Latest Posts

Mengenal Akad Salam & Istishna dalam Perbankan Syariah

Dewasa ini, perbankan syariah sudah tidak asing lagi di telinga Masyarakat Indonesia. Terlebih bagi Umat Muslim yang peduli terhadap keuangan syariah. Tentunya Setelah adanya perbankan syariah mereka berpindah dari financial konven ke syariah. Bahkan baru-baru ini, topik yang cukup hangat tentang bank syariah di negeri ini mampu menarik perhatian, yaitu rencana Merger 3 Bank syariah besar di Indonesia. Namun jika di lihat dari unsur modal, hal tersebut belum mampu membuat bank syariah saat mengalahkan bank konven, karena masih jauh dari perbandingan secara modal. Akan tetapi hal ini menjadi salah satu semangat baru agar nantinya bank syariah mampu terus berkembang dan semakin baik hingga dapat menyeimbangi bahkan mengalahkan bank konvensional agar di Indonesia sepenuhnya mampu menganut sistem perbankan syariah.

Secara Praktik sebenarnya bank syariah dan bank konven sama saja, sama saja melakukan kegiatan penghimpunan dana dan Penyaluran dana. Namun ada beberapa perbedaan pada perbankan Syariah, seperti misal di bank syariah ada DPS yang menjadi pengawas jalannya perbank syariah yang sesuai dengan koridor kesyariah-an, selain itu adanya akad-akad yang menjadi pilihan ketika hendak melakukan transaski di bank syariah.


Salah satu akad yang ada bank syariah adalah Salam dan Istishna. Kedua akad ini sebenarnya secara garis besar sama, yaitu sama-sama berlabel halal dan sama-sama Akad yang di Tangguhkan penerimaan barangnya, karena belum ada wujud pada saat serah terima akad berlangsung. Namun, Ada juga perbedaan perbedaan yang di antara keduanya, seperti dari segi barang, Akad salam biasanya di gunakan untuk barang yang tidak mesti mengalami proses pembuatan dulu, karena biasanya sudah tersedia atau sudah jadi namun kondisinya di tempat lain, contoh sederhana dari akad salam ialah online shop. sedang untuk Akad istishna, biasanya akad yang di gunakan untuk transaksi yang barangnya di buat dahulu seperti misal pada produk rumah di KPR.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang akad salam dan Istishna, Mari Simak uraian berikut!

  1. Akad Salam
    Akad salam merupakan akad pemesanan barang, yang ciri-ciri atau spesifikasi barangnya jelas dan biasanya pembayaran dilakukan di awal, tetapi barang di serahkan dikemudian hari serta waktu penyerahannya telah di tentukan, dan penyerahan di lakukan di satu majelis/tempat.

  2. Istishna
    Dilansir dari ojk.co.id : “Jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang di sepakati dan pembayaran sesuai dengan kesepakatan” hal ini merupakan definisi dari istishna.

Istishna merupakan Akad pemesanan suatu barang dari pihak 1 sebagai pemesan, ke pihak 2 yaitu produsen. Adapun untuk pemesanan, kriterianya sesuai keinginan pemesan. Namun dalam akad istishna waktu penyerahan barang tidak di tentukan, tidak seperti pada akad Salam.

Waallahu a’lam bisshawab.

(Sebuah Opini : Uswatun Hasanah)

Kaitan Etika Profesi Auditor Dengan Akhlak-Akhlak Yang Dianjurkan Islam

Sebagai mahluk hidup dengan segala amanah dan kebutuhan bersosialisasi, manusia diharuskan untuk menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak dan beretika. Bukankah islam sudah mengajarkan setiap umatnya untuk berprilaku yang baik dan menjaga akhlaknya. Salah satunya dalam hal bekerja, sebagai seorang auditor pun harus memiliki etika ketika sedang mengaudit atau menjalankan tugasnya. Etika merupakan seperangkat prinsip moral atau nilai yang berlaku di masyarakat umum yang diperlukan untuk membuat kehidupan bermasyarakat berfungsi, yang dimana ketika seseorang sudah kehilangan etika maka akan merugikan masyarakat lain, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, auditor dituntut untuk bersikap profesional sebagai seorang profesi yang taat terhadap kode etik.

