Cara Terbaru Mengembalikan/Mengatasi Akun Instagram Yang Di banned/Nonaktifkan (Disable Instagram Account)

Instagram memang memiliki daya tarik sendiri dibidang sosial media. Instagram sangat populer pada era ini dan bahkan mampu mengalahkan sosial media lain. Tidak hanya mudah menggunakannya tetapi alasan orang suka mengunakan instagram adalah karena bisa menghasilkan uang mulai dari puluhan ribu sampai dengan puluhan juta rupiah bahkan ada sampai ratusan dan milyaran untuk sebuah posting. Untuk caranya silahkan anda membaca postingan kami terkait hal tersebut. Untuk memudahkan orang mencari uang darii instagram sehingga orang perlu memperbanyak follower. Dalam perjalanan menambah dan memperbanyak follower bisa saya terjadi penonaktifan akun atau akun yang terkena banned maka pasti anda mencari tahu bagaimana cara mengatasinya. Pemberitahuan akun yang dibanned biasanya “akun anda telah dinonaktifkan karena melanggar ketentuan kami, pelajari cara anda dapat memulihkan akun anda.” Untuk mengatasi akun yang dinonaktifkan atau banned kami telah memberikan tutorial pada sesi dahulu. Tetapi kami menganggap cara tersebut tidak sama lagi dengan tahun 2018 ini dan seterusnya dan perlu direvisi.

Baca juga : Cara menghasilkan uang dari instagram dengan mudah

Pembahasan cara mengatasi akun instagram yang dinonaktifkan pada artikel kami yang lama tidak akan kami hapus karena bila cara yang akan kami berikan berikut ini tidak dapat bekerja dengan baik maka anda dapat menggunakan cara tersebut. Anda bisa mengklik linknya pada bagian bawah artikel ini.

Pembuatan artikel ini adalah karena mengingat cara mengatasi akun instagram yang baru-baru ini kami lakukan jauh sekali berbeda dengan cara-cara yang sudah kami bahas sebelumnya dan bahkan cara penyelesaiannya pun berbeda. Tutorial ini kami dasarkan pada pengalaman kami yang baru-baru ini mengalami kesalahpahaman pihak instagram terhadap akun kami yang diangap melanggar. Cara mengatasi akun instagram yang dibanned ini adalah kata lain dari cara melakukan banding terhadap akun instagram yang dinonaktifkan. Jika anda mencari tutorial diluar sana maka anda akan menemukan hal yang berbeda dengan pembahasan berikut ini karena cara berikut adalah cara terbaru.

Cara mengaktifkan kembali akun instagram yang dinonaktifkan


  • Silahkan bersihkan dahulu cache aplikasi anda atau perbaharui aplikasinya;
  • Silahkan masuk menggunakan akun yang sudah dibanned oleh pihak instagram. Masukkan username dan password yang sesuai;.
  • Maka kemudian akan mucul tulisan atau pemberitahuan “akun anda telah dinonaktifkan karena melanggar ketentuan kami, pelajari cara anda dapat memulihkan akun anda.”, silahkan klik Selengkapnya untuk mengembalikan akun anda;
  • Jika anda ingin melakukan banding akun yang dinonaktifkan secara langsung tanpa harus login maka silahkan klik link ini;
  • Pada halaman selanjutnya akan muncul seperti gambar beikut ini, 
“akun anda telah dinonaktifkan karena melanggar ketentuan kami, pelajari cara anda dapat memulihkan akun anda.”
Form Banding Akun Instagram Terbaru
  • Silahkan lengkapi kolom-kolomnya dengan data anda yang benar seperti nama anda, nama pengguna akun instagram anda tanpa ada @, email yang tertera pada akun instagram anda, nomor hp anda dan alasan anda mengajukan banding. Sebagai contoh alasan banding, “Saya yakin akun saya tidak melanggar apapun ketentuan dari pihak instagram, saya yakin ini adalah kesalahpahaman pihak instagram terhadap akun kami, jadi mohon aktifkan kembali akun kami”.
  • Silahkan periksa kembali semua data yang telah anda isi dan jika yakin datanya sudah benar maka langsung saja klik ‘KIRIM’;
  • Berdoa, usahakan selalu berdoa ketika dalam proses pemulihan dan pengembalian akun anda.
  • Silahkan periksa email anda secara berkala dan periksa kotak masuk pada label umum atau sosial media atau spam. Pengalaman kami, emailnya masuk pada kotak masuk Label Sosial Media. contoh email pemulihannya seperti berikut ini.
Cara Terbaru Mengembalikan/Mengatasi Akun Instagram Yang Di banned/Nonaktifkan (Disable Instagram Account)
Email Pengaktifan Kembali Akun

Kurang lebih artinya begini " Sepertinya akun anda telah dinonaktifkan karena kesalahan. Akun anda sudah diaktifkan kembali dan anda sekarang sudah bisa masuk kembali. Kami minta maaf atas ketidaknyamanannya."

Baca : Cara LAMA Mengatasi Akun Instagram yang dibanned/ dinonaktifkan

Proses pemulihan akun anda mungkin akan memakan waktu sedikit lama. Pengalaman kami hingga 3 hari atau 3x24 jam. Untuk semua akun mungkin akan berbeda-beda tergantung pada pihak instagramnya. Bisa saja akun anda lebih lama dan bisa saja lebih cepat. Jika anda perlu bantuan silahkan komentari melalui kolom yang kami sediakan. Jika dengan cara yang kami bagikan di atas tidak bekerja maka anda bisa menggunakan cara lama untuk mengaktifkannya. 

Cara Niat dalam Shalat yang Benar

Telah kita jelaskan sebelumnya tentang rukun dalam shalat, salah satunya yaitu niat. Niat merupakan rukun pertama dalam shalat yang wajib diperhatikan tata cara dan kapan melakukannnya. Bermula tempatnya niat itu hati artinya mengucapkan niat itu didalam hati dan letak niat itu pada saat takbiratul ihram dan pada saat itu pula shalat dimulai. Orang yang melafalkan dengan lidah niat shalat maka tidak sah shalanya. Adapun melafalkan atau membaca lafadh niat sebelum berniat  atau sebelum takbiratul ihram itu sunat, tujuannya adalah agar memudahkan saat membaca niat dalam hati ketika takbiratul ihram. Pelafalan niat pada shalat fardhu dan sunat itu berbeda-beda. Bahkan antara shalat sunat terbagi 2 lagi sehingga cara berniat yang sesuai dengan syara’ itu dibagi menjadi 3.


Cara berniat pada shalat fardhu

Jika seorang hendak melaksanakan shalat fardhu maka wajib bagi niatnya itu 3 perkara. Pertama qashad yang kedua ta’rat dan yang ketiga ta’yen. Makna qashad adalah menyengaja seperti contoh ‘aku sembahyang’. Dan makna ta’rat itu adalah menyebutkan akan fardhu atau menyebut hukum shalatnya dan bermula ta’yin itu adalah menyebutkan jenis shalat yang dikerjakan seperti contoh shalat dhuhur, subuh, isya, magrib atau ashar. Contoh sekurang-kurangnya niat yaitu “Sahaja aku sembahyang fardhu dhuhur” maka memadalah demikian dan sah niatnya. Sahaja aku adalah qashad, fardhu adalah ta’rat dan dhuhur adalah ta’yin. Dan yang sebagus-bagusnya niat itu seperti “Sahaja aku sembahyang fardhu dhuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”. Menyempurnakan niat seperti ini adalah sunat dan lebih afdhal.
Cara Niat dalam Shalat yang Benar
Takbiratul Ihram

Sah suatu shalat apabila diniat qadha pada shalat tunai dan begitu pula sah niat shalat tunai diniatkan pada qadha. Misalnya seorang yang shalat qadha lantas meniatkan tunai, maka sah shalatnya apabila niat tunai pada qadha itu dengan tujuan dalam hatinya menyatakan tunai sedang melaksanakan qadha. Sah pula orang yang berniat qadha padahal waktu suatu shalat belum habis karena ketiadaan mengetahui sebab odhor seperti mendung dan sebagainya. Meskipun pada kemudian waktu nyata baginya bahwa sebenarnya shalat yang dia kerjakan sebenarnya didalam waktu tetapi diniatkan qadha. Sah pula orang yang shalat yang tidak bisa membedakan makna tunai dan qadha, misalnya seorang itu menganggap makna qadha itu tunai dan makna tunai itu qadha.  Ketika dia shalat dia mengucapkan shalat qadha padahal qashad padanya itu adalah tunai dan begitu pula sebaliknya. Tetapi jika seorang melakukan hal tersebut bukan karena odhor maka tidak sah shalatnya karena sebab bermain-main.


