Alasan Ilmiah Mengapa Rasulullah SAW Melarang Meniup Makanan dan Minuman

Makan dan minum merupakan hal yang tidak asing lagi bagi kita dan merupakan yang kita butuhkan sehari-hari. Baik itu berupa makanan ringan atau berupa nasi yang merupakan kebutuhan pokok setiap hari. Begitu juga dengan minuman, baik berupa yang panas atupun dingin. Seperti kopi atau teh dan sebagianya.

Jika dalam keadaaan cuaca panas, kebanyakan orang mencari makanan atau minuman dingin untuk menyegarkan kembali stamina dan menyeimbangkan suhu tubuh. Begitu juga kala dingin, kebanyakan dari kita mencari santapan-santapan yang panas agar manghangantkan tubuh. Atau juga ada sebagian yang menyantap makanan panas ketika cuaca panas. Maka untuk mendinginkan makanan tersebut mereka menghembusnya dengan mulut. Harus kita ketahui bahwa Rasulullah SAW. Sangat melarang menghembus atau meniup makanan dengan mulut atau bernafas didalam wadah sebagaimana dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh abu dawud berikut ini,

Rasulullah Saw melarang orang meniup-niup makanan atau minuman. (HR. Abu Dawud)

Maka hendaknya makanan atau minuman tersebut didiamkan saja atau didinginkan dengan metode lainnya selain dengan meniup langsung dengan mulut, misalnya dengan fan (kipas angin).
Alasan Ilmiah Mengapa Rasulullah SAW Melarang Meniup Makanan dan Minuman
Kopi

Dalam suatu kisah pada zaman Rasulullah SAW. Ada seorang lelaki berkata: "Ada kotoran mata yang saya lihat di dalam wadah itu." Beliau s.a.w. bersabda: "Alirkanlah (sehingga kotoran itu hilang)." Orang itu berkata lagi: "Sesungguhnya saya ini belum merasa puas minum dari sekali nafas." Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Kalau begitu singkirkanlah dulu wadahnya itu dari mulutmu (dan bernafaslah di luar wadah)."

Maksud singkirkan adalah bernafas didalam wadah yang kita minum. Jika diatas dijelaskan masalah meniup makanan atau minuman maka sama halnya dengan bernafas didalam wadah. Karena yang kita keluarka sewaktu bernafas dan menghembus adalah CO2 atau Karbon Dioksida.

Jadi Rasulullah SAW. telah menjelaskan dalam haditsnya untuk tidak menghirup atau mengelurkan nafas di dalam wadah, baik itu dari hidung maupun dari mulut ke dalam gelas yang kita gunakan untuk minum atau kedalam makanan yang sedang kita makan. Rasulullah SAW. adalah utusan Allah SWT. yang beliau sampaikan tentu memiliki manfaat untuk umat-umatnya. Telah di buktikan sekarang, setelah diteliti dari segi ilmu pengetahuan modern dan juga telah kita ketahui bersama, ternyata napas kita mengeluarkan CO2 (gas karbon dioksida), sedangkan kita bernapas memerlukan O2 (gas oksigen), sewaktu kita bernafas dalam wadah yanag mana mulut, hidung dan muka kita menutupi tersebut, kita akan menghirup kembali gas CO2. Apalagi secara reaksi kimia, bila CO2 digabung dengan air (H2O), maka akan membentuk senyawa kimia H2CO3, sehingga lebih berbahaya lagi baik untuk diminum, maupun dihirup. Seringkali ada orang yang meniup air minum dalam keadaan panas, padahal itu berbahaya buat kesehatan, karena H2O tersebut dalam keadaan menguap, tentu saja langsung bereaksi, dan senyawa bentukannya ini bersifat korosif (karena asam karbonat membuat besi dan logam menjadi berkarat). ada baiknya air minum atau makan itu ditunggu dingin saja, atau dikipas-kipas, jangan ditiup oleh mulut kita. Subhanallah, kami beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tanpa harus membuktikannya.

artikel terkait : Ampunan Allah sangat luas

Sungguh sangat banyak hikmah yang diajarkan Rasulullah kepada kita semua yang mengandung berjuta manfaat. Semoga Allah SWT. selalu menuntun kita kepada jalan-Nya. Aamiin aamiin yaa rabbal 'aalamiin.

0 Response to "Alasan Ilmiah Mengapa Rasulullah SAW Melarang Meniup Makanan dan Minuman"

Post a Comment