Dalam profesi audit nilai etika secara umum dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya : terpercaya, dalam hal ini auditor diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan jujur, berintegritas dan loyalitas. Selanjutnya santun/hormat, auditor diharapkan mampu berprilaku sopan dan santun terhadap pihak lain, dan memiliki rasa toleransi yang tinggi. Bertanggung jawab, auditor harus memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan yang telah dilakukannya, diharapkan mampu melakukan yang terbaik, mengendalikan diri,dapat memberi contoh yang baik,serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Selanjutnya bersikap adil, seorang auditor harus memiliki sikap profesional tidak memandang berdasarkan suku,ras,agama,dan kasta ,seorang auditor harus terbuka dan berprilaku secara tepat sehingga tidak adanya pihak lain yang merasa dirugikan. Perhatian, mencakup ketulusan perhatian terhadap kesejahteraan pihak lain serta berprilaku baik. Dan yang terakhir bermasyarakat, seorang auditor harus mengabdi, mencakup patuh akan aturan serta ketersediaan berbagi untuk kesejahteraan bersama. Dengan memenuhi kriteria nilai-nilai tersebut seorang auditor sudah dianggap mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Terlepas dari penilaian manusia, seorang auditor juga harus sadar akan amanah yang berikan Allah SWT, sadar bahwa ketika manusia yang tidak mampu melihat segala perbuatan yang disembunyikan selalu ada Allah yang maha melihat dan mengawasi. 



Etika sangat berperan penting dalam profesi audit. Etika seorang auditor akan mempengaruhi standar kualitas audit, hal ini dikarenakan seorang auditor memiliki tanggung jawab dan pengabdian besar terhadap masyarakat. Profesionalisme diperlukan dalam membangun kepercayaan publik terhadap kualitas jasa dan profesi.  Maka dari itu auditor harus menghindari prilaku-prilaku yang menyimpang, karena ketika seorang auditor tidak memiliki etika dalam mengaudit maka dapat menurunkan pandangan masyarakat terhadap kualitas profesi audit itu sendiri. 

Prinsip etika audit sudah diatur oleh IAPI, adapun prinsip dasar etika profesi menurut  ikatan akuntan publik indonesia adalah 

  • Prinsip integritas
    Dalam menjalankan hubungan profesional, setiap praktisi harus bersikap tegas dan jujur terhadap audit yang dikerjakan sehingga bisa memberikan hasil yang sesuai.

  • Prinsip objektivitas
    Setiap praktisi tidak boleh membiarkan subjektivitas, benturan kepentingan atau pengaruh yang tidak layak dari pihak-pihak lain memengaruhi pertimbangan profesionalnya. Yang dimana hasil pertimbangan atau keputusan harus bersifat real dan tidak terpengaruh kepentingan yang lain.

  • Prinsip kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional.
    Setiap praktisi wajib memelihara pengetahuan dan keahlian profesionalnya pada tingkat yang dipersyaratkan, sehingga klien atau pemberi kerja dapat menerima jasa profesional yang diberikan secara kompeten berdasarkan perkembangan terkini dalam praktik, perundang-undangan, dan metode pelaksanaan pekerjaan.

  • Prinsip kerahasiaan
    Setiap praktisi wajib menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan profesional dan hubungan bisnisnya, serta tidak boleh mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga tanpa persetujuan dari klien atau pemberi kerja,kecuali terdapat kewajiban untuk mengungkapkan sesuai dengan ketentuan hukum atau peraturan lainnya yang berlaku. 