Cara berniat shalat sunat yang mempunyai waktu dan sebab

Apabila shalat yang dilakukan oleh seorang itu berupa shalat sunat dan shalat sunat ini adalah termasuk shalat yang mempunyai waktu seperti shalat rawatib, shalat tahajjud, shalat dhuha dan shalat yang mempunyai sebab seperti shalat gerhana, shalat minta hujan maka wajib berniat itu dengan adanya qashad dan ta’yin. Artinya wajib padanya mengengaja dan menyebutkan jenis shalatnya. Tidak diperintahkan seorang menyebutkan sunat padanya  karena tidak wajib hukumnya. Contohnya “sahaja aku sembahyang dhuha”. Dan wajib ta’yinkan qabliyah atau ba’diyah apabila shalat sunat rawatib yang dikerjakan itu memiliki shalat sunat rawatib keduanya yaitu qabliyah dan ba’diyah. Contohnya “sahaja aku sembahyang sebelum dhuhur”.


Cara niat shalat yang tidak mempunyai waktu dan sebab

Adapun untuk shalat yang tidak memiliki waktu dan sebab untuk mengerjakannya seperti shalat muthlaq  maka hanya wajib padanya qashad seperti contoh “aku sembahyang”

Semua ketentuan ini adalah sebagaimana syariat dalam mazhab imam syafi’i yang tertulis dan dijelaskan dalam kitab Madhla’ul Badrain. Jika ada yang kurang jelas dapat bertanya di kolom komantar atau melalui pesan langsung. Kami berharap ulasan ini dapat memberikan manfaat kepada penulis dan pembaca. Aamiin. 

RESMI Pendaftaran CPNS Kemenkumham Tahun 2018 Telah Dibuka, Ini Persyaratnya

Apakah anda pencari lowongan pekerjaan? Dan yang paling anda minati adalah menjadi seorang PNS? Kini telah dibuka pendafatran untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia atau yang lebih dikenal Kemenkumham. Mungkin anda tidak akan menemukan pengumuman berikut ini diweb lain. Pengumuman seperti ini hanya bagi kami pegawai Kemenkumham yang mendapatkannya pertama-tama karena pembukaan pada web akan diumumkan pada 19 September 2018. Jadi anda tidak perlu ragu dengan pengumuman ini karena ini langsung dari pihak kami kemenkumham. Formasi yang dibuka cukup banyak yaitu 2000 formasi dari berbagai kualifikasi pendidikan diantaranya S2, S1, DIV, DIII, dan SLTA Untuk syarat dan ketentuan silahkan simak surat edaran berikut ini. tapi jika anda tidak mau membaca rincian berikut ini silahkan download pdfnya di bawah artikel ini.


PENGUMUMAN

NOMOR:   SEK.KP.02.01-773

TENTANG

PELAKSANAAN SELEKSI  GALON PEGAWAI  NEGERI SIPIL (GPNS) KEMENTERIAN  HUKUM DAN HAK ASASI  MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TAHUN ANGGARAN 2018


Kementerian  Hukum dan  Hak Asasi  Manusia  Republik  Indonesia  berdasarkan  Keputusan
Menteri  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi  Birokrasi Nomor 42 Tahun 2018 tanggal
29 Agustus  2018 tentang  Kebutuhan  Pegawai Aparatur Sipil  Negara  memberikan  kesempatan kepada  Warga  Negara  Indonesia  untuk  mengikuti  seleksi  Galon  Pegawai  Negeri  Sipil  (GPNS) yang akan ditugaskan di lingkungan Kementerian  Hukum dan  Hak Asasi Manusia.

I.    UNIT KERJA YANG MENDAPATKAN ALOKASI FORMASI (ALOKASI  PENEMPATAN) 

A.   Unit Pusat

  1. Sekretariat Jenderal.
  2. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.
  3. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.
  4. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
  5. Direktorat Jenderal  lmigrasi.
  6. Direktorat Jenderal Kekayaan lntelektual.
  7. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia.
  8. lnspektorat Jenderal.
  9. Sadan Pembinaan  Hukum Nasional.
  10. Badan Penelitian dan Pengembangan  Hukum dan Hak Asasi  Manusia.
  11. Sadan Pengembangan Sumber Daya Manusia  Hukum dan Hak Asasi  Manusia.

B.  Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis


Kantor Wilayah  Kementerian  Hukurn dan  Hak Asasi  Manusia  :     Aceh,  Sumatera  Utara, Sumatera Barat,  Riau,  Jambi,  Sumatera Selatan,  Kepulauan  Bangka  Belitung,  Bengkulu, Lampung,   Kepulauan   Riau,   Banten,   OKI   Jakarta,   Jawa   Barat,   Jawa   Tengah,   D.I. Yogyakarta,   Jawa  Timur,   Kalimantan   Barat,   Kalimantan   Timur,   Kalimantan  Tengah, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara,  Sulawesi  Tengah,  Sulawesi Selatan,  Sulawesi Tenggara,  Sulawesi  Barat,  Maluku, Maluku Utara, Papua,  Papua  Barat (Rumah Detensi lmigrasi, Lembaga  Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara,  Balai Harta Peninggalan  dan Balai Diklat).






KRITERIA PELAMAR

1. Kebutuhan   dari  masing-masing    jabatan  di  peruntukan  bagi  pelamar  dengan  Jenis formasi:
  • Khusus  Cumlaude  adalah  pelamar lulusan  terbaik  (Cum/audel  dengan  pujian)  dari Perguruan Tinggi terakreditasi A I Unggul dan Program Studi terakreditasi A I Unggul pada  saat  Kelulusan  dan  dibuktikan  dengan  adanya  kata "Cumlaude/  pujian"  pada ijasah atau transkrip nilai.
  • Khusus   Penyandang   Disabilitas   adalah   pelamar   yang   menyandang   disabiltas   /berkebutuhan khusus dengan kriteria:
    -  mampu melihat,  mendengar dan berbicara dengan  baik;
    -  mampu  melakukan  tugas  seperti  menganalisa,  mengetik,   menyampaikan  buah pikiran  dan berdiskusi.
    -  Mampu berjalan dengan menggunakan alat bantu jalan selain kursi roda.
  • Khusus  Putra I Putri  Papua dan  Papua Barat adalah  pelamar dengan  kriteria  garis keturunan  orang  tua  (bapak  dan/  ibu)  asli  Papua  yang  dibuktikan  dengan  surat keterangan dari kepala desa/ Kepala Suku yang menyatakan bahwa pelamar memiliki orang tua (bapak dan/ ibu) asli papua;
  • Umum  adalah  pelamar yang tidak  termasuk  kriteria  sebagaimana  huruf a,  b dan  c diatas namun apabila ada pelamar pada  huruf a, b dan c diatas ingin  melamar formasi umum dapat diperbolehkan dan wajib mengikuti segala  ketentuan yang berlaku pada formasi umum.
2. Pelamar    sebagaimana   angka    1        (satu)    wajib    memenuhi   persyaratan    pelamaran sebagaimana dalam pengumuman ini.


IV.    PERSYARATAN PELAMARAN


  1. Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan  Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  2. Memiliki Karakteristik Pribadi  selaku penyelenggara Pelayanan Publik;
  3. Mampu berperan  sebagai  perekat NKRI;
  4. Memiliki lntelegensia yang tinggi untuk pengembangan kapasitas dan kinerja organisasi;
  5. Tidak pernah dipidana  dengan  pidana penjara berdasarkan  putusan  pengadilan yang telah   mempunyai   kekuatan   hukum   yang   tetap   karena   melakukan   tindak  pidana kejahatan;
  6. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau atas permintaan  sendiri  atau  tidak  dengan  hormat  sebagai  PNS,  anggota  TNI  I  POLRI, Pegawai  BUMN  I  BUMD  atau  diberhentikan  tidak  dengan  hormat  sebagai  pegawai swasta;
  7. Tidak berkedudukan  sebagai  Calon  Pegawai  Negeri  Sipil  atau  Pegawai  Negeri  Sipil, prajurit TNI, anggota Polri, dan siswa sekolah  ikatan dinas Pemerintah; 
  8. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
  9. Memiliki  kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;
  10. Se hat  jasmani,   rohani  dan jiwa/mental   (Surat  Keterangan  sehat jasmani  dari  dokter umum dan  Surat  Keterangan  sehat  mental  dari  dokter spesialis jiwa  RS pemerintah wajib dilengkapi setelah peserta dinyatakan lulus pada pengumuman kelulusan akhir);
  11. Tidak  memiliki  ketergantungan   terhadap  narkotika  dan  obat-obatan  terlarang  atau sejenisnya  (Surat Keterangan  Bebas  Narkoba/ NAPZA dari  Rumah  Sakit Pemerintah setempat  yang  masih  berlaku wajib  dilengkapi  setelah  peserta  dinyatakan  lulus pada pengumuman kelulusan akhir);
  12. Bersedia  ditempatkan   diseluruh  wilayah  Negara   Kesatuan  Republik  Indonesia   atau
  13. Negara lain yang ditentukan oleh Kementerian  Hukum dan HAM;
  14. Bagi Wanita tidak bertato I bekas tato dan tindik I bekas tindlk anggota badan lainnya selain di telinga kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat dan bagi Pria tidak  bertato I bekas tato  dan tindik I bekas tindik anggota badan lainnya kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat.
  15. Pelamar merupakan lulusan:

a.  Jenis Formasi Umum

  1. Perguruan  Tinggi  Luar Negeri  Magister,  Dokter,  Keperawatan,  Sarjana/ S-1/ 0-IV dan  Diploma  Ill/  0-111  dengan  ijasah  dan transkip  nilai   telah  disetarakan  oleh Kemenristekdikti dengan lndeks Prestasi Kumulatif (IPK) Minimal 2.75 (dua koma tujuh lima).
  2. Perguruan  Tinggi  Dalam Negeri Magister,  Dokter,  Keperawatan,  Sarjana/ S-1/ D• IV dan Diploma 111/0-111 dari perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi dalam  Sadan  Akreditasi  Nasional  Perguruan  Tinggi  (BAN-PT)  saat  kelulusan, dengan lndeks Prestasi Kumulatif (IPK) Minimal 2.75  (dua koma tujuh lima).
  3. SLTA Sederajat dari  sekolah luar negeri  yang telah disetarakan  ljasah  dan Daftar Nilai yang terdapat pada ljasah/ Transkip Nilai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  (Kemendikbud) dengan nilai minimal pada ljazah rata-rata 7,0 (tujuh koma nol) atau 70 (tujuh puluh) atau 3 (tiga)  skala 1    sampai 4 atau  B.  Khusus untuk pelamar dengan  kategori Putra/Putri  Papua dan Papua Barat dengan nilai minimal pada ljazah  rata-rata  6,0 (enam koma nol) atau 60 (enam puluh) atau 2 (dua) skala 1   sampai 4 atau C.
  4. SLTA  sederajat   yang  terdaftar  di  Kementerian   Pendidikan  dan  Kebudayaan dan/atau  terdaftar  di Kementerian  Agama dengan nilai  minimal pada ljazah  rata• rata 7,0 (tujuh koma nol)  atau 70 (tujuh puluh)   atau 3 (tiga) skala 1   sampai 4 atau B. Khusus  untuk  pelamar  dengan  kategori  Putra/Putri  Papua  dan  Papua  Barat dengan  nilai minimal  pada ljazah  rata-rata 6,0  (enam koma nol) atau 60 (enam puluh) atau 2 (dua)  skala  1   sampai 4 atau C.

b. Jenis Formasi  Cum Laude

  1. Perguruan Tinggi  Luar Negeri Sarjana/ S-1  yang telah  memiliki surat keputusan penyetaraan ijasah dan surat  keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara  dengan  cum  laude  dari  Kementerian  Riset,  Teknologi,  dan  Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) asli.
  2. Perguruan  Tinggi  Dalam Negeri  Sarjana/  S-1 dari  perguruan  tinggi  dan program studi terbaik  (Cumlaude!  dengan pujian)  dari  Perguruan  Tinggi terakreditasi A I Unggul dan Program Studi terakreditasi A I Unggul pada saat Kelulusan dan dibuktikan  dengan  adanya  kata  "Cumlaudel  pujian"  pada  ijasah  atau  transkrip nilai. 

c.  Jenis Formasi disabilitas

  1. Perguruan  Tinggi  Luar  Negeri  Sarjana/  S-1  dan Diploma  Ill/  D-111  dengan ijasah dan transkip nilai  telah disetarakan oleh Kemenristekdikti dengan lndeks Prestasi Kumulatif (IPK)  Minimal 2.75 (dua korna tujuh lima) dan memiliki Surat Keterangan Dokter yang menerangkan jenis/ tingkat Disabilitasnya dari RS Pemerintah  (ASLI)
  2. Perguruan Tinggi  Dalam Negeri Sarjana/ S-1 dan Diploma  lll/D-lll  dari  perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi dalam BAN-PT saat kelulusan, dengan lndeks  Prestasi  Kumulatif (IPK)  Minimal  2.75  (dua  koma tujuh  lima)  dan  Surat Keterangan Dokter yang menerangkan jenis/ tingkat Disabilitasnya dari RS Pemerintah  (ASLI).

d. Jenis Formasi Putra/1 Papua

  1. Perguruan Tinggi Luar Negeri  Sarjana/ S-1   dengan ijasah  dan transkip nilai  telah disetarakan oleh Kemenristekdikti dengan  lndeks Prestasi Kumulatif (IPK) Minimal 2.75  (dua  koma tujuh  lima)  dan  memiliki  surat keterangan  asli  dari  kelurahan/ kepala  desa/  kepala  suku yang  menerangkan  bahwa  pelamar asli  dari  Papua berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak dan/ ibu) asli dari Papua
  2. Perguruan  Tinggi  Dalam Negeri  Sarjana/ S-1   dari  perguruan tinggi  dan program studi yang terakreditasi  dalam  BAN-PT  saat kelulusan,  dengan lndeks  Prestasi Kumulatif (IPK)  Minimal 2.75 (dua  koma tujuh lima) dan  memiliki  surat keterangan asli dari  kelurahan/ kepala desa/ kepala  suku yang menerangkan  bahwa pelamar asli dari Papua berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak dan/ ibu) asli dari Papua.
  3. SLTA Se de raj at dari  sekolah luar negeri yang telah disetarakan ljasah  dan Daftar Nilai yang terdapat  dalam  ljasah/ Transkip Nilai oleh  Kemendikbud  dengan nilai minimal pada ljazah  rata-rata  6,0 (enam  koma nol)  atau 60 (enam puluh)  atau 2 (dua) skala 1    sampai 4 atau C dan memiliki surat keterangan asli dari kelurahan/ kepala  desa/  kepala  suku yang  menerangkan  bahwa  pelamar asli  dari  Papua berdasarkan garis keturunan  orang tua (bapak dan/ ibu) asli dari Papua.
  4. SLTA  sederajat  yang  terdaftar  di  Kementerian  Pendidikan   dan  Kebudayaan dan/atau terdaftar di Kementerian Agama dengan nilai minimal pada ljazah  rata• rata  6,0 (enam  koma nol) atau 60 (enam puluh) atau 2 (dua) skala 1   sampai 4 atau  C dan  memiliki  surat keterangan  asli dari  kelurahan/ kepala desa/  kepala suku  yang  menerangkan  bahwa  pelamar  asli  dari  Papua  berdasarkan  garis keturunan orang tua (bapak dan/ ibu) asli dari Papua.
15.  Usia pada saat melamar (terhitung   saat memilih instansi  Kementerian  Hukum dan HAM
pada portal SSCN) adalah:
  • Minimal  18  tahun  dan Maksimal  33 Tahun O   Bulan O   Hari  untuk  Magister,  Dokter, Perawat,  Sarjana I S-1 ID-IV.
  • Minimal 18 tahun dan  Maksimal 30 Tahun O  Bulan O  Hari untuk Diploma  Ill I D-111. c.  Minimal 18 tahun dan  Maksimal 28 Tahun O  Bulan o Hari untuk SLTA.
16.  Tinggi badan untuk pelamar jabatan penjaga tahanan :
  • Pria minimal 160 cm
  • Wanita minimal  155 cm
17.  Pelamar   penjaga   tahanan    dengan   kualifikasi    pendidikan   SL TA   Sederajat   yang mendaftar pada  Kantor Wilayah  harus sesuai dengan  domisili yang tercantum dalam eKTP. Apabila pelamar yang domisilinya tidak sesuai dengan eKTP dan ingin mendaftar pada wilayah domisilinya,  wajib membuat surat keterangan dari  kelurahan atau kantor desa  setempat  yang  menerangkan  bahwa yang  bersangkutan  telah  berdomisili  pada wilayah tersebut. 

