Demikian saja pencerahan hari  ini, semoga kita di jauhkan dari dosa dan selalu terjaga dari perbuatan buruk tersebut. Aamiin aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

0 Response to "Mengapa Rasulullah SAW Melarang Kita Duduk di Pinggir Jalan"

Post a Comment