  • Prinsip perilaku profesional
    Setiap praktisi wajib mematuhi peraturan hukum dan peraturan yang berlaku dan harus menghindari semua tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

Sebagai seorang auditor tentu dianjurkan untuk beretika dalam mengemban amanah yang diberikan, prinsip etika seorang auditor bisa dijumpai dalam standar-standar yang dibuat oleh pemerintah atau ikatan akuntan publik indonesia. Begitu pentingnya suatu etika setiap individu, bahkan Allah SWT. sudah menetapkan dalam Al-Qur’an dan sunnah bahwa islam menganjurkan setiap manusia untuk memiliki etika dan moral dengan mengikuti dan meneladani Nabi Muhammad saw yang dimana Rasulullah SAW. sendiri memiliki 4 sifat yang bisa kita teladani ketika kita menjadi seorang auditor diantaranya siddiq (benar) menunjukkan bahwa setiap hal yang beliau kerjakan adalah kebenaran dan bukan sesuatu yang zalim dan dusta. Hal ini menggambarkan bahwa seorang auditor harus mengaudit laporan keuangan dengan benar dan penuh kejujuran, tanpa adanya rekayasa. Amanah (dapat dipercaya) bahwa Rasulullah SAWmerupakan sesorang yang dapat di percaya dalam mengerjakan sesuatu, mengajarkan bahwa seorang auditor  harus dapat dipercaya oleh klien atau pemberi kerja dalam melaksanakan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Tabligh (menyampaikan) seorang auditor harus menyampaikan laporan yang sudah di audit dengan benar tanpa. Fatanah (cerdas) Rasulullah SAW terkenal sebagai seorang yang cerdas dan pandai serta sangat arif dan bijaksana, mengajarkan bahwa seorang auditor juga harus cerdas sehingga bisa memberikan hasil laporan audit yang baik dan menghasilkan keputusan yang bijaksana. 

Meskipun demikian setiap manusia pasti tidak luput dari kesalahan begitu juga seorang auditor namun, menjalankan sesuatu dengan sungguh2 akan jauh lebih baik dari menjalankan sesuatu secara percuma karena Allah Maha Melihat ikhtiar setiap hambanya.

Nama penulis : Windi Juni Alma
Pekerjaan : Mahasiswi Stei sebi depok
Asal : Lombok
Domisili : Depok

Peranan Bank Syariah Di Masa Pandemi Covid-19

Kasus kematian akibat wabah covid-19 semakin merajalela diberbagai negara, tidak hanya Indonesia. Banyak negara menerapkan upaya untuk mengurangi wabah covid-19 dengan menerapkan sistem lockdown atau PSBB. Namun sayangnya, gerakan ini berpengaruh pada penurunan aktifitas ekonomi secara masif. Beberapa lembaga riset didunia juga turut memprediksi dampak buruk atas penyebaran wabah ini terhadap ekonomi global. Salah satu dampak diberlakukannya keputusan PSBB yakni menghambat arus lalu lintas perekonomian baik secara regional, nasional, hingga internasional.

Akibat penerapan PSBB tersebut telah menyebabkan perekonomian menderita. Ekonomi mengalami kontraksi bahkan beberapa negara justru mengalami resesi, pengangguran meningkat pesat, diberbagai daerah memustukan menutup pariwisatanya, jumlah penduduk miskin kian melonjak. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali membuka kembali ekonomi, dengan menata sektor kesehatan. Bahkan dalam ilmu ekonomi, apabila suatu variabel pendukung terhambat maka produksi tidak akan berjalan dengan baik, seperti pasokan bahan baku dan kegiatan operasional produksinya terhambat dan tidak bisa berjalan dengan baik akibat adanya pembatasan wilayah yang menyebabkan produksi menurun dan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. 