18.  Untuk Pelamar  pada Penjaga Tahanan jenis formasi  khusus putra/i  Papua dan Papua
Barat wajib berdomisili  di  Provinsi Papua dan Papua Barat.



V.    TATA  CARA  PENDAFTARAN DAN DOKUMEN  PERSYARATAN


A   Tata Cara Pendaftaran

  1. Pendaftaran   dilakukan   secara   online   melalui   portal  https:l/sscn.bkn.go.id  mulai tanggal 26 September s.d. 7 Oktober 2018 dengan menggunakan Nomor lnduk Kependudukan  (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (eKTP) peserta dan Nomor lnduk Kependudukan  (NIK) kepala keluarga pada Kartu Keluarga (KK) atau Nomor Kartu Keluarga (KK).
  2. Pada  saat  pendaftaran  secara  online  melalui portal  sebagaimana  diatas,  pelamar harus mengisi NIK pelamar dan NIK kepala keluarga pada KK atau nomor KK, alamat email aktif,  membuat password  dan  membuat jawaban  pengaman lalu  mengunggah pas foto  berlatar belakang merah berukuran  4 X 6 ( Foto minimal 120kb,  maks 200kb, tipe file Jpg) dan cetak Kartu lnformasi Akun
  3. Setelah  itu  pelamar  kembali login  ke portal diatas  menggunakan  NIK dan password yang  telah  didaftarkan,   kemudian  pelamar  mengunggah  foto  diri  pelamar  yang sedang  memegang  Kartu  lnformasi  Akun  dan  eKTP/ surat  keterangan  perekaman eKTP  (foto  selfi)  sebagai  bukti telah  melakukan  pendaftaran  (foto  minimal  120kb, maks 200kb,  tipe file Jpg), pelamar memilih  instansi  Kementerian Hukum dan  HAM, jenis  formasi dan jabatan  sesuai  pendidikan serta melengkapi data pada form yang tersedia khusus  pelamar dengan jenjang  pendidikan  Magister,  Dokter,  Sarjana dan Diploma Ill wajib mengunggah dokumen yang dipersyaratkan, apabila telah lengkap pelamar dapat mencetak Kartu Pendaftaran SSCN 2018.
  4. Adapun  khusus pelamar jenjang pendidikan SL TA sederajat tidak perlu  mengunggah dokumen persyaratan, tetapi dokumen persyaratan tersebut harus dikirimkan kepada panitia daerah  melalui PO. Box Kantor Wilayah yang ditunjuk sebagaimana terlampir.

B.    Dokumen Persyaratan  pelamar adalah :

  1. Pelamar  Jenis  Formasi  Umum  dengan  Kualifikasi  Pendidikan   Magister,  Dokter, Sarjana/ S-1/ D-IV dan  Diploma Ill:

a.    Dokumen persyaratan terdiri  dari:

  1. Surat  lamaran  ditujukan  Kepada Menteri  Hukum dan HAM RI di Jakarta dan surat pernyataan diketik menggunakan Komputer, bermaterai Rp. 6000,• ditandatangani  dengan   pena bertinta hitam (format Surat lamaran dan surat pernyataan dapat diunduh pada portal https:llsscn.bkn.go.id dan/ atau laman http://cpns.kemenkumham.go.id) kedua dokumen dijadikan dalam 1   (satu) file.
  2. Kartu   Tanda   Penduduk   (eKTP)   asli   atau   asli   surat   keterangan   telah melakukan  rekaman  kependudukan  yang  dikeluarkan  Dinas Kependudukan dan  Catatan  Sipil  (Dukcapil)  I  kecamatan  bagi yang  belum  memiliki  eKTP (1  (satu) file).
  3. Dokumen kelulusan  pendidikan yang terdiri dari:
  • ljasah asli sesuai dengan jabatan yang dilamar,  khusus pelamar Dokter, Perawat dan Apoteker menggunakan ljasah Profesi disertai Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku asli.
  • Surat   keputusan   penyetaraan   ijasah   dari   Kemenristekdikti   asli   bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri asli. 
4. Cetakan  Print screen Direktori  Hasil  Akreditasi  Program  Studi dari  BAN• PT yang  memuat status  akreditasi dan prodi pelamar yang berasal dari portal https:llbanpt.or.id atau surat akreditasi yang dikeluarkan oleh KemenRistekDikti  yang  dimiliki  perguruan tinggi  pelamar.  (bagi  lulusan perguruan tinggi dalam negeri yang pada ijasah/transkrip tidak tercantum akreditasinya)  (asli/ foto copy)

d)    Dokumen diatas digabungkan kedalam 1   (satu) file

4) Lulusan  Dalam  Negeri  Transkrip  Nilai  lndek Prestasi  Komulatif (IPK),  bagi pelamar  dokter,  perawat  dan  apoteker menggunakan  transkrip  nilai  ijasah profesinya ;    Lulusan perguruan tinggi luar negeri menggunakan surat penyetaraan  nilai  (IPK)  dari Kemenristekdikti asli.
b.    Unggah dokumen persyaratan  lamaran  pada point a soft file dengan format Pdf. dilakukan secara online melalui portal https:/lsscn.bkn.go.id;
c.     Batas  waktu  pendaftaran  dan  unggah  dokumen  persyaratan  lamaran  dimulai pada tanggal 26 September s.d. 7 Oktober 2018  (ditutup pada tanggal 7 Oktober
2018 pukul 23.59 WIB);
d.    Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi  administrasi dapat mencetak kartu peserta ujian  secara  online  melalui  portal:  https:llsscn.bkn.go.id  dimulai  pada  tanggal 12 Oktober s.d. 22 Oktober 2018

2.  Pelamar   Jenis   Formasi    Cum/aude   berpredikat   Cum/aude   atau   dengan   pujian

Kualifikasi Pendidikan Sarjana/ S-1:

a.    Dokumen persyaratan terdiri dari :

1)   Surat lamaran  ditujukan  Kepada Menteri  Hukurn dan HAM RI di Jakarta dan surat pernyataan diketik menggunakan Komputer,  bermaterai Rp. 6000,- dan ditandatangani dengan   pena bertinta hitam (format Surat lamaran dan surat pernyataan dapat diunduh pada portal https:llsscn.bkn.go.id  dan/ atau laman http://cpns.kemenkumham.go.id)  kedua dokumen  dijadikan/  digabung  dalam
1   (satu) file.

2) Kartu Tanda  Penduduk  (eKTP)  asli atau Surat keterangan  telah  melakukan rekaman kependudukan yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)/ kecamatan bagi yang belum memiliki eKTP.

3) Dokumen kelulusan  pendidikan yang terdiri dari:
a)    ljasah asli sesuai dengan jabatan yang dilamar
b)   Surat   keputusan   penyetaraan   ijasah   dari   Kemenristekdikti  asli   bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri asli.
c)     Cetakan  Print screen Direktori  Hasil  Akreditasi  Program  Studi dari  BAN• PT yang memuat status akreditasi dan prodi pelamar yang  berasal dari portal https:llbanpt.or.id atau surat akreditasi yang dikeluarkan oleh KemenRistekDikti yang dimiliki perguruan tinggi pelamar. (bagi lulusan perguruan tinggi dalam negeri yang pada ijasah/transkrip tidak tercantum akreditasinya) (asli/ foto copy)
d)    Dokumen diatas digabungkan  kedalam 1   (satu) file.

4) Transkrip  Nilai  lndek Prestasi  Komulatif (IPK)  bagi lulusan  perguruan tinggi dalam negeri  sedangkan  lulusan  perguruan tinggi  luar negeri  menggunakan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara dengan cum/aude dari Kemenristekdikti asli.
b.     Bagi lulusan  perguruan  tinggi  dalam negeri pada  ijasah  atau transkip  nilai  IPK
wajib memuat keterangan atau tulisan cumlaude atau dengan pujian
c.     Unggah dokumen persyaratan  lamaran  pada point  a soft file  dengan format  Pdf dan foto format Jpg dilakukan secara online melalui portal https:l/sscn.bkn.go.id; 
d.    Batas  waktu  pendaftaran  dan  unggah  dokumen  persyaratan  lamaran  dimulai pada tanggal 26 September s.d. 7 Oktober 2018  (ditutup  pada tanggal 7 Oktober
2018 pukul 23.59 WIB);
e.    Pelamar  yang  dinyatakan   lulus  seleksi  administrasi  dapat   mencetak   kartu peserta  ujian  secara  online  melalui  portal  https://sscn.bkn.go.id dimulai  pada tanggal 12 Oktober s.d. 22 Oktober 2018.