Sudah seharusnya kita sebagai penganut agama Islam dengan negara yang bermayoritaskan agama Islam sadar agar memberikan peran terbaik melalui berbagai bentuk kontribusi dalam ekonomi dan keuangan syariah. Berdasarkan data yang dipublikasin OJK pada tahun 2019, bank syariah telah mampu menorehkan keuntungan sebesar Rp 5,5 triliun, pangsa pasar perbankan syariah di indonesia juga sudah mampu menembus angka 6 persen berdasarkan data OJK atau sekitar Rp 513 triliun. Oleh karena itu perbankan syariah mendukung upaya pemerintah untuk meminimalisir dampak yang disebabkan oleh pandemi, dengan lebih ikut berperan dalam pemberdayaan dan pembiayaan produktif kepada UMKM. Kerugian yang disebabkan pandemi ini merambat ke seluruh sektor, banyak masyarakat kehilangan pekerjaan, berdasarkan data ILO memperkirakan 6,7% atau setara dengan 195 juta pekerja penuh waktu terkena dampak akibat pandemi secara global. Namun sektor yang mengalami kerugian terbesar adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Indusutri UMKM adalah sektor yang paling terpuruk, akibat penerapan PSBB. Untuk menstimulus keadaan perekonomian khususnya UMK, pemerintah melalui OJK menerbitkan POJK No 11/POJK.03/2020 untuk memberikan relaksasi kepada nasabah perbankan termasuk perbankan syariah, yaitu memberikan kemudahan proses restructuring dan rescheduling untuk nasabah yang terdampak covid-19 khususnya nasabah sektor UMKM atau non-UMKM yang memiliki pembiayaan dibawah Rp 10 miliar,berlaku satu tahun kedepan bergantung pada kebijakan masing-masing bank syariah.

Adapun peran bank syariah kepada nasabah yang terdampak selama pandemi ini sebagai bentuk kepedulian atau solusi terhadap ekonomi dan keuangan sosial Islam diantaranya :

  • Memberikan penundaan pembayaran angsura murabahah ataupun sewa diakad ijarah dan musyarakah mutanaqishah (antara 6-7 bulan). Sedangkan untuk pembiayaan menggunakan akad mudharabah, musyarakah, dan wakalah, pembayaran bagi hasil dapat ditunda atau ditiadakan;

  • Memberikan kelonggaran fasilitas restruksi atau penjadwalan ulang khusunya pada akad ijarah dan musyarakah mutanaqishah sehingga biaya sewa yang dibebankan kepada nasabah bisa lebih kecil dari biasanya. Dengan catatan pembiayaan dengan akad murabahah harga tidak boleh berubah dari kesepakatan awal. Namun dengan akad ijarah dan sejenisnya keadaan kesepakatan bersama antara bank dan nasabah bisa disesuaikan selama keduanya saling menerima:

  • Zakat perusahaan, karyawan dan pemegang saham sesuai dengan anjuran Islam porsi zakat yang harus dikeluarkan agar segera dikeluarkan dan dapat disalurkan kepada yang mustahik. Sebaiknya bank syariah dan pemegang zakat perusahaannya (zakat maal) mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen untuk membantu masyarakat yang lemah ekonomi dan disalurkan ke lembaga zakat negara maupun swasta profesional. Dilakukan sebagai wujud ketaatan bank kepada prinsip syariah;

  • Dana akun kebajikan. Mendistribusikan semua dana pada akun kebajukan yang berasal dari denda telat bayar ataupun perjanjian yang tidak sesuai syariah dialokasikan ke pos penanganan covid-19 dan tidak dimasukan pendapatan operasional;

  • Bank syariah juga harus mempertimbangkan untuk mendistribusikan dana CSR untuk penanganan covid, pembagian sembako, alat kesehatan untuk masyarakat yang membutuhkan, begitu juga keuntungan bank syariah harus di distribusikan;

  • Pemberdayaan sekaligus penguatan sektor filantropi Islam, dimana zakat harus disalurkan dengan tepat, perlunya kesadaran untuk pengumpulan unit-unit zakat maupun dari masyarakat, khusus zakat yang bersifat tunai, penyalurannya harus di fokuskan kepada orang yang berhak menerima yang terdampak covid-19 secara langsung. Begitu juga dengan sembako dan lainnya. Perlu kita sadari bahwa realisasi pemasukan zakat semakin menipis kurangnya kesadaran dari masyarakat yang mampu untuk membayar zakat dan wajib zakat, untuk itu perlu adanya penguatan kampanye dana zakat,infaq,sedekah agar masyarakat dapat menyadari bahwa peranan bank syariah tetap sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. 