3.  Pelamar   Jenis   Formasi   Penyandang   Disabilitas   dengan   Kualifikasi   Pendidikan

Sarjana/S-1  dan Diploma  Ill:

a.    Dokumen persyaratan terdiri dari:
1)  Surat lama ran ditujukan  Kepada Menteri  Hukum dan HAM RI di Jakarta dan surat pernyataan diketik menggunakan Komputer, bermaterai Rp. 6000,• ditandatangani  dengan pena bertinta hitam (format Surat lamaran dan surat pernyataan  dapat diunduh pada portal https:llsscn.bkn.go.id danl atau laman http://cpns.kemenkumham.go.id)  kedua dokumen dijadikan dalam 1  (satu) file.

2) Kartu Tanda  Penduduk  (eKTP)  asli  atau Surat  keterangan  telah  melakukan
rekaman kependudukan yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil (Dukcapil) I kecamatan  bagi yang belum memiliki eKTP.

3) Dokumen kelulusan pendidikan yang terdiri dari:
a)    ljasah asli sesuai dengan jabatan yang dilamar
b)   Surat   penyetaraan   ijasah   dari   Kemenristekdikti   asli   bagi      lulusan perguruan tinggi luar negeri asli.
c)     Cetakan Print screen Direktori  Hasil  Akreditasi  Program  Studi dari  BAN• PT yang memuat  status akreditasi  dan  prodi pelamar yang berasal dari portal https://banpt.or.id atau surat akreditasi yang dikeluarkan oleh KemenRistekDikti  yang  dimiliki  perguruan  tinggi  pelamar.  (bagi lulusan perguruan tinggi dalam negeri yang pada ijasah/transkrip tidak tercantum akreditasinya) (asli/ foto copy)
d)    Dokumen diatas digabungkan kedalam 1   (satu) file.

4) Lulusan   Dalam   Negeri   Transkrip   Nilai   lndek   Prestasi   Komulatif   (IPK) sedangkan  lulusan  perguruan tinggi luar negeri  menggunakan  surat penyetaraan nilai  (IPK) dari Kemenristekdikti asli.

5) Surat  Keterangan Dokter yang menerangkan jenis/ tingkat  Disabilitasnya dari
RS Pemerintah  contoh terlampir (ASLI).
b.    Unggah dokumen persyaratan  lamaran  pada point a soft file dengan format  Pdf dan foto format Jpg dilakukan secara online melalui portal: https:l/sscn.bkn.go.id;
c.     Batas  waktu  pendaftaran  dan  unggah  dokumen  persyaratan  lamaran  dimulai pada tanggal  26 September s.d. 7 Oktober 2018  (ditutup pada tanggal 7 Oktober
2018 pukul 23.59 WIB);
d.    Sebagaimana  pengaturan dalam Permenpan RB Nomor 36 tahun 2018, peserta formasi   penyandang   disabilitas  yang   dinyatakan   lulus  seleksi    adrninistrasi melalui  verifikasi  dokumen  persyaratan  secara  unggah  wajib  hadir di  masing• masing  kanwil  dimana  peserta  diabilitas berdomisili  untuk  memastikan kesesuaiaan formasi  dengan  tingkat/ jenis/ kriteria  disabilitasnya tanggal  15  s.d
17 Oktober 2018. Apabila hasil verifiaksi tidak sesuai maka tidak dapat diberikan
Kartu Peserta Ujian  sedangkan yang sesuai  akan diberikan  Kartu Peserta Ujian untuk mengikuti Seleksi selanjutnya. 

4.  Pelamar  Jenis  Formasi  Putra/putri  Papua  dan Papua  Barat  Kualifikasi  Pendidikan

Sarjana/ S-1:
a.    Dokumen persyaratan terdiri dari :
1)   Surat  lamaran  ditujukan  Kepada Menteri  Hukum dan HAM RI di Jakarta dan surat pernyataan diketik menggunakan  Komputer, bermaterai Rp. 6000,• ditandatangani  dengan pena bertinta hitam (format Surat lamaran dan surat pernyataan dapat diunduh pada portal https://sscn.bkn.go.id dan/ atau laman http://cpns.kemenkumham.go.id} kedua dokumen dijadikan dalam 1   (satu) file.

2) Kartu  Tanda Penduduk  (eKTP)  asli atau Surat keterangan  telah  melakukan rekaman kependudukan yang dikeluarkan  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) I kecamatan  bagi yang belum memiliki eKTP (1  (satu) file).

3) Dokumen kelulusan pendidikan yang terdiri dari:
a)    ljasah asli sesuai dengan jabatan yang dilamar
b)   Surat   penyetaraan   ijasah   dari   Kemenristekdikti   asli   bagi      lulusan perguruan tinggi  luar negeri asli.
c)   Cetakan Print screen  Direktori  Hasil Akreditasi  Program  Studi  dari BAN• PT yang memuat status akreditasi  dan prodi  pelamar yang  berasal dari portal https://banpt.or.id atau surat akreditasi yang dikeluarkan oleh KemenRistekDikti  yang  dimiliki  perguruan tinggi  pelamar.  (bagi  lulusan perguruan tinggi dalam negeri yang pada ijasah/transkrip tidak tercantum akreditasinya) (asli/ foto copy)
d)   Dokumen diatas digabungkan kedalam 1   (satu) file ..
4) Lulusan   Dalam   Negeri   Transkrip   Nilai   lndek   Prestasi   Komulatif   (IPK) sedangkan  lulusan  perguruan tinggi luar negeri  menggunakan  surat penyetaraan  nilai  (IPK)  dari Kemenristekdikti asli

5) Surat   keterangan   asli  dari   kelurahan/  kepala   desa/   kepala   suku   yang menerangkan  bahwa  pelamar asli  dari  Papua berdasarkan  garis  keturunan orang tua (bapak dan/ ibu) asli dari Papua
b.    Unggah dokumen persyaratan  lamaran  pada point a soft file dengan format  Pdf dan foto format Jpg dilakukan secara online melalui  portal: https:l/sscn.bkn.go.id;
c.     Batas  waktu  pendaftaran  dan  unggah  dokumen  persyaratan  lamaran  dimulai pada tanggal  26 September s.d. 7 Oktober 2018 (ditutup pada tanggal 7 Oktober
2018 pukul 23.59 WIB);
d.    Pelamar  yang  dinyatakan   lulus  seleksi  administrasi  dapat   mencetak   kartu peserta  ujian  secara  online  rnelalui portal  :     https:llsscn.bkn.go.id dirnulai pada tanggal 12 Oktober s.d. 22 Oktober 2018.

5.     Pelamar Jenis Formasi Umum dengan  Kualifikasi Pendidikan SL TA Sederajat:

a.    Dokumen persyaratan yang dikirim terdiri dari :
  1. Surat  lamaran  ditujukan  Kepada  Menteri  Hukum  dan  HAM  RI   di  Jakarta diketik menggunakan komputer, bermaterai Rp. 6000,- dan ditandatangani dengan pena bertinta hitam  yang (ASLI,  format surat  lamaran  dapat diunduh di  portal              https:/lsscn.bkn.go.id dan/atau  laman http://cpns.kemenkumham.go.id
  2. Fotokopi  Kartu  Tanda  Penduduk  (eKTP)  atau  Fotocopy  Surat  keterangan telah  melakukan  rekaman  kependudukan  yang  dikeluarkan  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)/ kecamatan bagi yang belum memiliki eKTP.
  3. Apabila    domisili    pelamar   tidak    sesuai    dengan    alamat    eKTP,    yang bersangkutan harus membuat surat keterangan dari Lurah/ Kepala Desa yang menyatakan yang bersangkutan telah  berdomisili ditempat tersebut (fotocopy).
  4. foto copy surat keterangan dari kelurahan/ kepala desa kepala suku dan seteruysnya baca di pdf
  5. Fotokopi  ljazah/ STTB  dan Fotocopy  Daftar Nilai/Transkip  Nilai yang terdapat pad a ljazah/ STTB SLTA  sederajat  (ljasah  dan daftar nilai/ transkip  nilai harus berbahasa  Indonesia)
  6. Fotokopi   Surat  Penyetaraan   ljasah   dan  Transkip   Nilai   dari   KemenDikbud (lulusan  Luar Negeri) atau Kementerian Agama  (lulusan  Pesantren). 
  7. Surat   Pernyataan    harus   diketik  menggunakan   komputer,   ditandatangani diatas materai  6000  oleh pelamar  dengan  pena  berwarna  hitam (asli, format surat pemyataan  dapat diunduh  di portal  https:l/sscn.bkn.go.id ).
  8. Pas photo terbaru  berlatar belakang  warna merah 3 x 4 sebanyak 2 buah.
  9. Fotokopi       Lembar      bukti      pendaftaran      yang      dicetak      dari      portal https:llsscn.bkn. go.id.
b.     Batas  waktu  pendaftaran  dimulai  pada  tanggal    26  September  s.d.  7  Oktober
2018  (ditutup tanggal  7 Oktober 2018 pukul 23.59 WIB).

c.      Batas  waktu  penerimaan   dokumen  persyaratan  oleh  panitia  daerah  melalui  Po.
Box pada tanggal  8 Oktober 2018  pukul  16.00 waktu  setempat  (cap pas diterima di PO. Box).

d.     Pemanggilan peserta dalam  seleksi administrasi Verifikasi Dokumen atau Berkas Asli  dan  Pengukuran Tinggi Sadan  dan  Pemberian Kartu  Peserta  Ujian  dimulai pada tanggal  15 Oktober - 17 Oktober 2018.

6.    Pelamar    Jenis   Formasi    Khusus    Putra/putri    Papua    dan   Papua    Barat   dengan

Kualifikasi  Pendidikan SLTA Sederajat  :
a.    Dokumen persyaratan terdiri dari  :
  1. Surat   lamaran  ditujukan  Kepada   Menteri  Hukum   dan   HAM  RI  di  Jakarta diketik   menggunakan  komputer,  bermaterai  Rp.  6000,-  dan  ditandatangani dengan  pena  bertinta  hitam  yang  (ASLI,  format  surat  lamaran  dapat  diunduh di               portal:               https:1/sscn.bkn.go.id              dan/atau               laman http://cpns. kemen ku mham. go. id)
  2.  Fotokopi   Kartu  Tanda   Penduduk  (eKTP)   atau  Fotocopy  Surat  keterangan telah  melakukan  rekaman   kependudukan  yang  dikeluarkan  Dinas Kependudukan  dan  Catatan  Sipil  (Dukcapil)/  kecamatan   bagi  yang  belum memiliki  eKTP.
  3. Apabila     domisili     pelamar   tidak    sesuai    dengan    alamat    eKTP,    yang bersangkutan harus  membuat  surat keterangan dari Lurah/ Kepala  Desa yang menyatakan yang bersangkutan telah berdomisili ditempat  tersebut  (fotocopy).
  4. Fotocopy Surat  keterangan  dari  kelurahan  I kepala  desa I kepala  suku  yang menerangkan  bahwa  pelamar asli  dari  Papua  berdasarkan  garis  keturunan orang tua (bapak  dan/ ibu)  asli dari Papua. 
  5. Fotokopi  ljazah/ STTB  dan Fotocopy  Daftar Nilai/Transkip Nilai yang terdapat pad a ljazah/ STTB SLTA  sederajat  (ljasah  dan daftar nilai/ transkip  nilai harus berbahasa  Indonesia).
  6. Fotokopi  Surat  Penyetaraan  ljasah/ Transkip  Nilai dari KemenDikbud  (lulusan Luar Negeri) atau  Kementerian Agama  (lulusan  Pesantren).
  7. Surat   Pernyataan    harus   diketik   menggunakan  komputer,   bermaterai    Rp.6000,-  dan ditandatangani  oleh  pelamar  dengan  pena  berwarna  hitam  (ASLI, format  surat pernyataan dapat diunduh  di portal  :  https://sscn.bkn.go.id ).
  8. Pas photo terbaru  berlatar belakang warna  merah 3 x 4 sebanyak 2 buah.
  9. Fotokopi     Kartu    Pendafatran     SSCN    2018    yang     dicetak   dari     portal https://sscn.bkn. go.id . 
b.    Batas waktu  pendaftaran  dimulai  pada tanggal   26 September  s.d. 7 Oktober
2018 (ditutup tanggal 7 Oktober 2018 pukul 23.59 WIB).

c.     Batas waktu penerimaan  dokumen persyaratan  oleh panitia  daerah melalui PO.
Box pada tanggal 8 Oktober 2018 pukul 16.00 waktu setempat (cap pas diterima di PO. Box).

d.    Pemanggilan peserta dalam seleksi administrasi Verifikasi Dokumen atau Berkas Asli  dan Pengukuran Tinggi Badan dan Pemberian Kartu  Peserta Ujian dimulai pada tanggal 15 Oktober - 17  Oktober 2018.

VI.    TAHAPAN SELEKSI


1.   Tahapan Seleksi  Magister. Dokter, Sarjana I S-1 ID-IV dan Diploma Ill I D-111  (lenis formasi umum,  Cumlaude dan Putra/putri  Papua dan Papua Barat)
  • Seleksi Administrasi  Dokumen persyaratan Unggah
  • Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)  menggunakan Computer Assisted Test (CAT)
  • Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) terdiri dari :
- Substansi Jabatan  menggunakan Computer Assisted  Test (CAT) dengan bobot 75%.
- Wawancara Pengamatan  Fisik dan  Keterampilan  (WPFK) dengan bobot 25%.
  • Khusus pelamar jabatan Pengelola Teknologi lnformasi, Seleksi  Kompetensi Bidang (SKB) terdiri dari :
- Praktik Komputer dengan bobot 40%.
- Wawancara Pengamatan Fisik dan Keterampilan  (WPFK) dengan bobot 40%.
- Bahasa lnggris menggunakan  Computer Assisted Test (CAT) dengan bobot 20%
  • Khusus pelamar jabatan Dasen Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) terdiri dari :
- Praktik Mengajar dengan bobot 40%.
- Wawancara Pengamatan Fisik dan Keterampilan (WPFK) dengan bobot 40%.
- Bahasa lnggris menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dengan bobot 20%

2.   Tahapan Seleksi  Diploma  Ill dan Sarjana/ S-1  Uenis formasi penyandang disabilitas):
  • Seleksi Administrasi:
- Verifikasi dokumen persyaratan  unggah.
- Verifikasi kesesuaian tingkat/ jenis/ kriteria penyandang disabilitas.
  • Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT)
  • Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) terdiri dari :
- Substansi Jabatan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dengan bobot 75%.
- Wawancara  Pengamatan Fisik dan Keterampilan  (WPFK) dengan bobot 25%.
  • Khusus pelamar jabatan Pengelola Teknologi  lnformasi Seleksi Kompetensi Bidang
(SKB) terdiri dari  :
- Praktik komputer dengan bobot 40%.
- Wawancara Pengamatan Fisik dan Keterampilan  (WPFK) dengan bobot 40%.
- Bahasa lnggris menggunakan Computer Assisted Test (CAT)  dengan bobot 20%

3.   Taha pan Seleksi SLTA I Sederajat (Jenis Formasi Um um dan Khusus Putra/1 Papua dan
Papua Barat)
  • Seleksi Administrasi terdiri  dari  :
- Verifikasi dokumen lamaran yang diterima melalui PO. Box
- Verifikasi dokumen asli dan Pengukuran tinggi badan
  • Seleksi Kompetensi  Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT)
  • Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) terdiri dari :
- Kesamaptaan dengan bobot 60%.
- Wawancara Pengamatan Fisik dan Keterampilan  (WPFK) dengan bobot 40%. 
  • Lokasi pelaksanaan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan pada 33 (tiga puluh tiga) kota provinsi sesuai dengan hal sebagai berikut  :
a.   Bagi pendaftar penjaga tahanan,   kota provinsi   lokasi pelaksanaan  seleksi sesuai dengan domisili pada eKTP atau surat keterangan domisili

b.  Bagi  pendaftar  penjaga  tahanan  formasi  putra/i  Papua  dan  Papua  Barat,    kota provinsi   lokasi pelaksanaan  seleksi yaitu papua atau papua barat sesuai dengan domisili pada eKTP atau surat keterangan domisili

c.   Bagi  pendaftar selain penjaga  tahanan,  kota provinsi  lokasi  pelaksanaan  seleksi sesuai dengan  kota provinsi yang  dipilih  sebagai lokasi  seleksi kompetensi dasar (SKD) pada di portal https:llsscn.bkn.go.id