Dalam hal ini bank syariah sudah cukup berperan dalam pemulihan ekonomi, namun bank syariah juga diharapkan mampu mengahadirkan produk yang memberikan dampak sosial yang lebih di masa pandemi ini.

Jadi tidak ada salahnya pada tahun ini fokusnya pada pemulihan ekonomi dan membantu nasabah yang terdampak  agar kondisi perekonomian cepat pulih sehingga UMKM dapat berjalan seperti biasanya dengan harapan kita juga sama-sama saling mengingatkan untuk lebih memperhatikan keuangan syariah dan harapannya juga bisa lebih berkontribusi nantinya di perbankan syariah.


Oleh : Windi juni Alma 
(Mahasiswi STEI SEBI, Depok)

Manfaat SUNBATHING (Berjemur) untuk Kesehatan Tubuh Kita

Baru baru ini, dunia di gemparkan dengan kabar menyebarnya virus covid 19 atau yang lebih sering dikenal sebagai corona.  Penyakit yang di nyatakan berasal dari wuhan, China ini berkembang dengan pesat dan menyebar di penjuru dunia dan telah memakan banyak korban jiwa dimana mana.

Virus yang memiliki gejala awal flu dan demam ini banyak di beritakan bahwa dengan berjemur  bisa membunuh virus, padahal hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Pada penilitian para ahli, berjemur bermanfaat sebagai pembantu  produksi vitamin D yang berfungsi untuk memperkuat tulang dan dapat membantu melawan penyakit tertentu.

Segala sesuatu tentunya memiliki manfaat atau efeect baik juga pasti memiliki bahaya atau effect buruk, begitu juga dengan Sunbathing atau berjemur. Maka dari itulah diperlukan pemahaman yang benar dari segala hal yang kita lakukan agar kita mendapatkan manfaatnya dan terhindar dari bahaya.


Berjemur di waktu yang tepat bisa memberi manfaat yang maksimal dan waktu yang paling tepat adalah pukul Sembilan pagi dengan rentan waktu cukup hanya 25 menit dengan rutin sebanyak 3 kali dalam seminggu. Dengan begitu kitaa bisa mendapatkan banyak manfaat diantaranya; 


MENGURANGI DEPRESI

Orang yang rajin menghabiskan waktunya untuk menerima paparan sinar matahari memiliki gejala depresi yang lebih sedikit dan lebih ringan, sinar matahari memicu otak untuk melepaskan hormon serotonin yang dapat meningkatkan suasana hati dan meningkatkan perasaan tenang.

MEMBUAT TIDUR LEBIH LELAP

Paparan sinar matahari akan menyebabkan irama tubuh kita  atau yang di sebut dengan irama sikardian bekerja lebih baik dan membuat pemograman tubuh untuk tertidur lebih lelap

MEMBUAT TULANG MENJADI LEBIH KUAT

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Penyerapan kalsium ini membuat tulang menjadi lebih kuat dan dapat membantu mencegah osteoporosis dan radang sendi

MENINGKATKAN SISTEM KEKEBALAN SISTEM TUBUH

Vitamin D membantu tubuh melawan penyakit, diantaranya penyakit jantung, skeloresis otot, flu, penyakit autonium dan kanker tertentu.

Menurut berbagai penelitian berikut adalah tips berjemur yang aman;

  • Sesaikan waktu berjemur dengan tempat dan kondisi kulit karna tempat yang memiliki udara yang buruk dapat menghalangi sebagian sinar uv dan memahami keadaan kulit diperlukan untuk menghindari terbakarnya kulit karna sinar matahari. 
  • Oleskan tabir surya minimal SPF 30 atau lebih  pada kulit tangan, kaki dan leher serta bagian bagian yang akan terpapar sinar matahari 15 menit sebelum berjemur
  • Beristirahatlah di tempat yang teduh saat kulit sudah mulai terasa panas

Dengan memahami hal hal diatas semoga kita bisa endapatkan manfaat lebih maksimal dalam sunbathing.