VII.   SISTEM  KELULUSAN


  1. Kelulusan  seleksi Administrasi pada jabatan jenjang  pendidikan Magister/ S.2, Dokter, Sarjana/S.1/ D.JV, Diploma Ill/ 0-IIJ jenis formasi umum, Cum/aude, disabilitas dan Putra/putri Papua dan Papua Barat didasarkan pada kesesuaian antara data yang diisi dengan dokumen persyaratan yang diunggah dalam portal SSCN sebagaimana  dalam pengumuman. Khusus penyandang disabilitas, selain berdasarkan kesesuaian data dan dokumen juga didasarkan  pada hasil verifikasi kesesuaian tingkat/ jenis kriteria penyandang disabilitas.
  2. Kelulusan  seleksi Administrasi  pada jenjang  pendidikan    SLTA  Sederajat  didasarkan pada kesesuian data yang terdapat  dalam  portal  SSCN, dokumen  PO. Box,  dokumen asli   dan  tinggi   badan   pada  saat   pengukuran   dengan   data   dan  dokumen   yang dipersyaratkan dalam pengumuman.
  3. Bagi peserta setelah dilakukan verifikasi sebagaimana diatas   tidak sesuai dengan persyaratan  dalam pengumuman  maka pendaftar tersebut tidak  dapat diberikan  kartu peserta ujian/ dinyatakan gugur, sedangkan  bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan mendapatkan kartu peserta ujian dapat mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.
  4. Kelulusan  Seleksi  Kompetensi  Dasar  (SKD) didasarkan  pada nilai  ambang batas yang diatur   dalam   Peraturan   Menteri   Pendayagunaan   Aparatur   Negara   dan  Reformasi Birokrasi nomor 37 Tahun 2018.
  5. Peserta   Seleksi   Kompetensi   Bidang   (SKB)   adalah   peserta   yang   lulus   Seleksi Kompetensi  Dasar  (SKD)  dan  secara  peringkat  tidak  melebihi  3  (tiga)  kali  alokasi formasi yang  dibutuhkan pada  satu jabatan  dengan  mernperhatikan jenis  formasi yang sama dan pengelompokan yang sama Genis formasi dan  pengelompokan terlampir).
  6. Kelulusan Akhir ditentukan  berdasarkan  hasil integrasi Seleksi  Kompetensi  Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang diatur dafam Peraturan Menteri Pendayagunaan   Aparatur  Negara  dan  Reformasi  Birokrasi  nomor  36  Tahun  2018 dengan memperhatikan jenis formasi yang sama dan pengelompokan yang sama (ienis formasi dan pengelompokan terlampir).
  7. Dalam  hal  formasi  umum tidak terpenuhi  dapat diisi dari formasi  khusus dan apabila kebutuhan formasi khusus tidak terpenuhi dapat diisi pendaftar dari formasi umum sepanjang dalam jabatan yang sama, memenuhi nilai ambang batas kelulusan peringkat terbaik setelah mendapatkan persetujuan dari Panselnas.






VIII.   LAIN-LAIN

  1. Pelamar harus  membaca dengan  cermat  pengumuman,  memenuhi semua persyaratan dan melakukan pendaftaran  sesuai dengan tata cara yang termuat dalam pengumuman
  2. Pelamar hanya dapat mendaftar pada 1 (satu) instansi  dan  1   (satu) formasi jabatan
  3. Terhadap  file unggah  yang tidak dapat dibaca dengan jelas  oleh panitia  dan/atau  data tidak  sesuai dengan dokumen yang  dikirim/diunggah sehingga mengakibatkan peserta gugur/ tidak lulus merupakan  kelalaian peserta,  panitia tidak bertanggungjawab.
  4. Berdasarkan  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Nomor 81   Tahun  2014 tentang  ljasah, Sertifikat  Kompetensi dan Sertifikat Profesi perguruan tinggi dinyatakan bahwa ljasah adalah dokumen pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan tinggi setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi serta  penerbitan  ljasah  bertujuan  memberikan  bukti tertulis  tentang  capaian pembelajaran  sehingga  surat  keterangan  lulus  (SKL) tidak  berlaku  sebagai  dokumen tertulis dalam rangka pendaftaran seleksi.
  5. Jabatan penjaga tahanan memiliki jam kerja yang menggunakan pola 3-4 shift, sehingga tidak mengenal hari  libur (tanggal merah) termasuk hari  libur nasional.  Dengan pola jam kerja  tersebut,  dimungkinkan  seorang  penjaga  tahanan   bertugas  pada  malam  hari sampai   dini   hari   untuk   mengawasi/   menghadapi   warga   binaan   pemasyarakatan (tahanan/  narapidana).  Oleh  karena  itu,  selain  dibutuhkan  intelektual  dan  integritas seorang penjaga tahanan  harus  memiliki fisik yang prima yang dapat disaring  melalui seleksi kompetensi bidang kesamaptaan.
  6. Guna menggali tingkat kemampuan samapta sebagaimana  angka 5, dalam keputusan Kapolri Nomor KEP/698/Xll/2011, pelaksanaan seleksi kesamaptaan dibedakan jenis/metode dan  sistem  penilaiannya  berdasarkan jenis kelamin  (pria dan wanita). Hal ini sesuai  dengan alokasi formasi yang tersedia (kuota pria dan/ atau kuota wanita).  Bagi peserta   wanita   yang   sedang   hamil,   tidak   ada   perlakuan   khusus   dalam   seleksi kesamaptaan, apabila tetap bersedia mengikuti seleksi maka wajib membuat surat pernyataan  yang  ditandatangani  oleh  suami  yang  menyatakan  bersedia  menangung segala resikonya dan tidak akan menuntut kepada panitia.
  7. Kelulusan   peserta   adalah   prestasi   peserta   sendiri.   Jika   ada   pihak-pihak   yang menjanjikan  kelulusan dengan  motif apa pun, maka hal  tersebut  merupakan tindakan penipuan  dan  Kepada  para  peserta,  keluarga  dan  pihak  lain  dilarang  memberikan sesuatu  dalam  bentuk  apapun  yang  dilarang  dalam  Peraturan  Perundang-undangan terkait pelaksanaan seleksi CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, apabila diketahui maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan digugurkan kelulusannya.
  8. Bagi  peserta yang  tidak  hacir,  terlarnbat,  tidak mengikuti  tahapan  seleksi  atau tidak dapat menunjukkan kartu peserta ujian dan KTP atau surat keterangan perekaman kependudukan  atau  Kartu  Keluarga  dengan  alasan  apapun,  pada  waktu  dan tempat yang ditetapkan, maka dinyatakan gugur.
  9. Apabila   dalam   pelaksanaan   tahapan   seleksi   I   dikemudian   hari   setelah   adanya pengumuman   kelulusan  akhir,  diketahui  terdapat  keterangan  I  data  pelamar  atau pendaftar atau peserta   yang tidak sesuai dengan  persyaratan dan I atau berlawanan dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani I tidak benar, maka panitia seleksi menggugurkan  kelulusan  pelamar/pendaftar/peserta/Calon  Pegawai  Negeri  Sipil (CPNS)  yang bersangkutan
  10. Apabila terdapat peserta yang telah dinyatakan lulus tahap akhir dan diterima kemudian mengundurkan diri/digugurkan, maka Panitia dapat menggantikan dengan peserta yang memiliki peringkat terbaik dibawahnya berdasarkan hasil keputusan rapat setelah mendapatkan persetujuan Panselnas;
  11. Apabila  dinyatakan  lulus  tahap  akhir  dan/atau  sudah  mendapatkan  persetujuan  NIP kemudian mengundurkan diri, kepada yang bersangkutan dilaporkan kepada Panselnas untuk   diberikan   sanksi   tidak   boleh   mendaftar   pada   penerimaan   CPNS   periode berikutnya.;
  12. Pendaftaran dan seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya;
  13. Keputusan Panitia Seleksi tidak dapat diganggu  gugat.
  14. Seluruh  data/dokumen  pelaksanaan  seleksi  yang  diberikan  oleh  pendaftar I  peserta menjadi  milik panitia  sehingga panitia dapat tidak  memberikan  kembali  data/dokumen tersebut apabila diminta oleh pendaftar/peserta
  15. lnformasi lebih lanjut dapat dilihat dilaman http://cpns.kemenkumham.go.id
  16. Pelayanan  dan  penjelasan  informasi  terkait  pelaksanaan  seleksi  CPNS  Kementerian

Jika anda tidak mau membaca ulasan berikut silahkan Download PDFnya


Hukum dan Hak Asasi Tahun 2018 dapat mengubungi Ca// Center yang dapat dihubungi:
-Telepon  (021)  5253004 (ext 310)  pada   hari  Senin s.d. Jumat pukul 09.00 s.d. 15.00
WIB atau melalui Twitter @cpnskumham  I @Kemenkumham_RI  ;
- Pengaduan  dugaan  adanya pelanggaran  pelaksanaan  seleksi CPNS tahun 2018   di akun Telegram @cpnskumham (tidak menerima panggilan telepon hanya teks/gambar/video)

Makna Menghadap Kiblat di Dalam Syarat Sah Shalat

Sebagaimana pada syarat sah sembahyang atau shalat adalah menghadapkan badan ke kiblat. Menghadap ke kiblat pada mulanya adalah baitul maqdis, kemudian turun firman Allah agar memindahkan kiblat ke ka’bah baitullah di Mekkah Al Mukarramah. Ka’bah sebagai kiblat kita muslim untuk shalat maka wajib hukumnya untuk menghadap kepadanya ketika shalat kecuali hslat sunat. Hal ini akan kami jelaskan berikut ini bagaimana makna menghadap kiblat dengan benar sesuai anjuran syariat dan di dalam mazhab syafiiyah.