Kontributor Alvin Ulandari 
Mahasiswa STEI SEBI Prodi Hukum Ekonomi Syariah

Future Effect (Dampak Negatif) dari Sifat Iri Hati

Dari awal diciptakan, seorang manusia dinyatakan sebagai ahsanu khalqin atau sebaik baiknya ciptaan, hal ini tebukti dengan dilengkapinya manusia dengan berbagai indra diantaranya perasaan. Setiap manusia di dunia ini pasti pernah merasa sedih, bahagia, bosan, lapar dan sebagainya yang tentunya setiap perasaan itu akan menghasilkan sebuah sikap.

Diantara sekian banyak jenis perasaan yang dimiliki manusia, ada sebuah rasa yang bisa menimbulkan sebuah sikap yang sangat berbahaya, yakni sifat iri hati. Iri hati adalah sebuah sebuah emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki keunggulan, baik itu prestasi, kekuasaan, atau lainnya dan menginginkan yang tidak dimilikinya, atau berharap orang lain yang memilikinya agar kehilangannya.

Dari pengertian diatas bisa dinyatakan bahwa iri hati adalah sebuah perasaan yang berbahaya, hal ini dinyatakan karena iri hati bisa menimbulkan banyak effect buruk diantaranya adalah kebencian, sikap sinis dan yang paling menyebalkan adalah sifat nyinyir, yang sebagai buktinya adalah peristiwa yang tergambarkan dalam Al-Qur’an tentang qabil dan habil.


Dr. Shigeo Haruyama, seorang pakar kesehatan holistic menggambarkan bahwa orang yang memelihara sifat iri sejalan dengan orang yang mudah marah, sedih, cemas, dan takut yang dimana otaknya akan mengeluarkan hormon racun yang merusak berbagai jaringan dalam tubuh manusia yang dinamakan hormon non-adrenalin.


Sifat iri hati akan menyuburkan hormon racun tersebut dan membuat kerusakan dalam tubuh manusia semakin cepat, tidak hanya itu ada beberapa hal yang juga menjadi effect dari memelihara sifat iri, diantaranya;

  • Sulit untuk bisa hidup dengan tenang dan benar benar bahagia karena selalu merasa was-was dan tidak suka melihat kebahagiaan orang lain.
  • Sulit untuk bisa bersyukur dan mensyukuri kehidupan karena selalu merasa bahwa apa yang dimiliki orang lain selalu lebih baik dari yang dimilikinya. 
  • Tidak disenangi dalam pergaulan dan lingkungan. Hal ini karena iri hati juga menjadikan pemilik sifat itu menjadi sombong, angkuh,dan tidak bisa mengendalikan emosi.
  • Menjadi gelap mata (menghalalkan semua cara) untuk bisa mencapai tujuan
  • Rentan stress dan depresi
  • Mudah temakan hasutan dan dimanfaatkan orang lain
  • Tidak focus pada kehidupan diri sendiri
  • Hati menjadi kotor dan tidak tulus


Setelah mengetahui berbagai macam effect buruk dari iri hati tentunya kita harus belajar bagaimana caranya agar kita bisa terhindar dari sifat mengerikan diatas, diantaranya ada beberapa cara yakni pertama dengan cara belajar untuk terus mensyukuri apa yang telah dianugerahkan kepada kita dan menanamkan mindset bahwa tidak semua orang beruntung memiliki apa yang sudah kita miliki, kedua adalah dengan melatih diri sendiri untuk selalu berfikiran positif agar tidak melulu merasa kekurangan, dan yang terakhir adalah selalu melibatkan Allah SWT. dalam segala langkah.

Kontributor Alvin Ulandari
Mahasiswa STEI SEBI Prodi Hukum Ekonomi Syariah

Bagaimana Islam Memandang Kegagalan

Kegagalan adalah suatu keadaan atau kondisi dimana tidak memenuhi tujuan yang diinginkan atau dimaksudkan, dan dapat dipandang sebagai kesuksesan. Kegagalan disebut juga hasil akhir dari suatu pencapaian yang bersifat tidak sesuai dengan keinginan. 