Bagian tubuh yang wajib menghadap kiblat ketika shalat adalah dada bukan muka. Seseorang yang memalingkan mukanya ketika shalat maka tetap sah shalatnya tetapi hukumnya makruh artinya lebih baik tidak berpaling mukanya. Tetapi apabila seseorang yang shalat kemudian dadanya berpaling dari arah kiblat maka batallah shalatnya. Shalat orang tersebut harus di ulang.

Makna Menghadap Kiblat di Dalam Syarat Sah Shalat
Baitullah

Kiblat pada shalat wajib

Wajib hukumnya menghadap kiblat pada shalat wajib artinya batal atau tidak sah shalat seseorang jika tidak menghadap kiblat. Ada dua tempat shalat tidak wajib menghadap kiblat yaitu shalat ketika berhadapan dengan binatang buas dan dalam keadaan p3rang. Sah shalat seseorang meskipun menghadap ke arah mana saja asalkan dua syarat tersebut dimilikinya. Misalanya ada binatang yang berbahaya di dekat kita sedangkan kita hendak melaksanakan shalat maka wajib baginya shalat tetapi tidak wajib baginya menghadap kiblat. Adapun untuk shalat dalam p3rang maka boleh pula menghadap kemana saja memungkinkan. Untuk keadaan berp3rang, rukun seperti ruku’ sujud dan sebagainya hanya diisyaratkan atau qashadkan saja dalam hatinya tanpa wajib melakukan gerakan seperti biasa pada keadaan aman. Shalat yang seperti ini dikenal dengan shalat dalam keadaan ketakutan. Adapaun shalat orang yang dalam keadaan ketakutan tidak wajib qadha padanya. Artinya meskipun pada lain waktu dia mendapatkan keadaan yang tidak dalam ketakutan maka tidak wajib mengqadha padanya akan shalat dalam ketakutan tadi.

Untuk orang yang berada pada suatu tempat yang tidak diketahui arah kiblat maka wajib baginya ijtihat tentang arah kiblat. Arah kiblatnya adalah arah dimana menimbulkan keyakinan padanya sekurang-kurangnya adalah dhannya setelah berijtihat. adapun untuk orang yang berada pada atau dalam kendaraan maka wajib baginya untuk berhenti karena tidak sah shalat wajib dikerjakan dalam kendaraan tanpa menghadap kiblat. Contoh orang yang dalam pesawat, kapal laut, perahu, kereta api dan lain-lain. Namun demikian, untuk menghormati waktu maka laksanakanlah shalat baginya tetapi pada lain waktu wajib qadha baginya. Apa guna shalat hormat waktu? Kegunaannya adalah apabila seorang itu wafat sebelum mengqadha shalatnya yang menghormati waktu maka shalatnya tidak akan dipertanyakan pada hari akhirat. Keadaan seperti ini masih diperhitungkan apabila si Fulan tidak melalaikan waktu dalam mengqadha shalatnya.

Kiblat pada shalat sunat

Pada shalat sunat juga berlaku sebagaimana shalat dalam keadaan ketakutan seperti yang dijelaskan di atas tadi. Sebagai tambahannya, boleh pula tidak mengahadap kiblat pada shalat sunat bagi seorang yang musafir. Sekurang-kurangnya musafir yang boleh untuk melalukan hal ini adalah sejauh tidak terdengar lagi azan kampunya. Azan yang kita bicarakan di sini adalah azan yang tidak menggunakan pengeras suara. Pada pendapat yang lemah itu dikatakan bahwa perjalanan itu sekira 1 mil atau umpanya 1 mil.

Adapun tata cara shalat sunat dalam kendaraan itu adalah sebagaimana memungkinkan untuk shalat. Jika memungkinkan misalnya seorang yang shalat di atas kendaraan berupa unta yang memiliki tempat sujud maka boleh sujud akan dia pada tempat tersebut tetapi pada kendaraan yang tidak memungkinkan untuk ruku’, sujud atau duduk maka seorang itu hanya wajib mengisyaratkan geraknya di dalam shalat.

Adapun untuk shalat yang dalam perjalanan yang tidak memakai kendaraan yaitu seorang yang musafir dengan perjalanan kaki maka yang wajib baginya menghadap kiblat hanya pada 4 tempat yaitu (1) takbiratul ihram, (2) ruku’, (3) sujud dan (4) duduk antara dua sujud. Dan tidak boleh seorang yang mengerjakan shalat sunat dalam perjalanan kaki berjalan pada segala rukun shalat kecuali pada (1) berdirinya, (2) ‘itidal (3) tasyahud dan (4) salam. Artinya bahwa boleh shalat sambil berjalan pada rukun shalat berdiri, ‘itidal, tasyahud dan salam.  Keadaan ini hanya berlakuk pada shalat sunat tidak pada shalat wajib. Begitulah dijelaskan dalam kitab kuning Mathla'ul Badrain.

Cara Mengembalikan Data File Yang Terhapus/ Hilang di Flashdisk karena Virus

Pasti anda merasa jengkel karena file yang ada di flashdisk anda hilang karena dimakan virus. Apalagi file yang hilang tersebut adalah file yang sangat penting, hal ini pasti menambah pusing kepala anda. File yang hilang tiba-tiba di flashdisk biasanya disebabkan oleh virus yang masuk ke flashdisk anda. Kebanyakan terjadi karena anda memasukkan flashdisk anda ke berbagai tempat atau komputer dan laptop. Laptop yang memiliki banyak virus akan menginfeksi file-file yang ada dalam penyimpanan anda baik hanya sekedar infeksi hingga menghilangkan file yang ada dalam flashdisk anda.

File-file yang ada dalam flashdisk sebenarnya tidak hilang melainkan disembunyikan oleh virus. Hal ini sangat sulit dilakukan secara manual oleh karena itu kita gunakan salah satu anti virus. Nama antivirus ini adalah smadav. Anda boleh menggunakan smadav pro atau yang gratisan tetapi kami sarankan yang pro agar hasilnya lebih maksimal. Jika pada saat mengatasi hal ini dengan mengunakan antivirus smadav tetapi file anda juga tidak kembali alias tidak teratasi maka  coba update terlebih dahulu anti virus anda agar semua elemennya up to date.
Cara Mengembalikan Data File Yang Terhapus/ Hilang di Flashdisk karena Virus
Flashdisk

Untuk mengatasi file-file yang terinfeksi oleh virus dengan smadav anda tidak perlu terkoneksi dengan internet karena yang kita butuhkan hanyalah antivirus. Artinya adalah anda tidak perlu koneksi internet pada saat proses pengembalian file-file penting anda.  Jadi kalau anda yakin anti virus smadav anda sudah up to date maka silahkan lakukan langkah-langkah berikut ini.


  • Download dulu antivirus smadav anda jika belum ada;
  • Pastikan anti virus smadav sudah terinstal dengan baik dan benar;
  • Jika ada yang pro maka lebih baik gunakan yang pro saja;
  • Pastikan flashdisk anda sudah tersambung dengan laptop atau komputer;
  • Silahkan klik kanan pada flashdisk anda di komputer;
  • Pilih ‘Scan With Smadav’ atau ‘pindai dengan Smadav’;
  • Tunggu hingga prosesnya selesai maka  akan muncul pemberitahuan 'file tersembunyi';
  • Silahkan klik ‘bersihkan’ agar file anda kembali ke tempat asalnya;

Inilah salah satu cara mengembalikan file yang hilang dari flashdisk anda disebabkan oleh virus menggunakan aplikasi anti virus bernama smadav. Aplikasi ini memang ampuh dan banyak orang gunakan. Tetapi jika dengan cara ini file anda juga tidak bisa kembali maka anda bisa gunakan cara lain seperti yang kami bagikan dalam artikel lain yang berjudul ‘cara mengembalikan file yang hilang dengan CMD’. semoga tutorial ini bermanfaat bagi pembaca dan penulis. aamiin.