Setiap manusia selalu punya impian dan tidak jarang mereka yang bermimpi atau bercita-cita mengalami kegagalan. Bagi sebagian mereka ada yang memandang kegagalan sebagai sesuatu yang wajar terjadi dalam bercita-cita, dan sebagian lainnya memandang kegagalan sebagai akhir dari segalanya, mereka yang berpikiran seperti itu cenderung berputus asa dan dan berlarut dalam kesedihan. Bahkan lebih parahnya efek dari kegagalan bisa membuat mereka yang mengalami kegagalan itu stres dan melakukan hal-hal negatif karna pandangan tentang kegagalan yang salah. 

Padahal Islam sudah memberikan solusi bagi setiap permasalahan hidup manusia. “dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah SWT”. Bukankah kita memang dianjurkan untuk menghabiskan jatah gagal sebelum kita berhasil, kegagalan adalah sesuatu yang harus dijadikan sebagai ajang intropeksi diri, dan melakukan perubahan menuju lebih baik. Apakah ikhtiar atau usaha kita sudah maksimal, apakah kita mengimbangi ikhtiar dengan doa atau tidak.

Dalam Islam ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menggapai impian kita.

  • Islam mengajarkan kita untuk berikhtiar atau berusaha dengan sungguh-sungguh dengan tidak menzalimi diri kita dengan rasa malas, belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan sungguh-sungguh karena dengan kesungguhan akan tercapai suatu keberhasilan. Jika kita berikhtiar dengan sekadarnya maka hasil yang kita dapatkan tentu dengan  sekadarnya. Bukankah manusia terbaik adalah yang terus berusaha dengan sungguh-sungguh.

  • Selanjutnya setelah berikhtiar atau berusaha kita sebagai muslim harusnya mengimbangi usaha-usaha kita dengan berdoa kepada Allah SWT, dengan begitu kita bisa lebih diberikan ketenangan, dan itu dengan berdoa menunjukkan kita sebagai hamba yang tanpa pertolongan Allah SWT bukanlah siapa-siapa. Maka harusnya kita selalu berdoa memohon pertolongan Allah SWT.

  • Setelah berusaha dan berdoa maka hal yang selanjutnya kita lakukan adalah bertawakal atau berserah diri kepada Allah SWT, karena terlepas dari besarnya  usaha yang kita lakukan, dan banyaknya doa yang sering kita dengungkan tidak terlepas dari kendali Allah SWT. Maka kita harus menyerahkan segala urusan kita hanya kepada-Nya. Meyakini dengan sepenuh hati bahwa apapun pemberian Allah SWT nantinya akan menjadi pemberian yang terbaik, bertawakal kepada Allah SWT  atas apa yang sudah kita kerjakan.

  • Selanjutnya adalah sabar, sabar adalah tahap selanjutnya setelah kita berikhitar, berdoa dan bertawakal, sabar adalah kemampuan menunda kesenangan dan menjalani yang ada dengan ketekunan. Sabar atas apa yang diberikan Allah SWT, bagaimanapun hasilnya , entah itu sukses maupun gagal kita harus menanamkan sifat sabar dalam diri kita, sebagaimana firman Allah swt dalam surat Al-Baqarah ayat 153 yang artinya

    “ wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan kepada Allah SWT dengan sabar dan shalat. Sungguh Allah SWT bersama orang-orang yang sabar”

    Dalam ayat itu dijelaskan bagaimana pentingnya sabar, bagaimana Allah mencintai orang-orang yang bersabar. Ayat diatas merupakan salah satu ayat favorit saya, yang menyadarkan saya bahwa kesabaran adalah sebaik-baiknya sikap ketika apa yang kita dapatkan tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan.

  • Lalu ikhlas, setelah semuanya berjalan dengan maksimal, setelah ikhtiar dengan sungguh-sungguh dengan diiringi Doa yang didengungkan lalu dengan tawakal yang sebenar-benar penyerahan, diakhiri dengan sabar maka hal yang kita lakukan dengan menutup segalanya adalah ikhlas sebaik-baiknya.

Setelah semuanya,kita harus pandai-pandai meyakinkan diri bahwa pilihan Allah SWT adalah sebaik-baik pemberian. Bisa jadi kita menginginkan sesuatu namun Allah memandang dan maha mengetahui bahwasannya hal itu tidak baik untuk kita. 

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)

Semoga bermanfaat bagi kita semua Aamin.

Kontributor : Windi Juni Alma

Mahasiswa STEI SEBI depok.

Sebab Ujian adalah Cinta (Mengapa Selalu Aku Yang Diuji)

Suatu hari seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya?” Beliau SAW menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian yang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat kesalehannya. Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun.” (HR Bukhari).

Ketika Allah mencintai hamba-Nya maka Allah akan mengujinya -HR TIRMIDZI-

Permata tak bisa di poles tanpa gesekan, manusia tak bisa sempurna tanpa ujian

Mengapa aku diuji?
Mengapa Allah mengujiku dengan hal yang seberat ini?
Mengapa Allah begitu tidak adil?

Kalimat-kalimat ini sering muncul ketika seseorang sedang dilanda permasalahan dan ujian yang terus-menerus datang dalam kehidupan. Masalah-masalah tersebut datang dengan membawa luka di hati, lara yang membebani jiwa, pikiran yang menjadi keruh dan menambah kelamnya dunia. Hingga ketika sampai pada titik kulminasi ketika hati tidak bisa membendung derita, ketika logika tak bernalar dengan baik. Maka mata takkan bisa membendung derasnya aliran air mata yang keluar. Bahkan beberapa orang mungkin akan bertingkah tidak wajar. Menangislah! Bukan karena kamu lemah tapi terkadang setelah tangisan hati akan terasa lebih lega. Tapi, jangan terus menangis, bangkitlah dan selesaikan masalah.

Dalam keadaan seperti ini, tak jarang banyak orang akan berusaha untuk mencari bahu untuk bersandar, untuk menceritakan semua permasalahannya dan berbagi beban yang sedang ia pikul. Maka, tak jarang pula ada orang yang tidak mampu menemukan orang tersebut. Namun, sadarkah kita ditengah kesibukan kita mencari orang tersebut ada Dzat Yang Maha Mengetahui tentang perasaan kita. Allah senantiasa membuka jalan untuk menceritakan masalah kita, meluapkan keluh kesah kita, bahkan memberikan solusi kepada kita.

Sebab Ujian adalah Cinta (Mengapa Selalu Aku Yang Diuji)
Berdoa

Terkadang juga kita merasa bahwa ujian yang Allah berikan kepada kita begitu berat. Tapi bukankah Allah tidak akan menguji diluar kemampuan hamba-Nya. Jika kita diuji dengan permasalahan berat Itu pertanda  Allah menganggap kita mampu menyelesaikannya. Selain itu, kita juga harus sadar bahwa di dunia ini bukan hanya kita manusia yang diberikan cobaan oleh Allah. Bahkan di luar sana begitu banyak orang-orang yang lebih menyedihkan, mempunyai masalah yang lebih berat  tapi tak jarang dari mereka bisa menerima dan menjalaninya dengan penuh cinta. Itu karna apa? Karna keyakinan kepada Dzat Yang Maha memberi pertolongan atas semua masalah yang dihadapi. Lalu apalagi yang patut kita keluhkan? Bukankah keluhan hanya menambah hiasan penderitaan? Atasi keluhan, ubah ketidakmungkinan, lalu raih kebahagian saat bersama Dia.

Sesungguhnya ujian adalah bentuk kecintaan Allah untuk mengetahui seberapa besar ketaqwaan Hamba Kepada-Nya. Ditengah permasalahan tetaplah tersenyum walaupun berat. Senyuman tidak selalu menandakan sebuah kebahagian. Namun, senyuman adalah usaha untuk mencari jalan kebahagian untuk diri sendiri dan untuk orang lain di sekitar kita.

Kontributor: Dwi Indriani